Possesif CEO

Possesif CEO
Manja


__ADS_3

Sena sedang membersihkan dirinya didalam kamar mandi rumah sakit yang berada didalam ruangan Dave, dokter mengatakan kalau Dave diperbolehkan pulang besok.


Setelah Dave marah-marah semalam karna baru tersadar akan penampilan Sena yang kelewat sexy, bahkan Dave melihat tatapan Jerry tak pernah lepas dari Sena. Dan Dave marah sejadi-jadi nya bahkan Jerry juga sempat kena marah juga karna sudah berani menatap tubuh Sena.


Dave menyuruh Sena untuk ke apartemen mengganti pakaian nya menggunakan mobil Dave yang dibawa oleh Jerry, dan Sena hanya kembali sebentar ke apartemen nya mengambil pakaian. Setelah dari apartemen nya ia langsung ke apartemen Dave untuk mengambil pakaian ganti untuk bos sekaligus calon suami nya.


"Sayang." panggil Dave dari luar, Sena yang sedang berada didalam kamar mandi pun menjawab dengan sedikit berteriak


"Ya, tunggu sebentar." dengan cepat Sena memakai pakaian nya, dan melilitkan handuk di rambut panjang nya yang sedang basah.


Ceklek.


Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Sena yang terlihat lebih fresh dari sebelum nya. Aroma strawberry menyeruak ke indra penciuman Dave.


Dave memejam kan mata nya menikmati aroma tubuh Sena, bagaimana tidak tergila-gila kalau aroma Sena saja sudah membuat nya tenang.


"Kamu ingin sesuatu?" tanya Sena ketika sudah berada disamping Dave. Bukan nya jawaban yang Sena terima melainkan senyum manis yang Dave berikan.


"Makan dulu ya!"


"Seperti kemarin baru aku mau, kalau tidak seperti kemarin aku tidak mau makan."


"Tapi Dave,..."


"Panggil terus nama ku, aku sudah bilang bukan kalau sedang tidak jam kerja panggil aku, sayang." kesal Dave


"Iya-ya, sekarang makan ya sayang." ucap Sena lembut


"Aku sudah bilang kan tadi, aku akan makan kalau kamu menyuapi seperti kemarin."


"Apa lagi ini kemarin possesif, sekarang manja. Besok-besok apa lagi yang akan dia tunjukan kepada ku, sabar Sena sabar!"


Sena dibuat kesal oleh sifat manja Dave, bisa-bisa nya dia memanfaatkan keadaan demi keuntungan nya


"Sayang kenapa malah berbicara didalam hati, kamu mau menyuapi aku atau tidak." Sena terkaget bagaimana bisa Dave tau kalau ia sedang berbicara didalam hati.


"Ya, aku akan menyuapi nya seperti kemarin." Dave tersenyum penuh kemenangan


Dengan telaten Sena menyuapi Dave tak lupa juga bonus yang didapatkan karna ia mau makan


"Sayang, sekarang aku jadi mau makan bubur terus tiap hari nya" Sena menatap Dave tajam

__ADS_1


"Nggak ada."


"Lho kenapa sayang? kamu senang ya lihat aku terbaring dirumah sakit?" mendengar ucapan Dave, Sena langsung meletakkan mangkuk yang berisi bubur itu ketempat semula.


"Dengerin aku. Jangan pernah bicara seperti itu lagi, kamu tidak tau seberapa khawatir nya aku sama kamu. Sampai-sampai aku tidak memperhatikan lagi penampilan ku dan itu semua karna kamu, aku takut kamu kenapa-kenapa." Sena menunduk sedih, Dave mengangkat dagu Sena agar menatap mata nya.


"Aku minta maaf ya karna sudah membuat mu khawatir."


"Aku yang salah karna ngilang gitu aja, aku lupa kalau kamu hanya mau sarapan kalau aku yang memasak." Dave tersenyum, Sena sangat mengerti diri nya


"Maka dari itu, mulai besok dan seterusnya kamu harus suapin aku." Sena langsung menepis tangan Dave yang berada di pipi nya, ia menatap Dave dengan tajam


"Dasar mesum, aku akan menyuapi mu kalau tidak ada embel-embel aku harus mencium mu."


"Kamu tidak mau?" Dave bertanya dengan wajah serius nya.


"Bukan begitu! kita belum menikah Dave, jadi kita harus tau batasan mana yang boleh dan tidak boleh."


"Tapi sayang, tetap saja tidak ada beda nya. Kamu akan menjadi istri ku dan aku akan menjadi suami mu. Aku tidak akan melakukan yang lebih, cukup itu saja dan sisa nya aku akan menahan sampai kita berdua sudah SAH." wajah Sena memerah karna ulah Dave, sakit saja masih bisa mesum bagaimana sehat nya.


Ceklek


"Ngapain kamu disitu? mau jadi patung?" Jerry langsung tersadar dan berjalan mendekati brankar Dave.


"Ada masalah apa sampai kamu datang kesini?" tanya Dave


"Tidak ada bos. Semua nya baik-baik saja saya hanya ingin melihat keadaan anda." Jerry memberikan bingkisan kepada Sena


"Apa itu?" tanya Dave, sebelum Sena menerima nya


"Itu makanan kesukaan anda, saya tau anda tidak suka makanan dirumah sakit ini." jawab Jerry


"Berikan saja kepada ku, itu kan untuk ku kenapa memberikan nya kepada Sena?"


"Jangan bilang kamu suka dengan calon istri ku, ya?" Dave menatap tajam Jerry


Jerry menggeleng kan kepala nya melihat Dave yang begitu protektif, bagaimana bisa Sena bisa jatuh cinta dengan bos nya yang possesif ini


"Kenapa diam? jangan bilang ya lagi" Jerry menarik nafas nya dalam, lalu melepas nya pelan-pelan


"Aku letakkan disini saja. Jangan berbicara yang tidak-tidak bos, aku sama sekali tidak ada maksud dengan calon istri mu."

__ADS_1


"Bagus lah kalau begitu."


"Aku permisi dulu bos, pekerjaan ku menunggu." Jerry menunduk hormat lalu pergi dari kamar itu


"Kamu apa-apaan sih? lihat kan dia marah, ada-ada saja menuduh orang tanpa bukti." Sena berjalan kearah bingkisan yang dibawakan oleh Jerry tadi.


"Kamu juga marah sama aku?" tanya Dave


"Aku gak marah, tapi jangan pernah lagi menuduh orang sembarangan seperti tadi. Jerry pasti tersinggung dengan kalimat mu, minta maaf kalau dia kesini lagi." Sena menatap kearah Dave


"Iya ya, aku akan minta maaf nanti." jawab Dave malas


"Nah gitu dong, itu baru calon suami aku." Sena berjalan kearah kamar mandi dan keluar lagi sudah membawa ember ditangan nya.


"Itu apa sayang?"


"Oh ini, ini baju ku dan baju mu." jawab Sena lalu membuka pintu balkon yang ada dikamar itu.


"Kenapa harus repot-repot sih? kan bisa langsung anterin ke laundry aja." ucap Dave dengan terus memperhatikan Sena yang sedang menjemur baju nya.


"Apa kamu mau nanti setelah kita menikah yang mencuci baju mu itu orang lain bukan aku?" tanya Sena tanpa menghentikan kegiatan nya


"Tentu saja aku ingin istri ku yang melakukan nya."


"Makanya jangan protes kalau aku mencuci baju sendiri, karna aku juga sedang latihan menjadi istri yang baik untuk suami." Sena berbalik badan dan masuk membawa ember yang sudah kosong ditangan nya


"Aku akan menunggu itu. Menunggu saat kamu sudah menjadi istri ku." Dave menatap wajah Sena dengan lekat


"Begitu juga aku." jawab Sena


_


_


_


_


Yuk bantu aku dengan vote, like dan jangan lupa tambah kan ke favorit, and thank you sudah membaca karya ku.


kalian yang terbaik.

__ADS_1


__ADS_2