Possesif CEO

Possesif CEO
Are You Kidding Me


__ADS_3

Dave menghela nafasnya setelah menyelesaikan rapat dengan semua pemegang saham perusahaannya yang berada di Paris. Setelah menghabiskan wktu yang cukup panjang didalam ruangan rapat itu, akhirnya Dave bisa memberikan jabatan CEO kepada salah satu pemegang saham terlama di perusahaannya yang tidak lain adalah sahabatnya dan Joni


"Aku percaya perusahaan ini bakal berkembang dibawah pimpinan lo." ucap Dave penuh percaya diri kepada CEO baru perusahaan nya yang tak lain adalah Michael Hillers


"Tentu saja Dave, tapi aku tidak bisa menjanjikan, karena kamu tahu sendiri bukan aku juga memiliki tanggung jawab." Dave menatap wajah Michael sebelum ia mengerti apa yang sahabatnya itu katalan


"Hmm, no problem. Kamu juga memiliki tanggung jawab besar, aku hanya ingin perusahaan ku aman." ucap Dave sedikit melirik Joni yang berada disamping nya. Dave terkekeh pelan melihat Joni mencebikkan bibirnya


"Terima kasih Dave sudah mempercayakan aku untuk hal ini. Selanjutnya aku yang akan menangani kadus yang telah terjadi kemarin, bukan kah sahabat kita sati ini katanya putus hubungan?" Dave melirik kearah Joni


"Bagus lah jika hubungannya berakhir dengan wanita itu. Wanita seperti itu tidak pantas dipertahankan." ujar Dave jujur, ia tidak perduli apakah Joni akan sakit hati dengan ucapannya


"Kamu terlalu jujur Dave, lihatlah sahabat kita tengah cemberut." ujar Michael kepada Dave


"Biar saja. Karena kegilaannya pada wanita itu, ia sampai mengabaikan tanggung jawab yang aku berikan kepadanya."


"Maaf Bos, aku tidak akan mengulangi lagi kedepannya." ucap Joni penuh penyesalan


"Bagus jika kamu sadar, sampai itu terulang lagi maka aku akan menendangmu langsung dari sini tanpa kompensasi sedikit pun." Joni bergidik ngeri mendengar kalimat Dave, berbeda dengan Michael dan Jerry yang tersenyum mendengar itu semua


"Michael, Jon. Aku pamit untuk kembali ke Indonesia hari ini,"


"Kenapa terburu-buru sekali? Kita bahkan belum merencanakan untuk menghabiskan waktu bersama. Lagi pula kamu punya seorang kekasih, tapi kenapa tidak kamu perkenalkan kepada kami!" Dave mengikuti arah mata Michael yang tertuju ke belakang tubuhnya. Dave hanya tersenyum singkat untuk itu

__ADS_1


"Dia sekretaris ku Cel, kenapa semua orang salah paham." ujar Dave menggelengkan kepala pelan


"Benarkah?" melihat Dave mengangguk, Michael melangkah mendekati Sheila yang sejak tadi memperhatikan Dave


"Aku pikir dia kekasih mu, sejak rapat tadi aku melihat dia terus memperhatikan mu tanpa henti." ujar Michael, ketiga pria lain ikut menoleh kearah Michael yang tengah menatap Sheila


Jerry tersenyum menyeringai kala Sheila mati kutu seperti itu, ia tidak sabar apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Dia bukan type aku Cel," jawab Dave membuat hati Sheila begitu sakit mendengarnya


"Sayang sekali, padahal wanita ini juga cantik kalau dilihat."


Joni yang tidak ingin ikut campur itu melangkah ke tempat kursinya semula, ia membuka ponselnya untuk melihat berita terkini. Mungkin saja Joni bisa melihat berita keluarga mantan kekasih nya yang bangkrut, ataupun mantan kekasih nya ditangkap oleh pihak yang berwajib untuk bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan


"Tapi kamu juga masih singel, bagaimana aku berani mendahului mu," Michael memasukkan kedua tangannya ke dalam saku dan berbalik badan untuk mendekat pada Dave, pandangan Michael tidak lepas dari Sheila


Percayalah Sheila sangat cantik di mata Michael, wanita bertubuh ramping, pendek imut, dan sangat sexy menurut Michael. Karena Sheila memakai blouse tipis dan rok span berwarna navy cukup pendek


"Aku sudah punya istri, bahkan sudah mau memiliki anak." ucap Dave santai


"What the..." Michael tidak melanjutkan ucapannya, ia menatap tidak percaya Dave. Sedangkan Dave menoleh dan tersenyum melihat ekspresi wajah Michael yang sangat lucu itu


"Ini merupakan anak kedua aku dan istriku, Cel."

__ADS_1


"Apa?!" ke empat pria itu menoleh, dan menatap bingung Sheila yang tiba-tiba saja berteriak


"Ada apa kamu berteriak Sheila?" tanya Dave yang tidak suka akan sikap Sheila yang kurang ajar menurutnya


"Maaf.. Maafkan saya Presdir, tadi tidak sengaja saya melihat berita kalau film pilihan sudah kembali tayang lagi." jawab Sheila berbohong, namun Dave percaya begitu saja karena melihat ponsel Sheila yang ada digenggaman nya


Jerry mendengus sebal melihat kelakuan Sheila yang semakin hari semakin menjengkelkan. Lama-lama ia sudah memiliki respect apapun pada wanita itu, padahal Jerry begitu senang dengan hasil kerja Sheila yang cukup bagus itu


"Makin kesini dia makin menjengkelkan, aku rasa dia tidak akan bertahan lama berada diposisi itu." batin Jerry dengan menatap tidak suka Sheila


"Sejak kapan kamu menikah?" tanya Michael ingin tahu


"Emm... Sekitar tujuh bulan yang lalu sepertinya."


"What? Are you kidding me?!.."


_


_


_


_

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2