
"Dave!" teriak Sena yang tidurnya terganggu, ia sangat kesal dengan Dave yang berteriak seperti sedang di hutan saja
"Sayang aku nggak mimpikan ini?" tanya Dave dengan begitu girang, bahkan Dave sampai meloncat-loncat sangking bahagianya
Sena mendengus sebal, sudah ia duga Dave akan seperti orang kampung yang baru menginjak ibu kota. Padahal matanya baru saja memejam dan bersiap untuk bermimpi indah
"Kamu mengganggu tidur aku saja, sudah jangan lebay seperti itu, norak tahu nggak!" Dave tercengang mendengar ucapan istrinya yang mengatakan kalau dirinya norak
"Berani sekali kamu berbicara seperti itu sayang, apakah ingin aku hajar lagi kamu?" tanya Dave sambil menyibak selimut yang menutupi tubuh polos istrinya
"Lihat saja kamu sampai berani menyerangku lagi, dan perlu kamu ingat Dave Keenan Alexander. Kalau aku saat ini tengah mengandung anakmu, jika kamu ingin anakmu aman di dalam perut ini maka jagalah istri cantikmu ini dengan sangat baik." ucap Sena tanpa membuka matanya, sedangkan Dave dibuat mati kutu oleh ucapan istrinya baru saja
"Sabar Dave, ingat kamu tidak boleh melakukan kesalahan yang sama jika tidak kamu akan mengutuk dirimu seumur hidup." gumam Dave sambil mengusap dadanya, ia melihat kearah istrinya sekilas setelah itu ia turun dari atas kasur dimana sebelum itu ia sudah menutupi kembali tubuh polos istrinya
Sena tersenyum manis ketika merasa Dave sudah turun dari kasur, ia tersenyum mengingat gumaman Dave tadi yang begitu sangat mengena dihati Sena
Sena membuka matanya dan mencari sosok Dave yang ia pikir berada dalam kamar itu. Namun setelah Sena telusuri tidak ada tanda-tanda Dave disana
"Kemana perginya?" gumam Sena yang tidak melihat Dave. Sena melilit tubuhnya menggunakan selimut tebal kamar hotel itu dan memasuki kamar mandi. Ia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dulu sebelum mencari Dave lagi nanti
****
Tubuh Dave bergetar hebat sambil memandang benda pipih yang berada di tangannya. Betapa bahagianya ia fi hari ulang tahunnya bisa mendapat kado terindah seperti ini
Dave tidak pernah menyangka kalau dirinya akan sebahagia inini melihat benda pipih yang menyatakan kalau istrinya tengah mengandung
"Terima kasih tuhan engkau telah mendengarkan doaku, dan terima kasih atas kepercayaan nya. Kali ini aku akan menjaganya dengan baik, tidak akan aku sakiti lagi ataupun hilangkan lagi."
Ya Dave kini sedang berada di balkon kamar hotel yang mereka tempati, setelah meyakinkan kebenaran kepada Sena, Dave berlari menuju balkon dan menangis disana seperti anak kecil yang ditinggal ibunya pergi ke pasar
"Dave! Dave!" suara nyaring Sena mengagetkan Dave yang sedang melamun dengan menatap testpack yang sejak tadi ia pegang
__ADS_1
"Aku di balkon sayang, kesini saja!" teriak Dave, buru-buru ia menghapus jejak air matanya agar Sena tidak melihatnya
"Tahu nya disini, aku mencari kamu kemana-mana," ucap Sena dan duduk di kursi yang bersebelahan dengan Dave
"Kamu tidak ke kantor?" tanya Sena yang mengingat kalau hari ini bukanlah hari libur
"Sayang kemari lah!" seru Dave meminta Sena untuk duduk diatas pangkuannya. Sena mengangkat alisnya sebelah
"Jangan menatap ku seperti itu sayang, aku tidak akan meminta lagi." ucap Dave seakan tahu apa yang ada didalam pikiran istrinya saat ini
Sena pun segera bangkit dari duduknya saat merasa kalau apa yang Dave ucapkan itu benar. Ia pun duduk diatas pangkuan suaminya dengan posisi miring
Sena diam menatap Dave yang terus memperhatikan perutnya, ia tersenyum melihat tangan Dave gemetar saat ingin menyentuh perutnya. Sena yang tidak tega dengan itu pun menggenggam tangan Dave dan membawanya untuk menempel pada perutnya
"Aku begitu bahagia sayang, sampai rasanya tangan ini berat hanya untuk sekedar menyentuh saja," Dave tersenyum manis ketika tangannya sudah lancar mengusap perut sang istri
"Berapa usianya sayang?" tanya Dave sambil mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Sena
"Baru memasuki usia dua minggu, kata dokter aku harus menjaga dia dengan baik kali ini." lirih Sena, Dave tersenyum tipis mengiyakan ucapan Sena
"Apa ada yang salah istriku?" tanya Dave yang bingung dengan tatapan Sena, ia merasa tidak salah bicara ataupun melakukan kesalahan. Tapi mengapa istrinya itu menatap dirinya seakan ingin menelan hidup-hidup
"Jadi kamu tidak ingin menjadi orang pertama yang akan menjaga anak kita?" tanya Sena yang siap akan menghadiahkan bogeman kepada wajah tampan suaminya
"Ett... Tunggu dulu, kamu salah paham sayang!" seru Dave sambil menahan tangan Sena di udara
"Terus apa dong maksud ucapan kamu tadi yang akan menjadi orang kedua menjaga anak kita?"
"Begini ya sayang, dia kan ada didalam perut kamu, apapun yang terjadi pasti kamu adalah orang pertama yang menjaganya. Jika ia kelak sudah lahir maka akulah orang pertama yang akan menjaga kamu dan anak kita." ujar Dave memperjelas kepada istrinya agar istrinya itu tidak salah paham lagi
"Kan kalau bilang dari tadi enak!" seru Sena tersenyum manis
__ADS_1
"Untung aku cinta, jadi nggak berani mau kasih kamu hukuman."
"Jadi kamu mau hukum aku?"
"Iya, aku mau hukum kamu karena hari ini udah ngeselin banget." jawab Dave dan mencubit ujung hidung mancung milik Sena
"Pulang dari sini kita ke rumah Papah ya, mereka pasti sangat bahagia mendengar berita bahagia ini." ucap Dave, ia yakin Mamah nya akan berubah menjadi sangat lebay seperti dirinya tadi. Sena pun mengangguk sebagai jawaban
"Kamu nggak bekerja hari ini?" tanya Sena lagi yang dimana tadi ia bertanya kepada Dave tidak di jawab oleh suaminya itu
"Aku libur dulu hari ini sayang. Niatnya aku ingin menghabisi waktu berdua sama kamu disini, tapi aku malah dapat berita yang hampir saja membuat aku tidak tahu harus berbuat apa." Sena terkekeh pelan, suami dingin dan sangat amat menyebalkan ini bisa lebay begini
"Kamu saja yang terlalu lebay, sampai loncat-loncat kayak bocah."
"Wajar saja sayang aku lebay begitu, aku mendapatkan hadiah yang tidak ternilai harganya. Beginikah rasanya para lelaki di luaran sana saat mendengar kalau mereka akan segera menjadi ayah, atau lebih tepatnya calon ayah."
"Mungkin 99% diluar sana bahagia ketika mendengar istri mereka hamil, tapi 1% lainnya akan takut dan marah saat wanitanya hamil." Dave terdiam sebentar untuk mencerna ucapan Sena
"Istri aku nakal juga ternyata, bagaimana bisa berpikiran sejauh itu."
"Ada deh kepo!" seru Sena, membuat suaminya terdiam dan mengelus perutnya
"Dave..."
_
_
_
_
__ADS_1
Bersambung..
Vote yuk, hayuk.