Possesif CEO

Possesif CEO
Bersama Keluarga Baru


__ADS_3

"Mah,"


Veny mengalihkan pandangan nya keasal suara, dilihat nya menantu cantik nya kini sudah cantik dan segar


"Menantu mamah sudah bangun?"


"Maaf mah, Sena ketiduran jadi nggak bisa bantu mamah"


"Nggak papa sayang, kamu pasti capek ngurusin suami yang over protektif itu" Sena tersenyum mendengar nya, memang benar apa yang mertua nya katakan, ia sangat lelah menghadapi sifat Dave yang berubah-ubah


"Sudah selesai semua ya ma?" tanya Sena melihat meja makan keluarga itu sudah penuh lauk pauk yang enak-enak


"Ya sayang, mamah membuat banyak agar kalian puas makan nya"


"Nanti aku nambah gendut lagi"


"Bukan nya malah bagus? itu artinya kamu sehat dan bahagia"


"Yang ada Dave nanti nggak cinta aku lagi ma"


"Tidak ada alasan bagiku untuk tidak mencintai mu sayang!" seru Dave dari belakang Sena, Veny tersenyum bahagia melihat anak dan menantu nya


"Dave,"


"Seperti apapun kamu aku akan selalu mencintai kamu, sampai akhir hayat."


"Uhh sosweet nya, papah mamah juga mau!" teriak Veny kepada Davin yang tak jauh dari sana


"Kita dikamar saja sayang, kalau disini tidak enak dilihat anak dan menantu kita"


"Eh ya juga deng pah, mamah sampai lupa"


"Berhubung sudah pada disini, ayo kita makan malam dulu"


Sena mendudukan dirinya disamping Dave. Sama seperti biasa nya ia akan melayani suami nya terlebih dahulu, setelah itu ia akan mengambil untuk dirinya sendiri


Mereka pun makan dengan tenang, menu yang dibuat oleh Veny malam ini begitu banyak dan lezat


"Mamah nggak biasa nya masak sebanyak ini" ucap Dave, Veny tersenyum mendengar kalimat yang anak nya lontar kan


"Ya sayang, mamah sengaja memasak banyak. Kan hari ini anggota keluarga baru datang" jawab Veny dengan menatap Sena


"Nambah sayang, mamah memasak ini semua khusus untuk menyambut kamu"


"Ya mah, ini saja aku sudah kenyang"

__ADS_1


"Makan yang banyak sayang, ingat kamu selalu sampai kehabisan tenaga oleh ku" wajah Sena seketika berubah merah, apalagi ketika ia melihat kedua mertua nya yang tersenyum jahil kearah nya


"Dave! kamu ini bisa tidak jangan mengatakan nya disini? lihat lah wajah istri mu yang sudah memerah karna kelakuan mu" Dave menundukkan wajah nya melihat wajah Sena yang tengah menunduk malu


"Sayang kamu kenapa?"


"Dasar suami tidak ada akhlak, sudah membuat aku malu didepan orang tua nya, masih saja bertanya kenapa?" rutuk Sena di dalam hati nya


"Sayang, aku tanya kok nggak dijawab sih?"


Veny dan Davin menggeleng kan kepala nya, anak siapa ini pikir mereka, jelas saja Sena tidak menjawab kalau Dave mengatakan sesuatu yang begitu memalukan


"Kamu ini sekolah tinggi son, di paris pula. Wajar saja jika istri mu itu tidak menjawab, pasti ia malu kepada papah dan mamah"


"Bi, bibi!" Veny memanggil asisten rumah tangga nya


"Ya buk,"


"Bi, nanti tolong bereskan ini ya. Ajak yang lain nya makan disini, lauk nya masih banyak"


"Baik buk." bi Siti pergi dari sana dan memanggil teman-teman nya


"Papah dan mamah kembali kekamar duluan, kalian pasti butuh waktu berdua. Pah ayo!" Davin mengangguk dan segera menyusul istri nya


Davin yang melihat kedua orang tua nya sudah berlalu dari sana pun kembali menundukkan wajah nya, ia heran apa tidak sakit leher istri nya yang sedari tadi menunduk terus


"Hey, sini coba lihat aku" Dave memegang kedua pipi Sena dan mengarahkan wajah Sena untuk melihat nya, tapi Sena tetap tak mau melihat kearah Dave


"Sayang maafkan aku ya, aku nggak bermaksud seperti itu." Dave mengelus kedua pipi Sena lembut


"Den," Dave menengok ketika ada orang lain disana. Dilihat nya semua pekerja rumah nya ada disana


"Bibi dan yang lain nya sudah datang, kalau begitu lanjutkan" Sena mengangkat kepala nya dan melihat ada bi siti dan lain nya tengah membungkuk kan kepala nya


"Ayo sayang kita kekamar, biarkan mereka makan malam dulu" Dave menggenggam tangan Sena dan segera berlalu dari sana


Dave membawa istri nya kembali kekamar, ia tak mau istri nya terus-menerus mendiamkan nya, bisa-bisa tidak dapat jatah


"Sayang, coba lihat aku dong, kenapa sih suka banget ngediemin aku?"


Sena yang duduk membelakangi Dave langsung berbalik dan menatap Dave tajam


"Aww sayang, sakit tau?" Dave meringis memegang tengah nya yang terasa begitu panas oleh cubitan yang Sena berikan


"Kamu itu yang suka buat aku ngediemin kamu"

__ADS_1


"Sayang, aku malu tau sama papah dan mamah" Sena menyelipkan kedua tangan nya disela tangan Dave dan memeluk suami nya itu dengan erat


"Kamu mah selalu seenaknya begini, aku malu banget"


"Ya sayang aku salah, maaf ya." Dave mencium pucuk kepala istri nya dan mengelus lembut surai istri nya


"Selalu aja kayak gitu, minta maaf, terus besok nya diulangi"


"Nama nya juga khilaf sayang" Sena mendongak kan kepala nya, begitu pula Dave yang menunduk untuk melihat wajah cantik istri nya tanpa make up


"Pinter ya bersilat lidah nya!"


"Istri ku ini kenapa sih? aku tu serius sayang, aku nggak sengaja." Sena mengerucutkan bibir nya, walaupun Dave mengatakan nya tak sengaja tapi tetap saja ia sudah malu didepan kedua mertua nya


Cup


Dave mengecup bibir istri nya, tapi yang niat awal nya hanya ingin mengecup kini Dave sedikit memberi lumatap dan mengabsen semua benda yang berada didalam mulut istri nya, merasa kalau Sena sudah mulai susah nafas Dave melepaskan tautan itu. Sena yang kesal dengan Dave langsung memukul lengan suami nya


Bugh


"Sayang! suka banget sih mukul aku" Dave mengusap lengan nya, sedangkan Sena yang masih terengah tak memperdulikan Dave yang mengaduh kesakitan


"Biarin! siapa suruh cium aku?"


"Ya kamu kok yang pakai majuin bibir nya sama aku, ya aku cium lah"


"Dasar mesum!"


"Sayang, aku hukum ya kamu udah berani bilang aku mesum!"


"Berani kamu hukum aku, lihat aja kamu" Dave bergidik ngeri melihat mata istri nya seperti akan keluar, ia heran mengapa Sena akhir-akhir ini terlihat begitu galak dan tak takut kepada Dave


"Itu bini aku makan apaan dah, kok ngeri amat ya?" Dave mengusap kedua lengan nya


"Ngomong apa kamu?" teriak Sena


"Hehe, ngga kok sayang, aku nggak ngomong apa-apa" Dave menyengir sebentar, lalu menyusul istri nya masuk kedalam selimut


_


_


_


Hai semua. Maaf ya kalau aku nggak up kemarin karna ada something yang buat aku jadi nggak bisa nulis, dan juga aku nggak nulis disini aja.

__ADS_1


Jangan lupa vote nya ya.


Terima kasih.


__ADS_2