
Dave kini sedang berada didalam ruangan nya, berdiri didepan kaca jendela yang bisa melihat langsung keramaian kota dan gedung-gedung besar lain nya.
Setelah dua hari dirawat dirumah sakit kini Dave sudah kembali kekantor seperti biasa, dan kini ia sedang menunggu Sena.
Tok! tok! tok!
Pandangan Dave pun beralih ke pintu, ia yang sedang menikmati pemandangan kota dari kaca jendela nya itu pun langsung berjalan kearah kursi.
"Masuk!"
Ceklek
"Maaf bos aku terlambat, jalanan padat sekali."
"Aku tidak menerima alasan Sena. Kau tau bukan kalau aku sangat tidak suka orang yang tidak tepat waktu." Sena menelan ludah nya kasar melihat tatapan datar Dave.
"Ya bos saya tau, saya minta maaf. Saya janji tidak akan seperti ini lagi."
"Aku tidak suka janji, bagi ku janji itu palsu tak perlu berjanji cukup kamu buktikan saja."
"Baik pak."
"Dasar brengsek. Kalau saja aku tidak membuat kan mu sarapan aku tidak akan terlambat seperti ini." batin Sena kesal
"Mana sarapan ku? aku sudah lapar. Sedari tadi menunggu mu tak datang-datang." Sena mendekat kearah meja Dave dan meletakkan paper bag yang berisi makanan diatas meja kerja Dave.
Dave mengerutkan dahi nya dan menatap wajah Sena tajam
"Ada apa pak? apa masih ada yang kurang? kenapa menatap saya seperti itu?" tanya Sena ketika melihat mata Dave membesar
"Kamu bukan anak kecil lagi kan?" Sena mengangguk polos
"Apa perlu setiap hari nya aku harus bilang, aku akan makan kalau kamu yang menyuapi." Sena memasang wajah datar nya dihadapan Dave.
"Apa-apaan dia, tadi marah-marah sekarang minta suapi. Dasar bocah selalu mau menang sendiri." batin Sena
"Maaf pak saya banyak kerjaan jadi saya tidak ada waktu untuk menyuapi anda."
__ADS_1
"Kau." Dave menggertak kan rahang nya mendengar penolakan Sena
"Ikut aku. Kamu memang harus diberi pelajaran, sudah cukup sabar aku berlaku manis kepada mu sekarang tidak akan lagi." Dave menarik lengan Sena dengan kasar menuju kamar yang ada didalam ruangan itu.
"Dave, lepaskan tangan ku." Dave mendorong tubuh Sena dengan kasar keatas kasur.
"Apa yang mau kamu lakukan Dave?" tanya Sena takut dan beringsut mundur saat melihat Dave melepaskan jas dan dasi nya dengan kasar
"Mau menunjukkan kepada mu, bagaimana cara menghargai aku." Dave melempar kemeja nya asal setelah melepas kan kancing nya.
"Dimana letak nya aku tidak menghargai mu Dave? katakan?" teriak Sena
"Pertama kamu terlalu berani kepada ku. Dan kedua kamu mengizinkan pria lain menyentuh mu, aku ingin kamu patuh dan tidak membiarkan laki-laki lain menyentuh mu sialan!" teriak Dave membuat Sena terkejut
"Sena. Laki-laki mana yang terima ketika tidak dihargai, apakah salah ketika calon suami mencium calon istri nya dan apakah benar seorang wanita yang sudah akan menikah membiarkan laki-laki lain menyentuh nya?"
"Kamu melihat nya bukan, betapa aku mencintai mu? aku sampai masuk rumah sakit karna menunggu mu, sudah aku katakan sedari awal jangan anggap perasaan cinta ku ini main-main tapi kamu, memanfaat kan cinta ku untuk terus menyakiti ku."
"Aku sudah menunggu mu cukup lama Sena. Bahkan aku melakukan hal konyol agar aku selalu bisa dekat dengan mu, tapi kali ini tidak lagi tidak akan ada lagi Sena yang melawan dan hanya ada Sena yang penurut."
"Kamu harus menjadi milikku. Aku tidak bisa menunggu sampai satu bulan lagi, aku tidak mau mengambil resiko kamu direbut orang lain." Sena memeluk tubuh nya erat saat melihat Dave mulai melepaskan sabuk nya
"Tidak Dave. Kamu tidak boleh melakukan itu kepada ku, itu bukan cinta tapi nafsu nama nya."
"Persetan dengan itu yang penting kamu menjadi milikku." Sena memejam kan mata ketika celana dasar yang melekat ditubuh Dave sudah terlepas
"Aaaaa," Sena menjerit ketika Dave menarik kedua pergelangan kaki Sena
"Jangan Dave, aku mohon jangan lakukan itu." Sena menahan tangan Dave yang mencoba melepaskan kancing baju nya
"Aku takut kamu diambil orang sayang. Kamu tidak tau betapa tersiksa nya aku setiap hari nya memikirkan mu. Setahun aku menahan ketakutan ini sendiri, bukan aku tidak tau diluar sana banyak pria yang menginginkan mu menjadi pasangan mereka." Dave menatap wajah Sena yang terus-menerus mengeluarkan air mata
"Melihat laki-laki lain menyentuh ujung bibir mu saja sudah membuat jantung ku berdebar, ditambah sikap mu yang selalu melawan ku. Itu membuat ku takut." Dave menghapus jejak air mata yang tertinggal di pipi Sena
"Aku mohon jangan tinggalin kan aku. Jangan melawan atau pun membantah ku, jaga lah dirimu saat tak didekat ku. Jangan biarkan laki-laki lain menyentuh mu selain aku." Dave menatap Sena dengan wajah sendu
Dave menindih tubuh Sena dan menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Sena, menghirup dalam-dalam aroma khas tubuh Sena yang beraroma strawberry.
__ADS_1
Tangan Sena terangkat mengelus rambut Dave lembut ia mengerti jika Dave seperti ini, ini juga salah nya yang tak pernah bisa mengerti Dave sedangkan laki-laki itu mengerti selalu mengerti dirinya.
Bahkan ia sudah salah paham dengan Dave selama ini yang selalu membuat nya seperti pembantu dan seperti orang bodoh, itu semua Dave lakukan karna pria itu ingin selalu dekat dengan nya
"Maafkan aku sayang, mungkin kamu kecewa dengan ku, tapi sungguh tak ada maksud lain."
"Jika aku memang benar ingin menghancurkan masa depan mu, sudah lama aku melakukan nya dan aku tidak akan pernah meminta mu menikah dengan ku." Sena terus mengelus rambut Dave
Dave mengangkat wajah nya sehingga ia dapat melihat wajah Sena yang sedang berada dibawah nya, kedua nya saling menatap dan membiarkan mata mereka yang berinteraksi.
"Maafkan aku, jangan pernah menangis lagi aku tidak suka melihat mu menangis. Kuharap ini air mata terakhir yang aku lihat." Dave mengelus lembut pipi Sena, gadis itu mengangguk
Ntah kemana pergi nya Dave tadi, kini Dave yang lembut telah kembali
"Sayang boleh kah aku....?" Dave menunduk melihat kearah bawah, Sena mengikuti arah pandang Dave
Betapa kaget nya Sena saat merasakan bagian bawah Dave sudah mengeras
"Dave,"
"Aku akan pelan-pelan sayang, sungguh aku sudah tidak kuat menahan nya." Sena tak tega melihat wajah Dave yang menahan sakit, tapi bagaimana dengan dia
"Sayang," ntah apa yang merasuki Sena sehingga ia mengangguk kan kepala nya.
"Kamu yakin sayang?" tanya Dave memastikan
"Ya."
"Aku mulai, dan aku akan pelan-pelan agar kamu nyaman."
Dave bangkit dari tubuh Sena dan....
_
_
_
__ADS_1
_
Dan apa hayo?