
Berkali-kali Dave membangunkan Sena, tapi tak ada respon dari istri cantik nya. Mau tak mau Dave harus melakukan cara lain agar bisa segera kerumah orang tua nya
Dave mengambil tisu yang berada diatas nakas kamar itu, dan dengan telaten membersihkan inti istri nya yang penuh dengan ****** ***** nya dan Sena
Dan dengan sabar Dave memakai kan kembali pakaian istri nya dari dalaman sampai pakaian luar
"Dasar kebo, kalau sudah tidur kenapa malah seperti orang mati?" gumam Dave, sambil merapikan rambut Sena yang berantakan tak lupa ia juga memakai kan sepatu istri nya kembali
"Sekarang waktu nya kita rumah papah dan mamah sayang!" Dave mengangkat tubuh istri nya keluar dari ruangan itu dan menuju parkiran khusus
Sesampai nya dimobil Dave terlihat kesulitan membukakan pintu penumpang, tapi dengan sabar Dave mencoba nya sampai berhasil.
Setelah meletakkan tubuh Sena, Dave berlari kecil dan dan mendudukkan tubuh nya disamping Sena. Ia melirik kearah istri nya sebentar lalu mengecup kening dan pipi Sena bergantian. Selesai mencium Sena, Dave menjalankan mobil nya menuju rumah papah dan mamah nya yang cukup jauh dari kantor
Sekitar setengah jam menempuh perjalanan mobil Dave kini sudah terparkir dibagasi rumah mewah orang tua nya, selama diperjalanan tadi Sena sama sekali tidak terusik tidur nya
Ingin membangunkan tapi Dave kasihan melihat wajah Sena yang terlihat kelelahan, Dave merasa sedikit bersalah karna sudah membuat Sena seperti ini
Dave lebih memilih menggendong Sena lagi daripada harus membangun kan sang istri, toh istri begini juga karna ulh nya
"Den Dave, nona Sena nya kenapa?" tanya bi Siti yang membuka kan pintu untuk Dave
"Kecapean bi, mau bangunin aku gak tega" bi Siti tersenyum mendengar jawaban majikan nya ini, Dave terlihat begitu mencintai istri nya sama seperti sang papah yang sangat mencintai istri nya
"Aku ke kamar dulu ya bi!"
"Silahkan den,"
Dave melanjutkan langkah kaki nya menuju anak tangga yang menghubungkan kamar nya, saat melewati ruang santai Dave harus berhenti lagi saat mendengar suara sang mamah
"Sena kenapa sayang?" Veny berdiri dari duduk nya dan menghampiri Dave, dimana Sena berada dalam gendongan nya
"Hanya kecapean saja mah"
"Tidak kamu apa-apa kan?" Dave memutar bola mata nya malas, yang benar saja ia akan melakukan yang hal tidak-tidak kepada istri nya
"Ayolah mah, nggak mungkin kan aku mencelakai istri ku sendiri!"
__ADS_1
"Siapa tau kan sayang?" Veny melihat kearah wajah menantu nya yang terlihat begitu lelap
"Mah, biarkan Dave membawa menantu kita kedalam. Kasian Sena nya pasti kecapean"
"Iya pah"
"Bawa Sena masuk Dave, kamu pasti lelah menggendong nya seperti itu" ucap Davin, Dave menganggu kan kepala nya
"Dave pamit keatas dulu pah, mah." Dave menaiki anak tangga menuju kamar nya
Sesampai nya dikamar Dave meletakkan tubuh Sena dengan pelan diatas kasur, dan tak lupa melepas kan sepatu Sena agar istri nya itu nyaman
Dave memutuskan untuk mandi kembali, badan nya terasa gatal oleh keringat.
Saat Dave memasuki kamar mandi Sena membuka mata nya perlahan, ia mimpi begitu indah sampai tak mampu untuk membuka mata.
Sena melihat keseluruh ruangan yang terasa begitu asing bagi nya, ia mengucek mata nya lagi agar bisa melihat dengan jelas dimana keberadaan nya sekarang
"Kamar siapa sih ini? kok kayak nya tidak asing!" pusing dengan mengingat Sena memejamkan mata nya kembali. Wajar saja ia tidak begitu mengingat kamar Dave karna ia baru sekali masuk kekamar Dave
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Dave yang terlihat begitu Fresh, air yang berjatuhan dari rambut Dave terlihat begitu menggoda ditambah Dave hanya menggunakan handuk sebatas pinggang
"Sudah bangun? dan sudah puas memandang ku?" Sena gelagapan dan melirik kearah lain
"Aku akui aku memang tampan, dan kamu harus bersyukur karna sudah diberikan suami setampan aku."
"Kenapa kamu selalu menyebalkan sih?"
"Tidak papa sayang, aku begini hanya dengan mu saja." Sena mengulum senyum mendengar ucapan Dave
"Dave," panggil Sena
"Hmm, kenapa sayang? apa badan mu ada yang sakit?" tanya Dave menatap Sena sambil memakai pakaian nya
"Badan ku sakit semua, kamu sungguh seperti monster yang tak membiarkan aku untuk istirahat sejenak" Dave terkekeh mendengar penuturan Sena
"Salah siapa yang berani-berani nya membuat aku cemburu" Dave meletakkan kembali handuk ditempat nya
__ADS_1
"Kamu saja yang menganggap begitu, aku tak pernah punya niatan seperti itu"
"Kamu kan tau sayang aku kayak gimana, jadi kamu harus tau batasan agar aku tak marah dan menghukum mu seperti tadi"
"Hmm."
"Mandi gih, habis itu kita makan malam. Kamu belum makan dari siang kan?" Sena mengangguk
"Kita dimana sih? kok aku gak asing dengan kamar ini!"
"Kita dirumah mertua kamu sayang"
"Apa?" teriak Sena
"Kebiasaan, teriak-teriak kayak di hutan" Sena menyengir
"Kenapa baru bilang sekarang? kenapa gak bangunin aku tadi?"
"Cih, tidur sudah kayak orang mati gimana mau bangun! aku sampai capek membangun kan mu"
"Benarkah?" tanya Sena yang tak percaya
"Aku membangunkan mu lebih dari tiga kali, dan kamu tidak bangun-bangun."
"Maaf. Ini juga karna ulah mu" Dave tersenyum menyeringai
"Sudah cepat mandi sana!" Sena mengangguk dan turun dari atas kasur
Ia juga tidak ingin membuat kesan buruk dimata mertua nya.
_
_
_
Bantu vote dong kakak-kakak, terima kasih.
__ADS_1