Possesif CEO

Possesif CEO
Sweet Dream


__ADS_3

Dave menyodorkan lengan nya kepada Sena bermaksud agar Sena menggandeng lengan nya. Sena tersenyum melihat hal itu, dan dengan senang hati ia menerima lengan suaminya


Saat dipintu masuk Dave dan Sena sudah disambut baik oleh pegawai hotel, dan menuntut mereka menuju kamar yang spesial yang sudah James hias sesuai permintaan nya


Sena cukup terkejut saat masuk ke dalam salah satu kamar dimana disana sudah dihias dengan begitu romantis, sena menutup mulutnya ia tidak menyangka kalau Dave akan mengajaknya dinner di hotel nya dan disalah satu kamar mewah di hotel itu


Dave memberi kode kepada karyawan hotel yang mengantarkan mereka untuk pergi dari sana, karena ia tidak ingin istrinya tidak nyaman ada orang lain sana saat mereka bermesraan


"Dave ini benar-benar kamu yang menyiapkannya sayang?" tanya Sena yang sedang begitu terpana melihat apa yang berada disekeliling nya


Sepanjang pintu masuk sampai disebuah meja bundar yang sudah terdapat begitu banyak hidangan makanan mahal. Dan tempat tidur yang ditaburi banyak kelompok bunga mawar, tidak lupa ditengah-tengah nya dibuat bentuk love


"Silahkan duduk istriku!" Dave mempersilakan Sena untuk duduk, setelah Sena duduk barulah ia juga duduk tepat didepan Sena


"Aku merasa kalau akulah yang berulang tahun disini,"


Dave tersenyum mendengar ucapan istrinya. Ia membawa kedua tangan Sena kedalam genggaman nya dan dikecup nya jemari kiri kanan Sena


"Aku adalah kamu, Kamu adalah aku. Kita berdua saling melengkapi, jadi tidak perlu berbicara seperti itu lagi. Aku bahkan bisa melakukan seperti ini walaupun tidak dihari ulang tahun saja."


Sena menganggukan kepalanya, ia tahu kalau dirinya sudah salah bicara. Tapi ia merasa tidak enak karna dirinya sangat di spesialkan dihari ulang tahun suaminya


"Apa kamu suka dengan semua ini sayang?" tanya Dave yang ingin memastikan apakah Sena puas dengan semua yang telah ia siapkan


Sena mengangguk dengan tersenyum, membuat Dave yang melihat itu juga ikut tersenyum


"Ayo kita bersulang dulu," Dave mengangkat gelas yang sudah berisi wine itu mengajak Sena untuk bersulang.


Namun Sena terdiam saat mengingat dirinya sedang hamil, ia tidak mau mengambil resiko terjadi sesuatu dengan anaknya karna meminum minuman beralkohol


"Aku tidak bisa meminum itu sayang, maaf!" ucap Sena pelan yang tidak ingin menyakiti Dave. Dapat Sena lihat wajah Dave berubah kecewa, tapi dengan cepat pria itu mengendalikan nya

__ADS_1


"Oh tidak papa sayang, aku mengerti kok. Kalau gitu kita mulai makan saja ya." Sena mengangguk, lalu matanya berbinar melihat menu-menu lesat yang terdapat diatas meja itu


"Bolehkah aku menghabisinya Dave?" tanya Sena dengan mata berbinar, membuat Dave yang melihat itu terkekeh pelan


"Makan lah sayang, aku sengaja memesankan nya banyak."


Sudah mendapatkan persetujuan dari Dave, Sena dengan Kecepatan kilat langsung membubuhi kedalam piring nya berbagai lauk lesat. Dari udang, cumi, kerang, dll.


Dave terpana melihat pemandangan didepan nya dimana sang istri seperti orang kelaparan, namun Dave senang bisa melihat Sena makan banyak


"Pelan-pelan saja sayang aku tidak akan meminta nya." Sena mengangkat kepalanya, dan tersenyum dengan sekitaran mulut yang sudah belepotan


"Kamu sudah seperti orang yang 10 tahun tidak makan," ucap Dave, dan menjauhkan dirinya setelah selesai membersihkan sekitar bibir Sena


"Hehe maaf Dave, ini semua makanannya sangat enak jadi aku bawaannya laper." Dave hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, lalu ia mulai memakan makanannya kembali sambil tetap memperhatikan Sena yang terlihat begitu bahagia


Setelah semua makanan yang diatas meja itu habis, Sena mengeluarkan nafas kasar dengan mengusap perutnya yang kini terasa mau meledak


Sena mengangkat kepalanya dan tersenyum sambil tangan tetap mengelus perutnya. Ia juga tidak percaya melihat semua makanan yang begitu banyak diatas meja itu kini habis tanpa ada sisa. Dan itu hampir ia semua yang memakannya


"Sayang, ayo kita melihat pemandangan kota dari sana!" tunjuk Dave pada pintu yang langsung melihat keindahan kota Jakarta, Sena mengangguk lalu mengikuti Dave menuju balkon kamar yang ada disana


Sena cukup terkejut kala melihat sudah ada makanan penutup diatas meja yang ada di balkon kamar itu


"Makanlah jika kamu ingin memakannya, aku tidak marah kok jika istriku ini menjadi gemuk nantinya." Sena mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Dave yang tengah mengejeknya


"Oh sensitif sekali istriku ini, sudah seperti ibu hamil saja." Dave tertawa puas, ia pun melangkah semakin maju dan memegang pembatas balkon itu sambil mengadahkan kepalanya keatas untuk menghirup udara segar


"Ternyata Jerry bisa di andalkan juga untuk hal yang romantis begini, aku pikir orang jomblo tidak akan tahu untuk membuat semacam ini." ucap Dave dengan menikmati semilir angin malam yang menerpa wajah tampan nya


"Sayang!" panggil Sena lirih. Dan entah mengapa panggilan Sena itu membuat jantungnya berdesir, Dave pun membalikkan badannya menghadap Clara

__ADS_1


"Apa kamu menginginkan sesuatu sayang? Jika kamu ingin sesuatu aku akan memintanya kepada koki yang ada di hotel ini." tapi bukannya menjawab pertanyaan Dave, Sena malah memajukan dirinya menjadi semakin dekat dengan suaminya itu


"Selamat ulang tahun ya." ucap Sena dan memberikan kecupan pada kedua pipi Dave, dan terakhir Sena mengecup bibir Dave. Namun pada saat Sena akan menjauhkan kepalanya Dave malah menahan tengkuknya dan semakin memperdalam ciuman itu


Sena tersenyum melihat kelakuan suaminya yang tidak bisa diberikan sentuhan langsung saja merespon dengan cepat. Sena pun melingkarkan tangannya dipinggang Dave


Ciuman keduanya begitu panas ditambah lagi semilir angin yang menemani cumbuan keduanya. Tidak hanya disitu saja ciuman Dave turun menuju leher putih dan jenjang istrinya


"Da... Dave..." panggil Sena dengan susah payah karena Dave terus saja menyerang area lehernya


"Kita bisa dilihat orang kalau begini!" Dave seketika menghentikan aktivitasnya dan langsung mengangkat tubuh istrinya untuk masuk ke dalam


Setelah menidurkan Sena diatas kasur Dave kembali melangkah menuju pintu balkon dan menutupi pintu sekaligus menarik gorden kamar itu


"Aku meminta hadiah ku sayang," Dave pun dengan cepat menaggalkan pakaian yang mrlekat di tubuhnya dan melakukan hal yang sama pada Sena dengan tidak sabaran


Sena yang melihat itu hanya bisa menggeleng pelan, suamiku ini sungguh sangat mesum. Lihat saja dengan tidak sabaran nya ia langsung membuang bajunya sembarangan


Sesaat kemudian Sena mengingat akan kehamilannya yang masih baru itu, ia takut kegiatannya ini membahayakan janinnya


"Pelan-pelan saja ya." Dave mengangguk setelah itu ia langsung menyerang Sena tanpa henti. Begitu malam ini, mereka habiskan dengan bercumbu dan saling mengais kenikmatan setelah makan malam romantis


_


_


_


_


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2