Possesif CEO

Possesif CEO
Keluarga Alexander


__ADS_3

"Vano..." teriak wanita tua dengan tongkat sebagai penyangga tubuhnya yang sudah tidak kuat lagi untuk berdiri tanpa ada penyangga. Diva benci harus memakai itu karena ia merasa dirinya masih sangat muda. 63 tahun bukankah masih muda? Tapi dokter malah menyuruh ia untuk memakai tongkat sialan ini


Tidak lama dari itu langkah kecil anak berumur dua tahun lebih itu terdengar ditelinga wanita tua itu, iapun dengan cepat menoleh ke sumber suara dan kemudian tersenyum saat melihat wajah tampan cicitnya


"Cicit Nenek..." wanita tua yang tak lain adalah Diva itu segera mendekat kepada cicitnya


"Ayolah Mommy, Mommy sudah tidak bisa seperti dulu lagi yang bisa leluasa bergerak aktif!" peringat Davin saat melihat Mommy nya itu menunduk untuk mengambil Vano. Vano pun melirik Opa nya


"Memang nya kenapa Opa kalau Nenek bergerak aktif? Bukankah itu sehat untuk tubuh?" tanya Vano, sungguh sangat menggemaskan di mata Davin. Davin merendahkan tubuhnya dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh kecil Vano


"Dengar ya cucu Opa, tulang Nenek Diva sudah tidak sekuat saat dia masih muda. Jika dia menggendongmu yang gembul ini, Opa tidak akan bisa menjamin tulangnya akan baik-baik saja."


"Dasar anak nakal, biarkan Mommy bermain dengan cicit Mommy,"


"Aduh Mommy apa-apaan sih?.." Davin mengelus telinganya yang terasa panas


"Pergilah ke pujaan hatimu sana, bukankah kamu akan melupakan Mommy seandainya Vano tidak di sini?" Davin melirik kepada cucunya, dimana Vano sedang senyum-senyum sendiri melihat adu mulut antara ia dan Mommy nya


"Hei, kamu menertawakan Opa?" Davin menoel pipi gembul Vano


"No." jawab Vano cepat dengan wajah datarnya


"Dia benar-benar anak Dave ternyata, oh lihatlah wajah datar itu! Sama pesis saat Dave sedang dipergoki."


Vano mengangkat kedua alisnya menatap Davin, membuat Davin gemas oleh mata tajam itu.


"Jangan memandang Opa seperti itu, lebih baik kita ke meja makan saja." Davin pun menarik tangan Vano yang ada di genggamannya untuk ke meja makan. Meninggalkan Diva disana sendiri


"Dasar anak kurang ajar kau Davin, mengapa tuhan hanya membiarkan aku memiliki anak satu saja? Seharusnya kau ku bunuh sejak bayi kalau aku tahu sikapmu akan begini pada Mommy mu." Davin terkikik geli mendengarkan gerutuan Mommy nya, sedangkan Vano tak melepaskan pandangannya dari Nenek Diva


****


"Sayang," tangan besar Dave mengusap kedua pipi Sena yang masih begitu lelap dalam tidurnya. Dan dibalik selimut tebal itu tubuh Sena tidak memakai kain sehelai pun, dan itu adalah kerjaan Dave yang entah mengapa nafsunya sangat tinggi semenjak kehamilan Sena


"Papah, biarin Mamah tidur sebentar lagi, Mamah sangat mengatuk." ujar Sena dengan suara seraknya, iapun membalikkan tubuhnya memunggungi Dave. Dave tersenyum mendengar Sena berucap dengan memanggilnya Papah, istrinya itu akan manggilnya dengan itu jika sedang merayu


"Baiklah sayang, aku bakal biarin kamu tidur sebentar lagi. Tapi setelah aku selesai mandi kamu harus bangun."

__ADS_1


Cup


Dave memberi kecupan dikening dan perut besar Sena. Hari ini tepat seminggu ia dan keluarganya berada di Paris, dimana dirumah inilah ia tinggal selama 10 tahun lamanya


Dave memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, melihat Sena yang begitu sangat kelelahan itu membuat Dave tidak tega. Istrinya itu mudah lelah, tapi dirinya tidak tahu diri malah meminta sang istrinya untuk melayani nafsunya yang menggebu


Setelah beberapa menit Dave berada didalam sana, iapun keluar dengan menggunakan handuk putih yang hanya menutupi pinggang sampai lututnya. Dave melangkah menuju walk in closet. Disana masih terdapat banyak pakaiannya, mengingat dirinya yang tinggal disana cukup lama dan juga ia sering berkunjung untuk melihat perusahaan yang ia dirikan sendiri


Dave keluar dari sana menggunakan setelan santai, baju kaos putih yang terdapat logo singa melompat itu menjadi pilihan Dave, tidak lupa ia padukan dengan dengan celana setengah lutut berwarna coklat. Dave kembali melangkah mendekati ranjang, dimana sang istri masih betah berada didalam selimut tebal itu


Tanpa membangunkan Sena terlebih dulu, Dave menyibak selimut itu dan menggendong istrinya. Sena yang merasakan tubuhnya melayang ke udara itupun terperanjat, ia segera memegang perut bagian bawahnya. Dan dengan perlahan ia membuka matanya


"Dave.."


"Apa sayang?" jawab Dave tanpa merasa bersalah


"Kamu buat aku terkejut tahu enggak!" kesal Sena, pasalnya ia masih sangat mengantuk tetapi Dave malah mengganggunya


"Maaf ya, tapi aku enggak mau denger Nenek dan Mamah bertanya-tanya,"


"Ini juga salah kamu! Seandainya kamu enggak terus-terusan gempur aku, aku udah bangun sejak tadi." kesal Sena, pasalnya Dave lah yang membuat ia terlihat begitu sangat buruk di mata Nenek dan Mamah suaminya


"Terus mau nyalahin siapa kalau bukan kamu?"


"Ya kamu lah."


"Kok aku?!.." balas Sena tak terima


"Kamu yang setiap hari makin sexy, buat aku jadi enggak tahan."


Cup


Dave mengecup sekilas bibir Sena dan meletakkan sang istri di dalam bathub yang sudah ia isi air hangat dan sudah menyampurinya dengan sabun cair kesukaan sang istri


"Sejak kapan ini terisi air?" tanya Sena, membuat Dave gemas lama-lama


"Aku yang mengisinya saat mandi tadi sayang." jawab Dave sambil menuangkan sabun cair lagi ke tangannya dan menggosok ke punggung sang istri

__ADS_1


Memandikan Sena adalah salah satu kebiasaan Dave saat mereka selesai bercinta, karena Dave sudah pernah mengalami kejadian dimana sang istri tertidur di dalam bathub karena kelelahan. Dan ia tidak mau mengulangi kejadian yang mungkin bisa terjadi lagi, Dave takut itu akan membahayakan anaknya jika Sena berendam terlalu lama


"Kurang lebih dua bulan lagi dia akan lahir," ucap Dave sembari tangannya mengusap perut buncit Sena yang sudah membesar


"Sayang," Dave menatap wajah sang istri, ia kadang tidak mengerti kenapa istrinya itu akan memanggil ia sayang ketika ada maunya saja


"Katakan!"


"Aku..." Sena menggigit bibirnya dalam sambil menatap wajah sang suami


"Katakan saja sayang, aku tidak akan marah selama itu masih wajar." ucap Dave, karena terkdang istrinya itu meminta sesuatu yang tidak masuk akal. Dan Dave tidak mau kejadian dimana Sena mendiamkannya karena cemburu atas permintaan dari ia sendiri


Bagaimana tidak, Sena meminta dirinya untuk memeluk wanita lain dengan alasan permintaan dari anaknya. Padahal Dave sudah menolak, namun Sena terus memaksanya. Sampai pada akhirnya wanita itu sendiri yang menangis dan mendiamkan dirinya hampir lebih dua minggu


"Akuu..." Sena kembali menghentikan kalimatnya


"Katakan!" seru Dave yang mulai geram dengan tingkah istrinya


"Aku pengen lagi," Sena menundukkan wajahnya malu, dengan tangan Dave yang sedang mengusap punggung mulusnya


"Pengan apa?" tanya Dave bingung


"Ishhh kamu... Pura-pura enggak tahu, ya sudahlah." Sena merengut dan memunggungi sang istri. Dave terdiam dan mencerna kalimat Sena tadi, detik berikutnya ia tersenyum manis dan segera melepaskan kain yang melekat di tubuhnya


Mandi dua kali juga tidak apa-apa pikir Dave, jarang-jarang istrinya meminta duluan untuk disentuh


"Dave..." teriak Sena terkejut saat sepasang tangan meremas bagian depannya


"Ayo kita lanjutkan sayang, aku senang hati membawamu ke surga yang indah." Dave tersenyum mesum


"Dasar mesum!"


_


_


_

__ADS_1


_


Bersambung...


__ADS_2