
Kini Dave dan Sena sedang bersiap siap untuk menghadiri acara pembukaan hotel baru yang Dave bangun. Dave dan Sena memilih untuk memakai pakaian serba hitam
"Ini beneran sayang kita pakai warna serba hitam, apa tidak terlihat seperti orang mau takziah saja?"
"Tidak kok sayang. Kamu malah terlihat cantik dengan gaun hitam itu" Dave tersenyum melihat Sena yang berputar putar didepan cermin melihat penampilan nya
"Kamu sudah cantik sayang." Dave melangkah mendekati Sena dan memeluk tubuh Sena dari belakang
"Rasanya aku nggak rela kalau kamu dilihat orang"
"Dave, kamu ini kenapa sih cemburu banget kalau ada yang lirik aku?" Sena memegang tangan Dave yang melingkar di pinggang nya dan melihat wajah Dave yang juga tengah melihat nya dari cermin besar yang menampilkan tubuh mereka dari ujung kaki dan kepala
"Kamu terlalu cantik. Aku takut kamu direbut orang lain" Dave menyembunyikan wajah nya diceruk leher Sena, membuat Sena menggelengkan kepala
"Aku bahkan sudah menjadi milik kamu, jadi apa yang membuat mu takut jika pria lain melirik ku?" dengan spontan Dave mengangkat kepala nya
"Jangan mengatakan itu sayang. Aku tidak suka kau mengatakan pria lain didepan ku."
"Baiklah baiklah. Sekarang ayo kita berangkat, jam terus berjalan"
"Aku pemilik acara siapa yang akan memarahi ku"
"Tetap saja Dave."
"Biarkan aku mencium mu terlebih dahulu." Sena menggelengkan kepala nya lalu mengangguk
Dave tersenyum lalu mendekatkan wajah nya ke wajah Sena, lalu dengan lembut Dave mengecup bibir ranum milik istrinya yang sudah menjadi candu.
Yang awalnya hanya sebuah kecupan, kini ciuman itu terlihat menuntut dimana lidah Dave sudah menari nari didalam mulut Sena dan mengabsen semua isinya
Sena yang sudah mulai kehabisan nafas itu pun memukul punggung suami nya untuk menghentikan ciuman itu, tapi Dave seperti nya tidak peduli malah semakin menyesap bibir bawah dan atas Sena
Dirasa Sena tidak membalas Dave menjauhkan wajah nya lalu terkekeh melihat Sena tidak lagi merespon nya, Dave dengan perlahan melepaskan ciuman itu
Dilihat nya yang mengap-mengap mengais udara agar dirinya tidak sesak nafas, sedangkan Dave hanya terkekeh dan menyapu bibir Sena dengan jempol nya
"Bukan kah ini sangat panas sayang?" Sena menatap tajam Dave
"Panas kepala mu gundul, kalau aku mati bagaimana?"
"Jangan berlebihan sayang, karna aku tidak akan membiarkan mu mati jika tidak bersama ku" Sena mendorong dada Dave agar menjauh dari nya
"Lihat kan penampilan ku berantakan, kamu sih!" kesal Sena yang melihat rambut nya tadi sudah rapi kini kembali acak-acakan lagi karna ulah Dave
"Seperti aja kamu cantik. Bagaimana kalau rapi? kita dirumah saja ya sayang, aku jadi males mau ke pesta" ucap Dave yang kembali memeluk Sena dari belakang
"Nggak ada nggak ada. Ayo berangkat sekarang atau aku marah sama kamu." Sena melepaskan tangan Dave yang melingkar di pinggang nya dan mengambil tas yang berada diatas meja rias
"Mau jalan atau nggak?" tanya Sena yang melihat Dave tak bergeming
__ADS_1
"Ya iya."
****
Saat ini mobil yang dinaiki Dave dan Sena sudah sampai didepan hotel mewah yang akan dibuka mulai beso.
Disana sudah terdapat begitu banyak wartawan, dimana mereka ingin mendapatkan informasi tentang pembukaan hotel baru dan Sena
"Jangan gugup sayang. Anggap saja mereka tidak ada." ucap Dave yang melihat kegugupan di wajah Sena saat lampu kamre begitu silau saat menjepret
"Tuan muda Alexander, apakah itu istri anda yang bernama Serafina?" tanya salah satu karyawan dengan menyodorkan mic kecil kehadapan Dave, padahal peenjaga sudah menghalangi mereka
"Dan apa alasan anda menamai hotel baru anda ini dengan nama Cinta Alexander? bisa anda jelaskan?" tanya karyawan lain nya. Dan Dave hanya tersenyum membalas semua pertanyaan yang lainnya
Pegangan tangan Sena di lengan Dave semakin erat, membuat Dave menoleh kearah istri nya yang tengah menunduk.
"Baru sampai Dave?" sapa Radian Syah, orang yang berjasa dalam pembangunan hotel baru Dave
"Ya. Apakah aku terlambat?" Radian Syah tertawa, Dave lah pemilik acara ini. Lalu mata nya menangkap sosok wanita yang tidak asik disebelah Dave
"Bukan kah itu sekertaris mu?" tunjuk Radian dengan kode mata
"Ya dia sekertaris ku waktu itu. Tapi sekarang sudah menjadi istri ku" Radian manggut-manggut, ia pikir berita itu hanya hoax saja ternyata benar
"Ternyata berita itu benar."
****
"Ca, buat malu banget sih kamu" ucap pria yang bersama perempuan itu
"Hehehe, maaf Rik. Habis nya aku seneng bisa ketemu Sena lagi walaupun disini"
"Tapi nggak pakai teriak bisa kan?" Caca mengangguk, lalu menarik lengan Riko untuk Mendekat kepada Sena
Dari kejauhan Dave dapat mengenal siapa pria yang tengah ditarik paksa oleh sang perempuan, rahang nya mengeras dan ia menatap Radian tajam
"Siapa yang mengundang pria itu kesini?" Radian bingung pria yang Dave maksud, sampai pada akhirnya ia mengikuti arah pandang Dave
"Riko Maheswara?"
"Aku mengundang nya karna ia merupakan penerus dari perusahaan Maheswara, aku tidak akan mungkin mengundang orang tanpa tau siapa dirinya"
Sena melihat wajah Dave yang terlihat tidak suka dengan kehadiran Riko disana, ia mengcengkram lengan suami nya agar melihat kearah nya
"Kenapa sayang?"
"Kenapa kamu ngelihat teman aku kayak nggak suka? apa dia ada salah?"
"Kamu lupa sayang, kalau teman kamu itu menyukai bahkan mencintai kamu" Dave menegaskan ucapan nya
__ADS_1
"Sena!"
Sena menoleh saat mendengar suara Caca dibelakang nya, ia tersenyum dan memeluk tubuh Caca
"Kamu tambah gemuk aja semenjak nikah"
"Kok kamu tau kalau aku sudah menikah?" tanya Sena
"Ya tau lah, orang video klarifikasi suami kamu tersebar kemana-mana" Sena baru mengingat kalau Dave sudah melakukan Press Confrance
"Aku udah lama pengen ketemu kamu, tapi aku takut kamu sibuk" ucap Caca
"Maaf ya, aku jarang buka handphone sekarang. Kalau kamu mau, kamu bisa main kerumah ku aja ajak yang lain."
"Apa boleh?" tanya Caca sambil melirik kearah Dave yang terlihat tidak suka dengan kehadiran nya dan Riko
"Nggak papa kok. Malah aku seneng kalau ada teman dirumah."
"Oh ya sampai lupa, sayang kenalin ini Caca kalau yang itu Riko"
"Caca."
"Riko."
"Dave."
"Kamu kok bisa ada disini Ca?" tanya Sena
"Tuh diajakin dia, katanya nggak punya temen, ya sudah aku temenin. Eh malah ketemu kamu" Sena terkekeh, lalu mata nya kembali melihat kearah wajah Riko dengan tajam
"Sayang jangan seperti itu. Ini acara kamu lho" Dave melihat wajah Sena lalu tersenyum mengangguk, ia tidak mau istri nya malah lagi padanya
_
_
_
Dave
Sena
Aku promosi juga guys siapa tau ada yang mau mampir.
__ADS_1
Jangan lupa vote biar aku bisa up tiap hari.
Thank ya, dan maaf aku sedikit kecewa):