Possesif CEO

Possesif CEO
Bersembunyi II


__ADS_3

"Taraa! ini dia menu makan siang kita hari ini." Caca membawa dua piring ditangan nya yang berisi kan menu yang ia masak


"Wah kelihatan nya enak nih" Sena melihat dengan penuh minat pada menu buatan Caca


Mereka dua langsung menambahi makanan kedalam piring masing-masing dan memakan nya dengan lahap.


"Gimana rasanya? enak tidak?" tanya Caca kepada Sena


"Ini sih enak, wajar saja kamu punya cafe, masakan enak begini." puji Sena dengan mulut yang penuh makanan


"Berhubung kamu disini, gimana kalau kita ajakin anak-anak untuk kesini."


"Boleh juga, sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka." jawab Sena


"Kita habis kan dulu ini, setelah itu aku akan mengabari mereka digrup chat wa" Sena mengangguk


Kedua nya melanjutkan makanan yang sedang berada dipiring, dan tak butuh waktu lama piring kedua nya sudah bersih tanpa ada satupun yang tertinggal.


"Kenyang banget aku!" Sena memegang perut nya yang sudah kekenyangan


Caca membereskan semua alat makan yang kotor dan membawa nya ke wastafel untuk dicuci.


"Tolong bersihkan meja makan nya ya Se!"


"Iya, akan aku bersihkan sekarang juga"


****


Seorang pria muda kini sedang mengintai gedung apartemen milik Caca, dia sudah ke kediaman semua teman Sena tapi tak ada satu pun yang menunjukan tanda-tanda ada nya Sena disana


Dan tempat tinggal Caca ini lah yang terakhir yang belum ia intai, ia sudah menyuruh anak buah nya untuk melihat dari dekat


"Mau sampai jam berapa aku menunggu disini?" tanya Jerry yang sedang menunggu dimobil


Sejam, dua jam, tiga jam. Dan langit sudah terlihat menghitam menandakan sebentar lagi langit akan berganti malam.


Jerry mengambil handphone nya disaku celana dan menghubungi anak buah nya untuk menanyakan bagaimana keadaan disana.


"Bagaimana disana? apa kamu melihat ada tanda-tanda nya nona Sena, atau tidak teman nya?" tanya Jerry


"Maaf bos, tapi saya belum melihat ada nya tanda-tanda nona Sena ataupun teman nya, pintu apartemen nya masih tertutup rapat sejak tadi."


"Baiklah, terus pantau jika kamu melihat sesuatu kabari aku secepat nya."


"Baik bos." Jerry mematikan telpon nya


"Nasib-nasib, kalau jadi asisten ya begini, jangan kan mau mengajak cewek kencan, mandi saja belum." Jerry mencium ketiak nya kiri kanan


"Asem, pantas saja tidak ada yang mau dengan ku, sudah jelek bau lagi"

__ADS_1


Saat sedang sibuk mengasihani dirinya sendiri, netra Jerry tak sengaja melihat teman-teman Sena yang ia intai tadi turun dari satu mobil.


"Pirasat aku mengatakan sih, kalau nona Sena ada disini" buru-buru Jerry menghubungi anak buah nya kembali untuk memberi tau agar mereka sedikit menjauh dari unit apartemen Caca


"Hallo, apakah kalian saat ini sangat dekat dengan unit apartemen teman nona Sena?" tanya Jerry


"Iya bos, kami hanya beberapa langkah saja dari pintu apartemen teman nya non Sena"


"Segera lah menjauh sedikit, orang-orang yang kita intai tadi ada disini."


"Baik bos, kami mengerti."


"Apa yang dikatakan oleh bos?" tanya salah satu teman anak buah Jerry


"Bos menyuruh kita agar sedikit menjauh, orang-orang yang kita intai tadi ada disini"


"Ayo kita kesana agar tidak terlalu mencurigakan"


****


"Caca bilang Sena ada di apartemen nya kan?" tanya Tia kepada Reza dan Riko


"Iya, tumben sekali anak itu mau kumpul bareng kita, biasa nya kan dia banyak alasan" jawab Reza


"Sudah lah jangan menggosip, mungkin memang benar dia sibuk dan tak ada waktu untuk berkumpul dengan kita" jawab Riko


"Hmm." dehem Reza


Ceklek!


"Kalian sudah sampai? ayo masuk!" Caca mempersilakan ketiga nya masuk


"Dimana tu anak?" tanya Reza tuba-tiba


"Siapa?"


"Sena lah, memang nya siapa lagi orang yang berada di apartemen mu ini selain kamu dan Sena?"


"Weshh santai ngapa? tuh dia ada didalam." Caca menunjuk dengan memajukan bibir nya


Reza terlebih dahulu masuk kedalam dan menuju ruang santai saat melihat ada seseorang yang duduk menghadap kearah televisi


"Serafina!" teriak Reza, Sena yang merasa dirinya dipanggil langsung menengok kebelakang dan betapa terkejut nya melihat ketiga teman nya sudah berada disana


"Kalian!" Sena bangkit dari sana dan memeluk teman-teman nya secara bergantian.


"Kamu apa kabar? sudah lama banget kita tidak bertemu!" tanya Reza, sedangkan ketiga teman nya yang lain hanya memutar bola mata jengah, berbeda dengan Sena yang terkekeh melihat Reza tidak pernah berubah dari dulu


"Aku baik-baik saja, kamu lihat bukan apa aku ada yang kurang?" Reza melihat Sena dari kepala sampai ujung kaki

__ADS_1


"Tidak ada sih, tapi,.." Reza menggantung kan kalimat nya


"Tapi apa?" tanya Sena penasaran


"Kamu tambah cantik." puji Reza


"Kamu bisa aja" jawab Sena malu


"Ayo duduk dulu Ti, ko! kalau menunggu Reza selesai dia tidak akan selesai" Riko dan Tia mendudukan tubuh nya diatas sofa, begitu pun Sena dan Reza


"Tunggu ya, aku buatkan minuman dulu." Caca langsung berlalu dari sana


"Oh iya Sen, kamu kok bisa ada disini? biasa nya kamu selalu ada alasan kalau kita orang ajak ngumpul" tanya Tia, yang sedari tadi penasaran


"Panjang cerita nya, nanti aku jelasin"


"Sekarang aja kenapa sih Sen!" seru Reza


"Nanti saja ya, malas aku tu kalau sudah nyeritain nya"


"Iya deh."


"Aku cuma ada nya ini guys, soal nya stok makanan dan minuman aku sudah habis." ucap Caca yang kembali dari dapur membawa orange juice dan beberapa cemilan


"Ini saja sudah cukup kok Ca." jawab Tia


"Riko dari tadi kok diem aja?" tanya Sena yang melihat Riko tak bersuara


"Biasa lah Sen, kalau sudah bertemu kamu dia seperti orang bisu," celetuk Reza, Riko menatap Reza tajam


"Hehehe maaf ko, aku bercanda kok."


"Memang nya aku harus apa?" tanya Riko beralih menatap Sena


"Nggak ada kok." Jawab Sena lalu tersenyum manis sebentar, setelah itu ia beralih menatap televisi yang sedang menyala


Riko yang mendapat senyuman dari Sena seketika jantung nya langsung berdegup kencang seperti sedang marathon, pandangan nya tetap tak lepas dari Sena


"Cantik." batin nya, sudah hampir satu tahun tidak melihat Sena, dan wanita itu sudah banyak perubahan


"Ekhemn," deheman Reza mengagetkan Riko, Riko yang merasa terganggu langsung memberikan tatapan tajam lagi kearah Reza dan lagi-lagi hanya dibalas cengengesan dari pria itu


Tia dan Caca hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua nya yang tidak pernah akur


_


_


_

__ADS_1


_


Jangan lupa vote nya ya


__ADS_2