
Sena bangun sangat pagi, ia akan mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajiban nya terlebih dulu sebelum melanjutkan aktivitas yang lainnya. Sena menatap sendu kasurnya dan Dave, hanya dirinya seorang lah yang tidur diatas kasur itu. Dave setelah keluar itu memang tidak kembali lagi
Sena memutuskan untuk melakukan ibadah dulu saja, baru ia akan mencari dimana suaminya itu tidur semalam. Dengan pikiran yang tenang Sena melakukan ibadahnya
Tidak butuh waktu lama Sena sudah menyelesaikan ibadahnya. Dan setelah berdoa sebentar, Sena melepas mukenahnya dan melipat kembali agar tidak kusut
"Kamu jangan rewel ya hari ini sayang, Mamah mau mencari Papah dulu." ucap Sena pada janin nya, ia pun melangkah menuju pintu untuk keluar dari dalam kamar
Sena melangkah menuju anak tangga, ia pikir mungkin saat ini Dave sedang berada diruang gym. Tapi saat Sena melewati ruang kerja suaminya itu ia tidak sengaja melihat pintu ruangan itu terbuka
"Tumben pintu ini terbuka, apakah Dave lupa menguncinya?" gumam Sena, ia pun melangkahkan kakinya kesana untuk mengecek apakah benar Dave lupa mengunci pintunya
Krekk..
Suara pintu itu terdorong dan terbuka semakin lebar. Sena terpaku ketika melihat wajah pulas suaminya diatas sofa yang berada didalam ruangan itu
Entah mengapa Sena menjadi merasa bersalah karena telah menyusahkan suaminya kemarin hingga suaminya itu pulang malam. Bahkan ketika suaminya itu datang pun ia sambut dengan tingkah anak kecil yang sedang marah kepada ayahnya karena tidak mendapatkan apa yang ia mau
Dave menggeliat saat tangan Sena mengusap keningnya, tetapi ia tidak terbangun dari tidurnya seakan usapan di keningnya itu adalah nyata. Dan Dave merasakan nyaman untuk itu
"Maafkan Mamah dan dede bayi ya Pah, Papah pasti capek banget seharian mencari buah rambutan," ujar Sena pelan, ia tersenyum ketika alis suaminya terangkat bergantian
Cukup lama Sena disana memperhatikan wajah Dave dan tangan yang tidak berhenti mengusap kening suaminya. Merasa sudah cukup lama berada disana Sena pun memilih untuk turun ke bawah.
Ia akan membuatkan sarapan untuk Dave, mengingat kemarin suaminya itu tidak bekerja karena dirinya, kali ini Sena tidak mau suaminya berlibur lagi hari ini
"Tumben Nyonya sudah bangun sepagi ini!" seru Bi Ina yang sedang merapihkan dapur, Sena memberikan senyum tipisnya pada Bi Ina
"Nggak tahu nih Bi, mungkin bawaan bayinya kali ya," ujar Sena sambil berjalan menuju lemari es yang ada disamping Bi Ina
"Orang hamil mah memang begitu Nya, mood nya berubah-ubah."
"Aku juga merasakan hal itu Bi, lihat saja karena mood ku yang sangat tidak terkontrol Dave jadi marah," Sena mengerucutkan bibirnya ke depan jika mengingat kembali kejadian malam tadi, ditambah Dave yang tidak tidak didalam kamar
"Nikmati saja Nya, jika usia pernikahan sudah puluhan tahun nanti, Nyonya akan rindu dengan masa-masa ini!"
__ADS_1
"Wahh.. Bener juga apa yang Bibi katakan, mungkin saja nanti aku tidak akan bisa merasakan seperti ini lagi. Tapi apa tidak bosan bertengkar terus Bi?" tanya Sena polos, wajar saja dirinya tidak pernah menjalin cinta sama sekali. Mungkin sewaktu kuliah ada kakak tingkat yang ia sukai, namun kakak tingkat itu sama sekali tidak melirik dirinya
"Bukankah setelah bertengkar pasangan akan sayang-sayangan? Jika romantis terus bosen lah tidak ada warna kehidupan rumah tangganya." jawab Bi Ina yang seperti sudah ahli dalam percintaan. Sedangkan Sena yang sedang membersihkan cumi itu menghentikan sejenak kegiatannya dan tertawa pelan mendengar ucapan pembantu rumah tangganya itu
"Bibi bisa saja deh!" seru Sena, tidak mau banyak mengobrol Sena langsung menyiapkan bumbu-bumbu untuk menumis
"Butuh bantuan Nya?" tanya Bi Ina yang tidak enak hati melihat majikannya membuat menu sarapan itu sendiri
"Tidak apa-apa Bi, bukankah saya sudah terbiasa memasak sendiri?" Bi Ina mengangguk pelan, ia pun mencari pekerjaan lain dan meninggalkan Sena sendiri yang tengah serius dengan makanannya
****
"Uhh..." keluh Dave dan merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku karena semalam dirinya tidur diatas sofa
"Pakai acara ketiduran segala, badan sudah serasa remuk semuanya lagi!" Dave memijat pinggangnya yang terasa ingin patah, lalu pandangannya tertuju pada pintu yang kini semakin terbuka lebar dari sebelumnya
"Perasaan pintunya semalam tidak selebar itu terbuka, tapi kenapa pagi ini jadi selebar itu?" gumam Dave bertanya-tanya
"Bodok lah, yang penting masih hidup." ucap Dave yang tidak mau mempermasalahkan pintu itu
Dave mengedarkan pandangannya saat matanya tak menangkap adanya Sena diatas kasur, kasur itu nampak terlihat rapi dan bersih
"Orangnya kok nggak ada! Biasanya pagi-pagi begini sedang tidur," gumam Dave pelan
"Mandi saja dulu kali ya biar seger,"
*****
"Huh!" Sena menghapus keringat yang menempel di dahinya. Niat awal hanya ingin menumis cumi lada hitam dan tempe mendoa, tapi ia malah menambah menu yaitu salmon goreng. Sena menelan ludah ketika membuka lemari pendingin untuk mengambil tempe malah tidak sengaja ia melihat ada stok ikan salmon
"Selesai!" Sena tersenyum puas melihat hasil karyanya pagi ini, setelah menguras waktu cukup lama berkutat di dapur kini Sena bisa bernafas dengan lega
"Sekarang tinggal bangunin Papah deh sayang!"
"Aku disini jadi nggak perlu repot-repot untuk panggil aku,"
__ADS_1
"Ohh.. Emm, oke." Sena menundukkan kepalanya saat melihat tatapan datar Dave yang tertuju kepadanya, Sena merutuk dirinya sendiri yang tadi banyak gaya tapi kini malah ciut
Sena menelan salivanya kasar ketika sepasang sepatu ada tepat didepan kakinya, kini bukan hanya jantung Sena yang berdetak begitu kencang, tapi tubuhnya juga pun bergetar dengan hebat. Sena memejamkan matanya erat ketika merasakan Dave memegang tengkuknya
Cup.
Tubuh Sena melemah saat dugaan nya salah. Sena pikir tadi Dave akan memberikannya tamparan ataupun ceramah untuk yang tadi malam, tapi ternyata bukan itu. Dave malah memberikan kecupan di bibirnya
"Itu hukuman karena kamu sudah buat aku marah tadi malam."
"Maaf," ucap Sena dengan mata yang masih terpejam
Cup.
Dave mengecup lagi bibir istrinya dan memberikan ******* singkat sebelum melepasnya. Sena membuka matanya dengan berkedip-kedip sehingga Dave yang melihat itu tidak mampu menahan tawanya
"Kamu lucu kalau seperti itu," Sena kembali menundukkan kepalanya, ia tidak bisa janji tidak menerkam Dave saat melihat Dave sangat tampan ketika sedang tertawa atau tersenyum
"Jangan menutup wajah cantik kamu sayang," Dave mengangkat dagu Sena dengan jari telunjuk nya
"Dan jangan ulangi lagi yang semalam, jika kamu tidak ingin melihat kegilaan ku." ucap Dave tegas, dan dengan sendirinya Sena mengangguk
"Bagus."
_
_
_
_
Bersambung...
Ngomong-ngomong author tercinta kalian ulang tahun loh... Sebagai hari yang spesial ini boleh ya aku minta vote nya. jangan lupa juga follow ig aku dan ig novel aku.
__ADS_1
Thank you so much.