Possesif CEO

Possesif CEO
Panggilan


__ADS_3

Sena bangun terlebih dahulu dibanding kan Dave, saat akan membangun kan tubuh nya bagian perut nya terasa berat, mata Sena pun beralih kebawah melihat tangan Dave yang tengah memeluk pinggang nya possesif


Dengan pelan-pelan Sena mencoba menurunkan tangan Dave dari pinggang nya, tapi bukan nya lepas pelukan itu malah semakin erat.


"Biarkan seperti ini dulu" bisik Dave dengan suara serak nya


"Dave, ini sudah siang, kamu mau kita terlambat?" Sena tetap berusaha melepaskan tangan Dave


"Aku bos nya Sena, siapa yang berani memarahi ku kalau kita terlambat?"


"Aku Dave bukan kamu, mungkin mereka tidak akan berani memarahi mu tapi aku, tidak mungkin mereka tidak membicarakan aku."


"Bilang sama aku kalau ada yang berani memarahi mu atau menghina mu, akan aku beri pelajaran mereka semua"


"Kamu ini tidak mengerti juga ya!"


"Diam lah, aku masih mengantuk." Sena pun membiarkan Dave melanjutkan tidur nya dengan ia yang berada dipelukan lelaki itu.


Setelah dirasa sudah cukup lama Sena menyingkirkan tangan Dave, meraih handuk kimono dan memasuki kamar mandi


Dave terusik oleh suara gemercik air yang berasal dari kamar mandi, mata nya pun mengerjap beberapa kali membiasakan penglihatan nya.


Dia bangun dari posisi tidur nya dan menyender di kepala kasur Sena, dilirik nya jam yang berada diatas nakas


"Masih jam setengah tujuh dan dia sudah mengganggu tidur ku." Dave menguap, menandakan ia masih ngantuk


krett..


Suara pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Sena dengan handuk kimono yang menutupi tubuh nya dan handuk yang lain ia gunakan untuk mengeringkan rambut.


Sena tidak melihat kearah kasur, dimana Dave yang menatap nya tanpa berkedip, Sena berjalan kearah lemari untuk mengambil pakaian nya, posisi Sena saat ini tengah memunggungi Dave


Grep..


Jantung Sena seketika seperti berhenti berdetak, bagaimana tidak tangan Dave kini sudah melingkar sempurna dipinggang nya, dan itu sedikit membuat Sena merinding


"Dave, bisa kamu lepaskan tangan mu? aku risih"


"Kamu berniat menggoda ku?"


"Tidak. Aku tidak berniat menggoda mu, aku pikir tadi kamu sedang tidur."


"Tapi saat ini aku sudah bangun bahkan sedang memeluk mu" jawab Dave dengan sensual, membuat bulu halus Sena meremang


Cup!


Kecupan basah Dave berikan dileher putih jenjang milik Sena, dan itu sukses membuat Sena terpekik


"Dave, kamu ini!"


"Kenapa?"


Cup! cup! cup!


Berkali-kali Dave mengecup leher Sena, dan itu benar-benar membuat Sena geram


"Dave!" teriak Sena


"Hahaha ya iya, baiklah aku akan mandi dulu." Dave melepaskan pelukan nya sebelum yang didalam sana semakin berontak

__ADS_1


"Kamu memiliki salinan? makanya ingin mandi?"


"Ada dimobil ku. Nih, tolong ambilkan" Dave menyerahkan kunci mobil kepada Sena


"Aku tidak mau, ambil sendiri memang nya aku pembantu mu?" Sena melengoskan kepala nya kearah lain


"Hey lihat aku!" Dave memegang kedua pipi Sena


"Dengar kan aku, jangan pernah menyebutkan dirimu pembantu, kamu bukan pembantu ku kamu adalah calon istri ku. Maka sekarang ambil kan pakaian suami mu ini sayang" blush, seketika pipi Senang memerah


"Apa ini? calon istri ku merona" goda Dave


"Dave, jangan menggoda ku terus."


"Baiklah-baiklah, aku mandi dulu." Dave memasuki kamar mandi Sena


Begitu pun Sena, setelah Dave masuk kekamar mandi ia menggunakan pakaian santai lalu turun kebawah mengambil pakaian Dave yang berada didalam mobil


"Selalu saja seperti itu." gerutu Sena sambil berjalan kearah mobil Dave yang terparkir di bastment


"Ini dia," Sena menemukan apa yang sedang ia cari


Setelah mendapatkan apa yang ia cari dengan cepat Sena kembali ke unit nya, sesampai nya dikamar ia melihat Dave sudah berdiri menghadap jendela dengan rambut basah dan handuk yang melilit dipinggang.


"Lama sekali" ucap Dave tanpa melihat Sena


"Ini pakaian mu cepat pakai." Sena menaruh nya diatas kasur


"Kamu mau kemana?" tanya Dave melihat Sena yang memutar tubuh nya bersiap untuk melangkah


"Aku akan membuat kan mu sarapan"


"Tingkah mu sudah seperti anak kecil saja, pakai sendiri kamu masih punya tangan."


"Sena, pakaikan atau kamu aku kurung disini tanpa bisa keluar"


"Brengsek!" gumam Sena


"Mulut mu, sampai aku mendengar nya lagi tak ada kata ampunan untuk mu"


"Gila, mimpi apa aku bisa mencintai orang gila seperti mu?" Sena berjalan kearah Dave dan mulai memakaikan baju kemeja ke tubuh Dave


"Aku tidak sabar menunggu hari pernikahan kita" ucap Dave seraya menunduk melihat Sena yang tengah mengancing kankemeja nya


"Kenapa tidak sabar?"


"Rasa nya aku ingin memakan mu saat ini juga."


"Enak saja, kamu pikir aku makanan" jawab Sena polos


"Bukan itu!"


"Lalu apa kalau bukan itu?"


"Membuat bayi-bayi yang lucu, dan aku tidak sabar menunggu waktu itu tiba"


"Dasar mesum!" Sena memukul lengan Dave, tapi dibalas tawa lepas oleh Dave


"Kamu lanjut kan, aku akan membuat sarapan." Sena menuju dapur dengan wajah memerah ulah perbuatan Dave, bisa-bisa di pagi hari dia menyebalkan seperti itu

__ADS_1


"Dasar orang gila" Sena memulai acara masak nya


Butuh waktu dua puluh menit untuk Senang memasak menu sarapan mereka, dan kini semua nya sudah siap.


"Dave, cepetan kesini ini sudah masak!"


"Kamu hobby banget ya jerit-jerit, anak telinga ku bisa pecah lama-lama"


"Cepat makan aku malas berdebat dengan mu."


Kedua nya memakan sarapan yang sudah dibuat kan oleh Sena, setelah selesai Sena membereskan lalu mengganti pakaian kantor nya


"Sudah siap?" tanya Dave saat Sena sudah didepan nya dengan pakaian rapi.


"Iya."


****


Dave keluar dari mobil sport nya diikuti oleh Sena dibelakang nya, semua karyawan disana menunduk memberi hormat kepada pemimpin mereka


Sena memencet lift khusus untuk CEO dan menekan angka tiga puluh dimana itu merupakan letak ruangan sang bos.


Ting!


Tungkai Dave keluar dari dalam lift itu menuju ruangan nya, tapi belum sempat ia membuka pintu itu Dave berbalik badan membuat Sena menabrak dada bidang nya


"Auww." Sena mengelus kening nya yang terbentur dada bidang Dave


"Ck! kamu berjalan sambil melamun kah?"


"Bapak saja yang tiba-tiba berhenti dan berbalik badan" jawab Sena dengan terus mengusap kening nya


"Bapak, bapak! kamu pikir saya bapak kamu hah?" Dave mengusap kening Sena, menggantikan tangan Sena


"Terus aku harus panggil apa dong?"


"Sayang ku, my hubby, atau suami ku."


"Jadi suami aja belum sudah minta dipanggil suamiku"


"Latihan sayang" lagi-lagi Dave membuat pipi Sena merona hanya karna dipanggil sayang


"Lihatlah pipi mu merah, kalau begitu panggil aku sayang mulai sekarang kalau sedang diluar, dan aku tidak menerima penolakan." Sena yang tidak bisa apa-apa dihadapan Dave pun menganggukan kepala nya mengiyakan keinginan Dave


"Bagus." Dave mencium kening Sena


_


_


_


_


Dave & Sena



Tolong bantu aku dengan tinggalkan jejak.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2