Possesif CEO

Possesif CEO
Kuda-kudaan


__ADS_3

Dave menggenggam erat tangan Sena dan tetap terus berjalan melihat pemandangan pasar malam yang tengah mereka datangi pada malam hari ini. Sena pun tampak bahagia melihat beberapa permainan, dulu ketika ia kecil ia hanya bisa melihat dari kejauhan karena dirinya tidak mampu untuk membeli tiket masuk, namun sekarang semua tiket yang dijual disana dapat ia beli.


Tapi rasanya tidak akan sama lagi, karena apa saja keinginannya sekarang baik itu harga murah maupun mahal ia bisa langsung membelinya tanpa harus bekerja terlebih dulu. Dave menoleh saat istrinya menarik tangannya, ia melihat kemana arah pandangan istrinya melihat. Dapat Dave lihat banyak anak kecil tengah mengantri untuk naik kuda-kudaan


"Sayang!" panggil Dave, namun Sena begitu serius menatap anak-anak yang begitu antusias menunggu giliran mereka


"Kamu ingin naik itu juga sayang?" tanya Dave kepada sang istri


"Iya?" Sena menolehkan kepalanya menghadap Dave, ia menatap suaminya dengan bertanya. Tapi suaminya itu malah tersenyum manis kepadanya


"Aku bertanya apakah kamu ingin naik permainan itu?" tanya Dave dengan menunjuk permainan yang sedari tadi dilihat oleh Sena. Sena punya mengikuti arah yang ditunjuk oleh Dave suaminya


"Kita akan ditertawakan oleh orang-orang jika menaik permainan itu," ucap Sena tersenyum kecil, suaminya itu ada-ada saja pikirnya


"Tidak apa sayang, aku tidak perduli orang akan berkata apa bukan mereka yang memberi kita makan."


"Sayang, Dave aku tidak mau!" teriak Sena saat Dave menarik tangannya untuk bermain permainan kuda-kudaan


"Aku booking setengah jam," ucap Dave kepada pemilik permainan tersebut. Pria paruh baya itu melihat Dave dan Sena bergantian, baru ia menjawab


"Aduh Tuan, maaf banget saya tidak membiarkan anda untuk membooking permainan ini karena pengunjung sedang sangat ramai." jawab pemilik permainan tersebut, Dave menoleh ke sampingnya.


"Jika aku bayar segini apakah kamu tetap tidak mau?" Dave menunjukkan segepok uang berwarna merah kepada pemilik permainan itu


"Sayang," panggil Sena, Dave meletakkan jari telunjuknya diatas bibir. Dave tersenyum melihat mata pria di hadapannya ini tengah membesar dan terlihat susah menelan salivanya sendiri


"Bagaimana? Apakah kamu tidak tertarik dengan ini?" tanya Dave sekali lagi


"Jika kamu tidak tertarik tidak apa, aku bisa menyimpan kembali ke dalam saku." ujar Dave, namun saat ia akan memasukkan ke dalam sakunya, suara pemilik permainan itu menghentikan tangannya

__ADS_1


"Baiklah Tuan baik, anda bisa memakai permainan ini untuk 30 menit. Saya akan mengembalikan uang orang-orang yang sudah membayar terlebih dahulu." ucap orang itu dan mendekati beberapa pengunjung yang sedang mengantri.


"Apa tidak berlebihan sayang? Kamu menghabiskan uang hanya untuk bermain ini." ucap Sena kepada suaminya. Dave yang sedang melihat pemilik dari permainan tersebut mengalihkan atensinya ke samping menatap wajah cantik sang istri


"Tujuan aku kerja adalah menafkahi keluarga kecilku, jika anak istriku bahagia maka aku juga akan bahagia. Uang ini tidak ada apa-apa sayang, tidak sebanding dengan rasa cinta dan kesetiaan yang kamu berikan ke aku, baik itu masih menjadi sekretaris ataupun sudah menjadi ibu dari anakku."


Blushh.


Wajah Sena memerah dengan pujian yang Dave lontar kan kepadanya. Ia tidak percaya Dave akan mengatakan hal semanis itu ditengah keramaian seperti ini, ditengah kebisingan yang sedang mereka kunjungi suaminya mengatakan sesuatu yang mampu membuat pipinya memerah.


Bukan hal aneh lagi bagi Sena jika Dave bisa berkata manis seperti ini, namun suaminya itu masih sempat-sempatnya berkata manis saat mereka harus meninggalkan putra tunggal mereka bersama dengan Opa dan Oma nya dirumah. Sena terkekeh dengan kelakuan dirinya dan suami


"Huuuu..." sorok beberapa pengunjung yang telah mengantri karena pemilik dari permainan tersebut mengembalikan uang mereka. Terlihat sang pemilik permainan tadi berlari kearah Dave dan Sena setelah mendapat soerokan dari para pengunjung yang kecewa


"Tuan dan Nyonya bisa memakainya, silahkan!" pria paruh baya tersebut mempersilahkan Dave dan Sena untuk memakai permainan yang telah mereka sewa dengan uang yang tidak sedikit nilainya.


"Terima kasih banyak ya Pak, maaf sudah membuat anda disoraki oleh pengunjung lain." ucap Sena begitu sangat lembut. Dave yang melihat dan mendengar itu begitu sangat memuja istrinya


"Aku sangat beruntung memiliki kamu, tuhan mengirimkan aku bidadari yang begitu cantik hatinya dan juga fisiknya. Dan aku sangat berterima kasih untuk itu." batin Dave menatap wajah istrinya dari samping


"Tidak apa Nyonya, saya sangat membutuhkan uang. Saat ada orang lain yang menawarkan uang banyak hanya untuk menikmati permainan murahan ini, saya merasa tuhan telah mengirimkan kepada saya seorang malaikat." jawab pria paruh baya itu


"Jangan berlebihan seperti itu, anggap saja ini rejeki kamu malam ini." Dave menepuk bahu pria tersebut dan segera menarik tangan Sena untuk menikmati permainan kuda-kudaan yang mampu menarik perhatian sang istri selain dirinya. Sementara pemilt permainan itu menghidupkan mesin agar permainan kuda-kudaan itu hidup dan berputar-putar


"Astaga!" Sena sempat terkejut saat kuda yang ia duduki bergerak ke bawah dan ke atas dengan berputar, tapi dengan cepat Sena mengatasi keterkejutan nya dengan menikmatinya


"Sayang, aku tidak tahu kalau naik ini akan semenyenangkan ini," teriak Sena dengan menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat Dave. Sedangkan Dave yang melihat istrinya sejak tadi hanya bisa tersenyum tipis


"Bagaimana aku tidak tergila-gila dengan kamu Serafina, hanya dengan hal sekecil ini kamu bisa tersenyum sebahagia itu. Sangat berbeda jauh dengan wanita-wanita yang pernah aku temui, kamu adalah satu-satunya wanita yang mampu membuat aku seperti ini." batin Dave yang masih sangat setia memperhatikan istrinya dari belakang, Dave tersenyum manis saat Sena menoleh lagi ke belakang

__ADS_1


****


"Hah... Malam ini sungguh begitu sangat seru. Bagaimana bisa kita yang baru menjadi orang tua bisa meninggalkan anaknya sendiri dengan Opa dan Oma nya dirumah. Sedangkan kedua orang tuanya tengah asyik bermain diluar." Sena menggelengkan kepalanya, satu botol air mineral ada di tangannya


"Papah dan Mamah malah senang sayang kita meninggalkan baby Vano dengan mereka. Lagian juga tidak setiap saat kita menikmati waktu berdua tanpa ada gangguan dari si reseh itu."


"Sayang, ternyata masih ya!"


"Hehhe.. Bercanda sayang." Dave mengecup pipi istrinya singkat


"Ingin pulang?" tanya Dave, Sena menganggukan kepalanya


"Kamu bahagia malam ini sayang?" tanya Dave sambil berjalan keluar dari pasar malam itu


"Bahagia, tapi aku lebih bahagia saat ada kamu dan baby Vano." Dave menoleh ke samping menatap istrinya


"Aku juga lebih bahagia dengan adanya kalian di hidup aku." Sena tersenyum kecil, ia membalas menggenggam tangan Dave dengan kedua tangannya


"Dan aku juga mencintaimu..."


_


_


_


_


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2