
Perlahan jemari lentik itu terangkat dengan gemetar dengan air mata yang tak berhenti mengalir menatap punggung tegap yang ada didepan matanya, orang itu adalah Serafina
Sena mencoba menyentuh suaminya yang akhir-akhir ini tidak ia kenali, Sena tidak tahu apa yang merasuki tubuh Dave sampai pria itu berubah 90%
"Apa salah aku sampai kamu bersikap seperti ini? Hati aku sakit sayang harus berpura-pura baik-baik saja di depan semua orang, aku mohon tolong kembali seperti dulu, menjadi pria yang begitu mencintaiku dan begitu posesif." ucap Sena di sela tangisnya, ia mengusap air matanya kasar dan memutuskan untuk membalikkan badannya
Sedangkan Dave yang sejak tadi hanya berpura-pura tidur membuka matanya, ia mendengar isak tangis dan kalimat yang begitu sangat sakit jika di dengar. Dave membalikkan badannya menatap tubuh ringkih sang istri yang saat ini bergetar menyembunyikan tangisnya
Hati Dave berdenyut melihatnya, ia sangat membenci wanita yang ia cintai menangis karena perbuatannya
"Huhhh..."
Dave terperanjat saat mendengar sang istri menghela nafas berat dan menyingkap selimut yang membungkus mereka. Dave pun segera membalikkan badannya lagi dan berpura-pura tertidur kembali
Sena menoleh ke arah suaminya yang masih berada di posisi yang sama, ia merasa tadi seperti ada yang memperhatikan dirinya, tetapi rasanya tidak mungkin saat melihat Dave begitu sangat nyenyak dalam tidurnya
__ADS_1
"Mungkin perasaan aku saja." gumam Sena, wajah sembab nya cukup membuat siapa saja yang melihatnya tahu kalau ia saat ini sedang tidak baik-baik saja
Setelahnya ia melangkahkan kakinya menuju pintu, puas menangis membuat tenggorokan nya kering, dan stok air mineral di kamarnya sudah habis, mau tidak mau Sena harus turun ke bawah
*****
Disini lah Sena saat ini, di taman yang cukup menyejukkan ia tengah duduk melamun sambil memikirkan apa yang saat ini tengah terjadi dengan rumah tangganya. Sena mencoba memahami semua keadaan yang begitu rumit ini
"Kenapa selalu saja ada ujian ya tuhan, sebenarnya apa yang kau inginkan dari hidupku? Bisakah aku bahagia? Atau memang aku tidak di izinkan untuk bahagia?" gumam Sena menatap tinggi langit-langit
Ia tidak ingin menjadi egois seperti dulu lagi, karena itu mungkin bisa menyakiti hati banyak orang termasuk dirinya, ada kedua anaknya dan juga mertuanya
Akhir-akhir ini kepalanya terasa berat dan tubuhnya seringkali tak seimbang jika berdiri terlalu lama. Entahlah mungkin dirinya terlalu banyak berpikir jadi ia tidak memperhatikan kesehatannya
Krek
__ADS_1
"Siapa itu?" kejut Sena kala mendengar suara benda mati yang terinjak oleh seseorang. Sena memutar kepalanya kesana kemari, namun ia tak menemukan apapun
Namun seketika ia bergidik sendiri sambil mengusap tengkuknya dan berlari masuk kembali ke dalam rumah megah itu dengan sedikit berlari
Saat Sena sudah benar-benar masuk, muncul lah Dave dari tempat persembunyian nya. Ternyata bunyi tadi berasal dari ranting kering yang di injak
Dave memandangi pintu yang membawa ke taman itu dengan tatapan yang sulit di artikan
"Sebentar lagi sayang, aku mohon tunggu sebentar lagi."
_
_
_
__ADS_1
_
Bersambung...