
"Ya, tunggu sebentar!" teriak Sena dari dalam kamar, ia yang sedang memberi makan anaknya harus menghentikan kegiatannya anaknya yang masih sibuk menyedot pucuk dadanya
"Nanti lagi ya sayang, Mamah lihat siapa yang ada didepan pintu kamar kita." ucap Sena kepada anaknya yang tengah menatapnya dengan mata besar. Seakan mata itu mengatakan mengapa Mamah nya itu menarik sumber makanan dari dalam mulutnya
"Jangan menatap seperti itu sayang, nanti akan lagi ya. Sekarang kita lihat siapa orang didepan." ujar Sena dan segera beranjak dari atas kasur untuk melihat siapa seseorang dibalik pintu tersebut
Ceklek
"Nenek! Ayo masuk!" Diva tersenyum dan mengangguk, iapun masuk setelah Sena mempermasilahkan dirinya untuk masuk
"Nenek ingin bermain dengan baby Vano?" tanya Sena
"Tentu saja sayang, Nenek tidak akan ke sini terus. Jika Nenek tidak menghabiskan waktu dengan cicit Nenek sekarang, Nenek akan menyesal jika sudah berada disana." jawab Diva
"Papah dan Mamah masih dibawah?" tanya Sena dan menyerahkan putranya ke dalam gendongan Diva
"Entahlah, tadi mereka berpamit akan keluar sebentar," Diva tersenyum saat melihat mata cicitnya terbuka besar menatap wajahnya dari jauh
"Cicit Nenek sudah tampan ya," ucap Diva kepada cicitnya yang sudah tampan dan harum itu
"Sudah Nek, Vano sudah mandi siang." jawab Sena tersenyum memandang Putra nya yang begitu senang itu. Terlihat dari baby Vano yang menjulurkan lidahnya dan memberikan senyumnya
****
Dave terus berbincang-bincang tentang urusan perusahaannya yang ada di Paris dengan kedua anak buah yang ia tugaskan untuk mengelola perusahaannya. Dave sangat senang mendengar keberhasilan Michael menangani masalah yang tengah dihadapi oleh perusahaannya pada saat itu, walaupun dengan waktu yang cukup lama namun Dave tetap menghargai usaha Michael
"Aku sangat memuji kemampuan mu, aku memang sudah menduga kalau kamu adalah orang yang pas untuk aku jadikan penggantiku selama aku tidak ada." ujar Dave, Michael yang tengah menyuapi makanan ke dalam mulutnya itu tersenyum miring
"Tentu saja, aku bukan hanya bawahanmu Dave. Tapi aku juga merupakan orang penting disana." Dave menganggukkan kepalanya dua kali sebagai respon dari ucapan Michael
__ADS_1
"Yeah... Aku tahu itu." ujar Dave dan dan memasukkan daging sapi yang sudah ia potong-potong menjadi kecil ke dalam mulutnya
"Kapan kalian tiba di Indonesia?" tanya Dave yang memang tidak tahu kedatangan kedua temannya
"Pagi tadi." jawab Joni, Dave menghentikan tangannya yang akan menusuk daging menggunakan alat makan yang ia pegang
"Mengapa begitu kebetulan dengan kedatangan Nenek?" batin Dave
"Ada yang salah Dave?" tanya Michael yang melihat Dave tengah melamun. Dave tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Michael
"Ah tidak ada, aku hanya sedang memikirkan istriku." jawab Dave tersenyum kecil
"Tapi Dave..."
"Ya, bagaimana?" tanya Dave saat melihat wajah Michael tengah menginginkan sesuatu
"Kamu harus membayar semua usaha yang telah aku lakukan untuk petusahaanmu." Dave menghentikan kunyahan mulutnya dan meletakkan alat makannya diatas piring
"Bayaran apa yang kamu maksud? Apakah selama ini uang yang aku berikan kepada kalian berdua tidak cukup? Apakah kurang banyak?" tanya Dave, Michael dan Joni menggelengkan kepala
"Lalu bayaran apa yang kalian maksud?" tanya Dave lagi, ia ingin tahu bayaran seperti apakah yang diinginkan oleh kedua orang dihadapan nya saat ini
"Aku ingin kamu mencarikan kami wanita cantik di Indonesia ini." mulut Dave ternganga lebar, telinganya terasa tilu saat Michael memintanya untuk mencarikan wanita cantik untuk kedua temannya itu
"Jadi tujuan kalian datang ke sini hanya untuk ini?" tanya Dave, lagi-lagi kedua orang itu mengangguk
"Ini misi kami berdua datang ke Negara ini, mencari istri cantik yang berasal dari Negara ini." jawab Joni yang diangguki oleh Michael
"Ada apa kalian tiba-tiba begini? Ke mana wanita-wanita cantik dan sexy yang ada disana? Mengapa harus menginginkan wanita dari Negara ini, bahkan wanita di Negara kalian lebih segalanya dari Negara ini."
__ADS_1
"Sangat cerewet sekali, tapi mengapa istrimu bisa secantik dia." Michael menggelengkan kepalanya, ia masih tidak percaya jika istri Dave bisa secantik itu.
"Secantik itu, apa kamu sudah pernah melihat istriku?" Dave memicingkan matanya kepada Michael dan Joni
"Tentu saja aku tahu, maka dari itu aku ingin mempunyai istri yang berasal dari Negara ini." jawab Michael santai
Brakk.
Dave menghantam meja tersebut menggunakan tangan kirinya. Michael fan Joni yang terkejut itu hanya bisa saling pandang satu sama lain
"Dimana kalian melihat istriku?" tanya Dave dengan nada suara yang begitu datar.
"Membuat jantungku hampir meloncat dari tempatnya saja." ujar Joni mengelus dadanya yang berdebar kaget saat Dave menggebrak meja yang mereka duduki
"Tenang-tenang, tahan emosi agar makanan yang kamu makan tidak keluar lagi dari dalam perut itu." Dave menepis tangan Michael ketika tangan itu akan menyentuh dirinya
"Hoho... Santai bro, aku tidak suka dengan wanita bersuami. Jangan khawatir." ucap Michael tersenyum
"Lalu bagaimana kamu bisa tahu dengan istriku?" tanya Dave
"Dari..."
_
_
_
_
__ADS_1
Bersambung...