
"Keluar yuk! gak asyik kalau kita cuman ngumpul disini doang" ucap Reza tiba-tiba
"Boleh juga tuh!" jawab Caca antusias
"Aku sih ikut kalian saja" jawab Tia
"Kalian berdua bagaimana, mau tidak?"
Ketiga nya menatap Sena dan Riko bergantian, Sena dan Riko saling pandang dan melihat kearah mereka kembali sambil mengangguk kan kepala
"Kok bisa bareng gitu ya?" goda Reza kepada kedua nya
Pletak!
"Aww sakit beg*. Apaan sih Ca getok-getok kepala aku?" Reza mengusap kepala yang terasa sakit oleh pukulan teman nya, sedangkan Caca tidak merasa bersalah
"Aku akan bersiap dulu. Kamu bagaimana Sen?"
"Apa?" tanya Sena
"Kamu ingin memakai baju itu!" tunjuk Caca kepada Sena
"Oh iya aku lupa, kalau begitu tolong pinjam kan aku baju mu."
"Ayo ikut aku kekamar! kami akan bersiap kalian tunggu lah sebentar."
Setelah sepuluh menit bersiap Sena dan Caca sudah kembali lagi kehadapan teman-teman nya
Riko tercengang melihat penampilan Sena yang terlihat lebih cantik dari tadi, bahkan mata nya tak sedikit pun lepas memandang Sena.
"Apa ada yang aneh dengan penampilan aku?" tanya Sena kepada Riko, karna sedari ia keluar tadi Riko menatap nya dengan tatapan yang tak terbaca
Ketiga teman nya mengikuti arah pandang Sena yang tertuju kepada riko, mereka menggelengkan kepala melihat Riko yang selalu saja seperti itu terhadap Sena
"Hey! kamu kesambet apaan?" Tia menepuk bahu Riko membuat sang empu terkejut
"Hah? ada apaan ti?" tanya Riko yang belum mengerti
"Itu Sena tanya, apa ada yang aneh dengan penampilan nya sampai kamu menatap nya seperti itu" Riko melirik kearah Sena
"Nggak kok, dia kelihatan cantik malam ini."
"Huu, Riko memang seperti itu!" seru Reza lalu berdiri dari duduk nya
"Ayo Sen, kelamaan keburu malam ntar!" Reza menggandeng lengan Sena, dan Sena tak mempermasalah kan itu, sebaliknya malah ia terhibur dengan ada nya Reza yang selalu membuat suasana jadi ceria. Bahkan Sena pun melupakan mungkin Dave sedang mencari nya.
Keempat orang itu keluar dengan canda tawa. Berbeda dengan satu orang lainnya yang wajah nya terlihat begitu masam.
****
"Eh tong, itu nona Sena kan?"
"Yaa kamu benar! itu nona Sena. Kalau begitu aku akan memberi tau bos dulu." orang itu segera menghubungi nomor bos mereka
"Hallo, ada kabar apa?" tanya Jerry langsung
__ADS_1
"Bos, nona Sena dan teman-teman nya baru saja keluar."
"Ok. Aku akan mengikuti mereka. Kalian kembali lah."
"Baik bos."
****
"Ok. Misi kita selesai." ucap Jerry girang
Ia memperhatikan orang-orang yang keluar dari gedung apartemen itu, dan mata nya menangkap lima orang yang sedang berjalan dan bersenda gurau
"Kemana mereka pergi, aku harus ikuti mereka." Jerry menstater mobil nya dan menjalankan mobil nya pelan mengikuti mobil yang membawa Sena
Sedangkan didalam mobil yang membawa Sena dan teman-teman nya, kini sedang sibuk berpendapat akan kemana mereka
"Kita ketempat biasa saja." ucap Riko yang sedari tadi diam mendengarkan ocehan teman-teman nya
"Restauran korea?" tanya Reza
"Hmm." dehem Riko
"Ya sudah kita kesana, let's go!" teriak Reza yang berada di kursi penumpang bersebelahan dengan Riko yang sedang mengemudi
"Kebiasaan. Mau membuat orang yang berada didalam mobil ini tuli?" tanya Riko datar
"Yee, biasa aja kali muka nya gak usah dibuat-buat gitu juga." jawab Reza
"Sudah diam! aku malas mendengar suara mu, brisik."
"Wah, sudah lama banget aku tidak kesini." ucap Sena ketika turun dari mobil
"Kamu saja yang diajakin gak pernah mau" jawab Tia
"Bukan gitu lho ti, tapi ada sesuatu hal yang gak bisa aku tinggalin."
"Memang nya apaan sih?" tanya Reza penasaran
"Ya sudah kita masuk dulu, akan aku jelasin sambil kita makan." ucap Sena
****
Berbeda dengan Dave yang sedang berada di apartemen Sena, ia ingin makan tapi ingin makan makanan yang dimasak langsung oleh Sena, menunggu juga percuma Sena tidak akan pulang seperti nya.
"Lebih baik aku delivery, dari pada aku mati kelaparan, kan tidak lucu kalau ada berita CEO muda dari keluarga Alexander ditemukan tewas karna kelaparan dengan status bujang." ucap Dave membayang kan
"Tidak-tidak, aku tidak boleh mati sebelum menikah dengan Sena dan memiliki anak yang banyak." Dave tersenyum, dan itu tak berlangsung lama
"Tapi tunggu dulu! berbicara soal anak. Lucu kali ya kalau aku dipanggil daddy, ah ingin nya segera punya baby." Dave terlihat begitu girang dengan khayalan nya
Ia mengambil handphone nya dan mencari-cari menu yang akan ia makan untuk malam ini.
"Ini terlihat enak,"
"Ini juga."
__ADS_1
"dan ini juga, kalau begitu aku akan memesan ketiga-tiga nya." Dave memesan tiga menu untuk makan malam nya.
Setelah itu ia berbaring diatas sofa sambil menunggu pesanan nya tiba
"Apakah Jerry sudah menemukan dia?" Dave menerawang langit-langit ruangan itu
Saat sedang larut dalam pikiran nya, handphone yang berada digenggaman nya bergetar, ia langsung melihat kelayar itu dan benar saja nama Jerry yang tertera disana, Dave mendudukan tubuh nya dan mengangkat telpon dari Jerry.
"Hallo!"
"Hallo bos, nona Sena sudah ketemu. Dia sedang bersama teman-teman nya saat ini."
"Kamu menemukan nya dimana?" tanya Dave
"Di apartemen teman nya yang bernama Caca."
"Apa disana ada laki-laki?" tanya Dave penasaran
"Ya bos, nona Sena bersama dua teman laki-laki dan dua teman perempuan nya."
"Shitt" gumam Dave
"Awasi selalu dia, dan foto kan semua yang dia dan teman-teman nya lakukan.
"Baik bos." Dave mematikan telpon nya, ia kesal ketika mendengar apa yang Jerry katakan.
****
"Benar kah? ya ampun beruntung banget kamu Sen. Pantas saja kamu kalau kita ajak kumpul selalu nggak bisa, ternyata ada yang lebih menarik" goda Tia, Sena telah menjelaskan semua kepada teman-teman nya, kenapa ia tidak pernah ada waktu untuk berkumpul
"Sorry guys, bukan aku tidak mengingat kalian tapi tuntutan pekerjaan aku yang membuat aku nggak bisa" jawab Sena dengan memakan makanan nya
"Tuntutan apa tuntunan?" goda Caca, memang lah Sena belum memberi tau mereka bertiga kalau dia akan menikah dengan bos nya
"Ehh," kaget Sena saat ada tangan yang menyentuh ujung bibir nya
"Aku hanya membersihkan sisa makanan mu." Riko menunjukan ibu jari nya yang terdapat sisa makanan Sena
"Terima kasih." senyum Sena, yang dibalas senyum manis Riko
"Pepet terus!" seru Reza sambil menyendokkan makanan nya kedalam mulut.
"Tamat lah engkau nona Sena." ucap Jerry yang berhasil mengabadikan moment Riko dan Sena tadi.
_
_
_
_
Jangan lupa vote nya ya semua nya
Salam hangat dari aku untuk kalian semua.
__ADS_1