Possesif CEO

Possesif CEO
Astaga Setan!


__ADS_3

"Sayang, aku pulang!" teriak Dave diambang pintu. Dave mengedarkan pandangannya siapa tahu istrinya ada di ruang tamu ataupun keluarga


"Nyonya ada di kamar tuan!" seru Bi Ina yang nucul dari arah dapur. Mendengar suara orang berteriak membuat Bi Ina sedikit terkejut dan berlari untuk melihat siapa seseorang yng berteriak dirumah mewah ini


"Oh di atas ya Bi, kalau begitu saya naik keatas dulu ya!" pamit Dave dan berlalu dari sana menaiki anak tangga menuju kamarnya dan Sena


"Astaga setan!" teriak Dave ketika membuka pintu kamarnya mendapati Sena sedang maskeran, Sena yang posisinya ingin keluar dari kamar itu spontan membuat suaminya terkejut


"Dave!" Dave yang membelakangi pintu kamarnya itu seketika terkejut mendengar suara sang istri dari belakang dengan perlahan dan dengan jantung yang masih berdebar dengan begitu kencangnya Dave membalikan badannya menghadap pintu masuk kamarnya lagi


"Sayang, kamu membuat aku jantungan saja!" Dave mengelus dadanya untuk mengurangi jantungnya yang berdebar seperti lari maraton saja


"Kamu tega banget bilang istri sendiri setan," cemberut Sena akan teriakan Dave tadi yang mengatakan kalau dirinya adalah setan


"Maaf sayang! Habisnya kamu mengagetkan aku saja, lagi pula ngapain sih maskeran siang-siang begini?" tanya Dave heran karena setahunnya orang maskeran itu saat akan tidur ataupun sehabis makan malam saat sedang santai


"Iya mana aku tahu tiba-tiba saja pengen maskeran. Lagi pula nggak ada yang marah kan kalau aku maskeran siang hari?"


"Emang nggak ada yang marah, tapi jantung aku serasa mau copot karena melihat muka sudah serba hitam seperti hantu." batin Dave, ia pun memberikan senyum tipisnya agar Sena senang


"Kamu kok tumben siang seperti ini sudah pulang? Memangnya tidak bekerja?" tanya Sena, perasaannya ini masih jam makan siang untuk para pekerja, tapi kenapa suaminya ini malah ada disini


"Sengaja pulang cepet," jawab Dave santai dengan membawa istrinya untuk masuk ke dalam kamar


Sena mengangkat alisnya tidak mengerti dengan arti sengaja yang Dave katakan. Apakah suaminya itu memiliki acara lain sehingga masih siang hari begini sudah pulang atau memang sudah tidak ada pekerjaan lagi di kantor


"Sudah jangan mengira-ngira, aku pulang karena kita akan kedatangan tamu spesial hari ini." jawab Dave. Sena mengikuti arah kode mata Dave


Sena memberikan senyum paksanya dan melakukan apa yang suaminya itu perintahkan yaitu membuka pakaian kerja suaminya

__ADS_1


Pertama yang Sena lakukan adalah membuka sepatu suaminya, barulah ia membuka jas sera kemeja yang melekat pada tubuh Dave


"Aku ambil baju gantinya dulu ya," Dave mengangguk pelan, selama Sena mengambil pakaian gantinya Dave meluarkan ponselnya untuk melihat apakah ada pesan yang masuk atau tidak


****


Berbeda dengan Dave yang sedang berganti baju, kini di ruangan santai yang terbilang cukup besar untuk satu orang, pria tampan nan gagah sedang mengirimkan pesan pada rekan bisnisnya yang mungkin sudah bisa di anggap teman


Radian Syah, itulah pria yang tengah sibuk mengetik pesan di ponsel pribadinya. Setelah sedikit memaksa Dave akhirnya rekn bisnisnya itu mau juga menjamu dirinya dan wanita pujaannya. Dan tentunya Radian juga memaksa kekasih barunya untuk ikut bersama dengan dirinya untuk makan siang bersama dirumah Dave, licik nya Radian tidak mengatakan mereka akan makan siang dirumah Dave


"Hei, aku sudah selesai nih!" seru seorang wanita yang tak lain adalah kekasih Radian. Pria itu mendongakkan kepalanya dan dibuat menganga ketika melihat wanita yang ia sebut sebagai kekasihnya itu sangat cantik


"You are very pretty," ucap Radian menggigit bibir bawahnya, sungguh sangat panas kekasihnya siang ini menggunakan jeans sobek-sobek dan atasan yang bisa Radian katakan itu adalah tanktop


"Jadi kamu mau sama aku karena aku cantik aja nih! Kalau aku jelek kamu nggak mau sama aku, gitu ya?" tanya kekasih Radian dengan raut wajah sedih


"Nggak kok sayang nggak! Kamu jangan berbicara seperti itu, aku nggak pernah punya pikiran seperti itu." ujar Radian yang tidak mau kekasihnya itu berpikiran buruk tentang dirinya. Radian akui dirinya memang jatuh cinta pada sahabat rekan bisnisnya sejak malam itu, dimana malam grand opening hotel mewah milik keluarga Alexander


"Eh... Jangan dong! Sudah cantik begini masak nggak jadi jalan!"


Kekasih Radian yang tidak lain adalah Caca sahabat Sena itu memerah saat Radian mengatakannya cantik. Caca menundukkan kepalanya sebentar untuk menghilangkan panas yang mendera pipinya saat ini


"Emm.. Tapi sayang,.." Caca mengangkat kepalanya ketika Radian tidak melanjutkan kalimatnya


"Kenapa?" tanya Caca, ia tahu kalau kekasihnya itu ingin mengatakan sesuatu tapi terlihat takut untuk mengatakannya


"Katakan saja!" seru Caca saat Radian tak kunjung berbicara. Ia menunggu apa yang akan dikatakan oleh pria yang berumur 26 tahun itu padanya


"Apa kamu tidak memiliki baju yang lain? Aku pikir baju yang kamu pakai saat ini adalah pakaian dalam setelah penutup itu..." Radian sengaja tidak menyebutkan merk yang mungkin Caca sudah mengerti, terlihat dari wajah Caca yang merah karena malu

__ADS_1


"Ahh baiklah, aku akan memakai blazer agar tidak memakai ini saja." ujar Caca, dan berbalik badan untuk kembali menuju kamarnya


Seperginya Caca dari ruangan itu, Radian menepuk dahinya dan merutuki kebodohannya yang telah begitu berani mengatakan langsung, dimana mungkin Caca akan malu untuk itu


"Bodoh kamu Radian! Percuma sekolah tinggi dan bekerja di perusahaan sebagai pemimpin kalau bicara saja tidak berpikir dua kali." Radian menepuk-nepuk dahinya lagi


****


"Siapa sih tamunya? Sepertinya sangat penting sampa-sampai harus masak banyak gini?" tanya Sena kepada Dave yang sedang menunggu istrinya memasak


"Aku kan menyuruh Bibi yang memasak sayang, malah kamunya yang masak!" seru Dave, perasaannya tadi dirinya meminta tolong dengan Bi Ina dan pembantu rumah tangganya yang lain untuk memasak, tapi saat turun ke bawah ia malah mendapati istrinya yang memasak


"Kamu kan tahu kalau aku nggak suka ada yang masak kalau kamu juga ikut makan nanti, kalau kamu nggak makan ya aku nggak masalah Bibi semua yang masak."


"Ihh so sweet banget sih!" Dave bangkit dari kursi pantry dan melangkah mendekati sang istrinya yang sedang sibuk mengoseng makanannya


"Muachhh... Biar semangat masaknya ya sayang. Aku mau ke depan dulu, siapa tahu tamunya sebentar lagi datang." ucap Dave lalu berlalu dari sana meninggalkan Sena yang kini tersenyum-senyum sendiri ulah Dave


"Paling bisa deh buat orang berdebar gini," wajah Sena memerah saat mengingat kecupan manis yang baru Dave berikan kepadanya


"Fokus Sena jika tidak mau tamu mu makan makanan gosong."


_


_


_


_

__ADS_1


Bersambung...


Nggak ada yang vote. Hanya dua orang saja, kalau besok nggak ada yang vote aku up bulan depan lagi ya.


__ADS_2