
Hari ini Sena memutuskan untuk kedokter kandungan, ia ingin memastikan saja apakah benar gejala yang ia alami adalah gejala orang hamil
Dan saat ini Sena sedang menunggu giliran nama nya dipanggil. Selama duduk di kursi tunggu pandangan Sena selalu terarah ke perut nya
"Atas nama ibuk Sena!" Sena mendongak saat namanya dipanggil ia pun segera bangkit dan masuk kedalam ruangan sang dokter
"Silahkan duduk buk." dokter itu tersenyum melihat Sena lagi, dokter itu adalah dokter yang memberitahu dan menangani kehamilan pertama Sena
"Apa kabar ibuk Sena?" tanya dokter itu tersenyum kepada Sena
"Seperti yang dokter lihat." dokter itu mengangguk, dan langsung menuliskan nama Sena dibuku pasien nya
"Jadi apa yang membawa ibu kesini?"
"Begini dok, akhir-akhir ini saya merasakan aneh pada diri saya,"
"Aneh yang bagaimana buk?"
"Saya sering merasa mual saat sedang mencium sesuatu."
"Contohnya?"
"Makanan, parfum, dan masih banyak lagi. Dan saya juga sering menginginkan ini dan itu setiap saat." dokter itu tersenyum mendengar penjelasan Sena
"Ibuk sudah haid bulan ini?" Sena terlihat sedang mengingat
"Astaga! sudah hampir dua bulan saya tidak datang bulan dok!" Sena baru ingat, kenapa ia tidak kepikiran soal datang bulan nya
"Jadi dok,"
"Kita coba test dulu ya." dokter itu menyerahkan testpack kepada Sena, dan menyuruh nya untuk kekamar mandi yang ada didalam ruangan itu
Sena pun mencoba nya dan setelah hampir satu menit ia keluar dari dalam kamar mandi itu.
"Kita tunggu dua menit lagi ya." Sena mengangguk dan mencoba menenangkan jantung nya yang berdegup kencang
Jantung Sena semakin berdebar saat melihat dokter itu membuka penutup testpack yang Sena gunakan tadi, melihat wajah dokter itu biasa saja setelah melihat hasil dari test itu membuat Sena menunduk sedih
Ia sudah tau jawaban nya dengan melihat ekspresi wajah sang dokter. Sena terlalu berharap dia akan hadir lagi diperut nya
"Selamat ya ibu Sena, ibu positif hamil lagi." Sena menatap tak percaya dokter dihadapan nya ini, tak terasa air mata keluar dengan sendiri nya
"Dokter serius? benar kah saya sedang mengandung?" dokter itu mengangguk lalu menyerahkan testpack itu pada Sena
Sena menutup mulut nya dan menangis dengan haru melihat dua garis merah, yang itu artinya ada janin didalam perut nya
"Terima kasih ya tuhan sudah memberikan aku kepercayaan lagi untuk bisa mengandung." batin Sena
"Kita lakukan USG saja ya untuk meyakinkan ibu." Sena mengangguk lalu mengikuti arahan dokter
__ADS_1
****
Jerry sedang menemani Dave untuk mengecek perkembangan hotel baru nya, Dave puas melihat hotel yang belum ada setengah tahun itu begitu ramai
"Bisakah kamu atur untuk aku dan Sena agar bisa makan malam disini?" tanya Dave pada Jerry yang berada disebelah nya
"Dan aku juga ingin satu kamar royal suite, karna aku ingin besok adalah hari yang indah untuk aku dan istriku." ucap Dave dengan senyum yang mengembang, mengingat besok adalah ulang tahun nya yang ke-28
"Baik bos, saya akan menyiapkan semuanya sesuai dengan keinginan anda." jawab Jerry
Setelah puas memantau hotel baru nya, Dave memutuskan untuk kembali kekantor
****
Sepulang dari rumah sakit, Sena tak henti-hentinya tersenyum, membuat Bi Inah yang melihat itu merasa khawatir dan heran
"Nona tidak papa?" tanya Bi Inah mendekati majikan nya
"Ehh Bibi, aku nggak papa kok Bi,"
"Bibi kira non ada apa-apa," Sena menggelengkan kepala nya
"Kalau begitu bibi kebelakang dulu ya non!" saat bibi akan berbalik, Sena memanggil Bibi kembali
"Bibi tunggu," Bi Inah yang belum berlalu dari sana itu pun langsung berbalik
"Ya non? ada yang non butuhkan?"
"Ini tanggal 14 non, memang nya ada apa?" Sena tampak sedang berpikir sebelum mulut nya membulat membentuk huruf O
"Oh astaga, ini bulan Mei Bi?" Bi Inah menganggukkan kepala nya
"Kalau begitu terima kasih ya Bi." Bi Inah melihat kearah Sena yang berlari kecil menaiki tangga
"Ada-ada saja istrinya tuan Dave." gumam biar Inah sambil menggelengkan kepala nya, dan berlalu dari sana
****
Didalam kamar Sena tampak mondar mandir dengan meremat remat jemari nya, ia sedang memikirkan sesuatu
"Apa yang harus aku berikan?" tanya Sena, dengan menggigit ujung kuku nya
"Ahh, lebih baik aku memberikan itu saja," Sena mengambil tas yang ia gunakan ke rumah sakit tadi, dan tersenyum melihat dua benda ditangan nya
"Kamu sudah mempunyai segala nya, tapi tidak dengan yang ini," gumam Sena, ia pun segera mencari kotak yang dapat membungkus kedua benda itu
****
Dave melihat jama dipergelangan tangan nya, setelah nya ia segera mematikan komputer dan menyambar jas yang berada dibalik punggung nya.
__ADS_1
Dan saat Dave sedang merapihkan jas nya, Sheila, sekertaris nya itu masuk kedalam ruangan nya
"Ada apa?" tanya Dave, saat melihat sekertaris nya sudah berada didepan nya
"Saya ingin memberikan berkas-berkas ini pak," Dave melihat beberapa berkas ditangan sekertaris nya
"Letakkan saja diatas meja saya."
"Baik pak." setelah meletakkan berkas itu diatas meja kerja Dave, Sheila melihat kearah Dave
"Saya akan pulang duluan, jika pekerjaan mu sudah selesai, kamu boleh pulang."
"Emm,.. Pak," Dave yang akan berjalan keluar itu pun berhenti
"Masih ada lagi?" tanya Dave
"Kerah jas anda kurang rapi," Dave yang mendengar itu pun mencoba memperbaiki kembali
"Bukan disitu pak," ucap Sheila, yang melihat tangan Dave tidak sampai pada bagian belakang
"Kalau begitu tolong bantu aku!" Sheila menjadi gugup saat Dave meminta nya untuk menolong nya. Dengan perlahan Sheila memajukan langkah nya, dan dengan tangan yang gemetar kedua tangan Sheila menuju leher bagian belakang Dave
Tubuh Dave yang tinggi membuat Sheila sedikit berjinjit, membuat wajah nya tepat diceruk leher Dave
"Sudah?" tanya Dave, sedikit menunduk untuk melihat wajah Sheila. Sheila mengangguk dan menurunkan kedua tangan nya, tapi saat akan mundur kebelakang tubuh Sheila menjadi tak seimbang dan dengan sigap Dave melingkarkan tangan nya dipinggang Sheila dan tangan Sheila pun mencengkram kuat jas Dave
Posisi seintim ini membuat jantung Sheila berdebar begitu kencang, wajah tegas dan tampan Dave benar-benar membuat nya meleleh. Seakan tersadar Sheila langsung cepat berdiri dengan benar dan mundur berapa langkah dari hadapan Dave
"Maafkan saya pak, saya benar-benar tidak sengaja," Dave merapihkan kembali jas nya yang sedikit kusut dibagian depan nya
"Tidak papa, lain kali hati-hati." setelah itu Dave pergi dari ruangan nya meninggalkan Sheila sendiri disana
"Astaga, jantung ini kenapa tidak mau berhenti sih?" gumam Sheila sambil meletakkan tangan nya didepan, sesaat kemudian ia tersenyum mengingat kejadian tadi
_
_
_
_
Bersambung...
Apa kalian menunggu kelanjutan cerita ini? kalau ya, mohon sabar ya karna aku lagi usahain untuk menyelesaikan satu novel ku disebelah.
sembari kalian menunggu, kalian bisa mampir diceritaku disebelah, mumpung masih gratis
__ADS_1
Ditunggu kehadiran nya ya, jangan lupa tinggalkan review. Terima kasih banyak.