Possesif CEO

Possesif CEO
Not in the mood


__ADS_3

Pagi kini telah menyapa, sinar matahari yang begitu terang sampai masuk melewati celah gorden yang menjuntai panjang menutupi kaca jendela kamar itu.


"Eughh" lenguh seorang pria tampan yang tidur nya terganggu


Dave. Orang itu adalah Dave yang tidur nya terganggu oleh cerah nya sinar matahari pagi hari. Dave mengerjapkan mata nya berulang kali untuk menyesuaikan sinar matahari yang mengganggu netra nya


Dengan malas ia menurunkan kaki nya dan memasuki kamar mandi, untuk kali ini tak ada yang menyiapkan nya pakaian dan tak ada yang menyiapkan nya sarapan.


Dave berjalan kesalah satu paper bag yang berada diatas sofa berisikan pakaian kantor nya yang diantar kan oleh anak buah papah nya


Setelah selesai dengan pakaian nya Dave segera berangkat menuju kantor nya tanpa sarapan, ia melupakan maag yang tidak bisa ketinggalan untuk makan.


Menyetir sendiri adalah kesenangan Dave. Selama ia tak malas ia akan mengemudi sendiri tanpa bantuan sopir


Sekitar dua puluh menit menempuh perjalanan kini mobil Dave sudah berhenti didepan pintu masuk kantor nya, dan disana sudah ada Jerry yang menunggu.


"Apa jadwal ku hari ini?" tanya Dave dengan melangkah kan kaki nya masuk kedalam kantor


"Tidak ada bos. Hanya memeriksa beberapa berkas." jawab Jerry


"Kerjakan pekerjaan mu. Aku sedang tidak ingin di ganggu." ucap Dave lalu masuk kedalam ruangan nya


Jerry menatap punggung bos nya yang menghilang dibalik pintu ruangan ini, ia mengangkat bahu nya tak mengerti dengan apa yang terjadi.


****


Di salah satu kamar kini seorang gadis sedang berusaha membangunkan teman nya yang sejak tadi ia bangun kan tapi tidak bangun-bangun juga.


"Sena, aku berangkat kerja. Itu makanan ada dimeja makan." Caca menyelendang tas nya dan segera keluar dari apartemen nya, jika menunggu Sena bangun bisa-bisa ia telat datang ke cafe nya


Sena yang sedang tertidur tidak sadar jika dirinya kini tengah sendirian di unit apartemen tersebut, sampai tiga puluh menit berlalu baru lah ia membuka mata nya.


"Sudah siang, dimana Caca?" Sena melihat ke sekeliling tampak sepi, lalu ia melihat kearah jendela dimana gorden nya sudah terbuka lebar, mata nya menangkap sebuah kertas kecil yang berada diatas nakas.


Sena tersenyum ketika membaca note singkat itu, ia segera bangun dan merapihkan tempat tidur seperti semula dan memasuki kamar mandi membersihkan tubuh nya.


Dengan memakai bathrobe dan handuk yang berada diatas kepala, Sena keluar dari kamar mandi melangkah kan kaki nya menuju lemari besar yang berisi semua pakaian Caca


Baju kaos lengan pendek dan hotpants menjadi pilihan Sena. Setelah selesai dengan itu Sena keluar dari dalam kamar dan menuju meja makan, cacing diperut nya sudah berdemo ingin diberikan makanan.


Saat sudah menyuapkan makanan kedalam mulut nya Sena teringat Dave, ia tidak masuk kantor hari ini apakah Dave sarapan dan bagaimana Dave berpakaian, karna selama ini ia lah yang menyiapkan semua nya.


Apakah ia egois karna menghilang begitu saja, mungkin Dave saat ini sedang cemas memikirkan nya tapi ia sama sekali tidak memikirkan pria itu.


"Aku akan menemuinya nanti dan meminta maaf." Sena berencana untuk menemui Dave setelah Caca pulang dari kerja


Sena melanjutkan sarapan pagi nya, dan membersihkan alat makan yang kotor dan merapihkan meja kembali.

__ADS_1


****


"Sena. Sejak dulu kamu selalu membuat aku seperti ini, tapi aku selalu saja tidak pernah punya keberanian untuk mengatakan langsung."


Riko Maheswara, CEO muda di perusahaan keluarga nya, perusahaan nya ini bergerak dibidang Fashion.


Dia adalah teman satu geng Sena dimasa kuliah, tapi perasaan nya untuk Sena melebihi perasaan sebagai teman, dan ketiga teman nya tahu.


Ia sudah lama menyukai Sena, bahkan pertama kali kenal pun Riko sudah memiliki perasaan tertarik kepada Sena.


"Rasa ingin memiliki ini sangat besar, bahkan pertemuan kita kemarin itu malah buat aku ingin cepat-cepat memiliki kamu." Riko tersenyum sambil memainkan *** poin yang berada ditangan nya.


"Tunggu saja waktu nya, aku pasti akan mengungkap kan perasaan ini kepada mu, perasaan yang selalu menyiksa. Aku pasti kan kamu akan mengetahui nya dalam waktu dekat."


****


Tak terasa waktu begitu cepat, sama seperti sekarang Jerry merasa masih pagi tak tau nya sudah siang, dan ini waktu nya istirahat jam makan siang.


Jerry melangkah menuju ruang bos nya untuk menawarkan makan siang, karna sedari tadi bos nya tidak pernah keluar.


Jerry mengetuk pintu ruangan itu berkali-kali, tapi tak ada jawaban dari dalam, Jerry memberanikan diri untuk membuka pintu ruangan bos nya


Dapat ia lihat jika bos nya tertidur dengan kepala berada diatas meja, Jerry mendekat dan mencoba membangunkan dan mengajak bos nya untuk makan siang.


"Bos!" panggil Jerry dengan jarak satu meter


"Maaf bos, saya ingin mengajak anda untuk makan siang." lagi-lagi Jerry tak mendapat jawaban


"Astaga! panas nya tinggi banget." kaget Jerry ketika merasakan Dahi bos nya yang amat panas, Jerry mengguncang tubuh Dave tapi tak ada respon


"Apa dia pingsan?" Jerry meraih telpon kantor, dan menelpon satpam untuk membantu nya membawa Dave kebawah.


Sembari menunggu satpam Jerry menegakkan tubuh bos nya agar menyender di kursi.


Tok! tok! tok!


Ketukan pintu mengalihkan perhatian Jerry terhadap Dave.


"Langsung masuk saja!" seru Jerry


"Apa yang bisa kami bantu pak?" tanya dua satpam itu


"Tolong angkat pak Dave menuju mobil nya."


"Apa yang terjadi dengan pak Dave?" mereka melihat kearah Dave yang sudah memejamkan mata tak berdaya diatas kursi


"Dia demam, sudah cepat angkat." kedua satpam itu langsung bergegas mengangkat tubuh Dave

__ADS_1


Semua karyawan disana dibuat penasaran kenapa bos mereka digotong seperti itu, Jerry membuka kan pintu penumpang mobil bos nya agar mempermudah kedua satpam itu.


"Kalian boleh kembali ke pekerjaan kalian, terima kasih sudah membantu saya." ucap Jerry setelah Dave sudah berada didalam mobil.


"Sama-sama pak, ini sudah menjadi tugas kami."


Jerry langsung memasuki mobil dan menjalankan nya menuju rumah sakit terdekat, wajah Dave sudah memucat Jerry semakin menancapkan gas nya agar cepat sampai.


Sesampai nya di rumah sakit, Jerry segera turun dan berteriak memanggil suster, dan tiga suster datang membawa brankar.


"Cepat sus!" Jerry dan dua suster lain nya mengangkat tubuh Dave dan menidurkan di brankar


Para suster membawa Dave ke ruang UGD, dan pada saat Dave akan masuk suster menghentikan nya.


"Mohon maaf. Mas nya bisa tunggu diluar demi keamanan kami." Jerry menjauh dari pintu itu


Tak selang berapa lama dokter masuk dan keluar lagi setelah berapa menit didalam.


"Anda keluarga pasien?" tanya dokter itu kepada Jerry


"Saya bawahan nya dok."


"Yang nama nya Sena mana ya? pasien didalam menyebutkan nama itu terus."


"Dia tidak ada disini dok, saya akan segera menghubungi nya."


"Tolong hubungi secepatnya ya, pasien butuh istirahat disini selama dua hari. Dan kalau bisa jangan tidak sarapan setiap pagi nya, karna terlalu berbahaya untuk orang penderita maag." jelas dokter itu


"Baik dok, terima kasih." dokter itu tersenyum lalu berlalu dari sana, dan Jerry segera menghubungi nomor Sena


"Hallo, nona Sena dimana bisa ke RS kasih bunda?"


"Kenapa aku harus kesana?" tanya Sena dari sebrang


"Pak Dave saat ini berada dirumah sakit, dan dia selalu memanggil nama anda."


"......"


_


_


_


_


_

__ADS_1


Hai para readers, kasih masukan ya ke aku biar aku tau salah nya dimana.


jangan lupa juga untuk bantu aku dengan cara vote ya, terima kasih.


__ADS_2