
Sena sudah menyelesaikan masakan nya. Kini ia sedang menata rapi sarapan yang ia buatkan untuk Dave diatas meja. Ia meminta tolong kepada bibi agar membereskan alat masak yang ia gunakan
Ketika menanyakan keberadaan mertua nya kepada bi Siti ia sempat terkejut saat tau mertua nya sudah tidak dirumah dan pergi ke paris. Kata nya sudah berpamitan dengan Dave, mungkin mertua nya berpamitan ketika ia sedang tidur
"Sudah siap sayang sarapan nya?" Sena melihat kearah tangga dimana Dave turun dengan pakaian yang belum rapi
"Kamu persis seperti anak TK." Dave merengkuh pinggang istri nya dan mengecup singkat bibir tipis nan manis milik Sena
"Dave, nanti ada yang melihat!"
"Biarkan saja. Siapa yang akan marah?" Dave menatap wajah cantik Sena di pagi hari
"Wajah mu semakin bersinar sayang!"
"Gombalan mu basi"
"Aku serius. Kamu terlihat berbeda akhir-akhir ini, apakah baby nya sudah berada disini?" Dave mengelus perut Sena dari luar. Ada perasaan tenang kala tangan Dave mengusap perut nya, Sena jadi berpikir yang sama dengan Dave. Apalagi dengan sikap nya yang berubah-ubah
"Sudah cepat sarapan sayang ini sudah siang" Dave mengangguk dan duduk di kursi utama meja makan itu
Sena mengambil kan suami nya sarapan dan tak lupa menyuapi bayi besar nya itu
"Sayang, apakah aku tidak boleh bekerja lagi?" Dave menggeleng kan kepala nya
"Kenapa?"
"Aku hanya ingin kamu berada dirumah dan menunggu ku pulang."
"Tapi aku akan bosan sayang berdiam diri dirumah terus"
"Rumah ini besar sayang, kamu bisa melakukan aktifitas apa saja agar kamu tidak bosan" Sena menghela nafas nya berat
"Kita kan hanya sementara disini. Setelah papah dan mamah kembali kita juga akan ke apartemen lagi. Dan aku bosan hanya berdiam diri dikamar"
"Aku sudah memutuskan kita akan kembali kerumah ku. Aku juga berpikir apartemen terlalu kecil untuk kita berdua, dan kamu pasti akan bosan untuk itu."
"Sangat. Sangat bosan"
"Cepat hadir kan baby agar kamu tak akan bosan dan merasa kesepian lagi"
"Aku tidak bisa menghadirkan nya. Tapi aku hanya bisa meminta kepada tuhan, bisa cepat menghadirkan dia ditengah-tengah kita."
"Semoga saja"
"Aku berangkat dulu sayang! tunggu aku pulang ya" Dave mengecup kening Sena lama
"Tunggu dulu,"
"Kenapa sayang?" Sena menggeleng dan merapihkan dasi Dave yang terpasang berantakan
Dave tersenyum kala istri nya sedang membenarkan dasi yang sengaja ia pasang asal. Dave sengaja agar Sena memperhatikan nya
"Sudah. Kamu bisa berangkat sekarang" Sena mundur selangkah melihat pakaian Dave yang sudah rapi
__ADS_1
"Terima kasih istri cantik ku" ucap Dave
"Sama-sama"
Setelah melihat Dave sudah keluar dari pintu Sena memutuskan untuk membersihkan meja makan itu. Tapi belum sepat tangan nya menyentuh benda yang berada diatas meja, suara bi Siti sudah lebih dulu menghentikan nya
"Biarkan saya saja non."
"Tapi bi___,"
"Tidak papa non. Ini sudah tugas bibi"
"Terima kasih ya bi. Aku kembali ke kamar dulu"
"Ya non."
Sesampai nya Sena dikamar ia langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. Sena memutuskan untuk berendam, karna sudah lama ia tidak berendam.
Sena masih memikirkan sikap nya yang akhir-akhir ini selalu berubah-ubah. Apa mungkin dia hamil, dan jika pun dia hamil kenapa ia tak merasakan mual atau semacam nya
"Lebih baik aku kedokter saja untuk memastikan nya" gumam Sena
****
"Selamat ya buk. Ibuk positif hamil, dan kandungan nya baru berumur satu minggu" ucap dokter itu tersenyum melihat kertas yang berada digenggaman nya
"Saya ha_mil dok?" tanya Sena tak percaya
"Benar buk. Hasil lab menunjukan kalau nona positif hamil"
"Tidak semua ibuk hamil seperti itu buk, mungkin ibuk pikir dengan mual-mual itu sudah menunjukan kalau hamil?" Sena mengangguk
"Hanya sebagian saja buk. Mungkin ibuk akan mengalami yang lain, seperti emosi yang tiba-tiba dan kembali seperti biasa juga tiba-tiba"
"Ya dok, saya merasakan itu akhir-akhir ini"
"Nah itu lah gejala kehamilan yang ibuk alami"
"Harus sering-sering chek up ya buk, janin nya cukup kuat. Saya akan memberikan resep vitamin ibuk hamil, dan ibuk bisa menebus nya di apotik" Sena mengangguk
"Ini buk resep nya. Selamat ya sekali lagi atas kehamilan nya"
"Terima kasih banyak dokter"
"Sama-sama"
Sena keluar dari ruangan dokter itu dengan hati bahagia. Didalam perut nya sudah ada nyawa yang akan tumbuh selama sembilan bulan lebih, ia tak sabar ingin memberitahukan Dave. Pasti suami nya akan sangat bahagia mengetahui kabar gembira ini
Sebelum memutuskan untuk pulang kerumah Sena terlebih dulu mampir di apotik untuk menebus resep yang telah dokter itu tuliskan
"Ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya pegawai apotik itu kepada Sena
"Saya ingin menebus obat ini" Sena menunjukan kertas itu kepada si pegawai, dan diangguki oleh sang pegawai
__ADS_1
"Tunggu sebentar ya mbak." Sena mengangguk mengiyakan
"Ini mbak, total nya dua ratus ribu" Sena mengambil dua lembar uang berwarna merah lalu menyerahkan nya
"Uang nya pas ya mbak"
"Ya. Kalau begitu terima kasih" Saat Sena berbalik badan bahu nya tak sengaja menabrak seseorang
"Aduh,.."
"Maaf, maaf. Aku tidak sengaja, sekali lagi aku minta maaf" Sena yang sedang meringis melihat siapa orang yang menabrak nya
"Riko,"
"Sena!"
"Kamu kok bisa ada disini?" tanya riko
"Beli vitamin. Kamu sendiri ngapain disini?"
"Aku disuruh mami untuk membeli vitamin juga"
"Emm. Ya sudah kalau begitu aku duluan ya!"
"Tunggu dulu Se,"
"Ada apa?"
"Berhubung kita bertemu tidak sengaja, bagaimana kalau kita makan siang bareng?"
"Tapi aku nggak bisa Rik,"
"Ayo lah Se, tidak tiap hari kok aku ajakin kamu makan siang" Sena diam sejenak, lalu mengangguk kan kepala nya
"Baiklah aku akan makan siang bersama mu hari ini" senyum Riko mengembang ketika Sena mau makan siang bersama dirinya. Dan mungkin ini kesempatan untuk nya mengatakan kepada Sena tentang perasaan nya
"Tunggu lah disini aku akan membeli pesanan mami ku dulu" Sena hanya tersenyum singkat, lalu menunggu Riko untuk beberapa menit
"Aku sudah selesai, ayo kita cari Restauran terdekat"
Sena mengikuti Riko dari belakang, dan itu membuat Riko risih dibuat nya
"Berjalan lah disamping ku, kamu bukan pembantu yang berjalan dibelakang ku"
_
_
_
Mana nih suara nya, kok diem-diem bae?
Bantu vote nya dong, biar aku tambah semangat.
__ADS_1
Terima kasih untuk kalian semua yang sudah setia menunggu aku untuk up, Kalian terlove deh.