
Hubungan Fathan dan Sania berjalan lancar dan baik akhir-akhir ini. Seperti saat ini misalnya.Tingkat keposesifan Fathan juga semakin meningkat. Fathan bahkan tak membiarkan wanitanya kekantin perusahaannya hanya karena banyak lelaki disana.
Fathan tidak suka jika ada banyak orang yang mengangumi Sania, dia tak ingin para karyawan nya itu dekat dekat dengan sania.
Fathan sudah mengenal kan Sania secara umum di perusahaan nya. Tak ada lagi diantara mereka yang rekam mengetahui siapa itu Sania.
Fathan memang meminta Sania untuk selalu menemani nya kekantor saat anak-anak pada sekolah dan bekerja. Dia tak ingin membiarkan Sania dirumah.
Sania bisa bosan jika hanya menunggu anak anak untuk pulang dan lagi dia ingin bersama lebih lama dengan Sania.
Keberadaan Sania juga membuat nya semangat dan terkadang pula Sania membantu sedikit pekerjaan nya yang dimengerti oleh wanita itu.
Fathan juga berucap tak bisa fokus jika meninggalkan dirinya dirumah padahal banyak pelayan dirumah.
Alhasil setuju atau pun tidak setuju, Sania harus tetap mau ikut bersama dengan Fathan.
Dan sekarang dia benar-benar ingin menikmati bagaimana suasana makan langsung di kantin kantor Fathan. Sania tidak berhenti membujuk Fathan, berharap pria itu mau mengubah keputusan nya Kali ini.
"Ayolah Fathan , aku janji aku tak akan macam-macam,"
"Tak usah kesana, biar aku yang memesannya sayang, kau makan disini," tegas Fathan tak mau dibantah dan tak mau mendapatkan alasan apapun lagi.
__ADS_1
"Padahal aku ingin sekali saja makan di kantin perusahaan mu," ucap Sania cemberut.
"Lain kali saja,"ucap Fathan yang tidak rela.
"Kita akan pulang sekarang, kita makan dirumah pekerjaanku juga tak terllau banyak hari ini," ucap Fathan
***
Sampai dirumah mereka berdua langsung menuju ke dapur dan Sania mencuci tangannya terlebih dahulu yang diikuti oleh Fathan.
"Mengapa semuanya sayur?" Fathan mendengus ngeri melihat nampan yang berisi sayuran hijau, tomat , dan segala macamnya.
Fathan lalu memberikan segelas air dan Sanja menghabiskannya dalam sekali teguk.
"What do you want to eat?" Tanya Fathan pada akhirnya saat melihat Sania yang seperti nya tidak selera.
"Apa boleh aku makan selain sayuran ini?"
"Hm boleh," Fathan mengiyakan."Tapi setelah kau menghabiskan semua sayuran, susu dan juga vitaminmu," Fathan Tersenyum manis.
sedang kan Sania tersenyum masam, Fathan sekarang benar-benar mengatur seluruh nya tentang makan, vitamin dan lainnya.
__ADS_1
"Aku akan buatkan susumu sweet," ucap Fathan dan Sania hanya bisa menurut saja karena Fathan tak bisa dilawan jika seperti itu.
"Tapi aku mau..." Sania berpikir sambil menggit bibir bawahnya lalu tersenyum lebar pada Fathan membuat pipinya memerah indah. " Aku mau makan daging asap boleh," pinta Sania.
"Boleh ya," harap Sania.
"Habiskan dulu sayurannya sayang" ucap Fathan.
"Tapi setelah itu buatkan aku daging ya?"
"Katakan makanan yang lain selain daging Sayang," tawar Fathan.
"Sop daging?"
Fathan tertawa pelan. " itu juga daging Sayang."
"Apa kau sudah makan?" tanya Sania mengalihkan pembicaraan sambil mengunyah.
"After you,"
"Makanlah bersama," ucap Sania lalu menyuapkan bayam ke dalam mulut Fathan, Irina harus mencari cara agar dirinya tak perlu menghabiskan sayuran itu sendiri. Semoga Fathan tak sadar akan hal itu.
__ADS_1