Possesive Man

Possesive Man
part 43


__ADS_3

"Loh Mark, intannya mana sayang?" tanya Sania yang heran saat tak melihat Intan bersama Intan.


Athan ada dirumah bersama dengan Fathan, jadi tak mungkin kan Intan menunggu Athan.


"Eum, Intan ada dirumah temannya mom. Rumahnya Ayara, mau nginep katanya. Ini Mark mau ambil barang-barang punya Intan," ucap Mark yang dalam hati menggumam kan kata maaf karena telah berbohong pada mommy nya tersebut.


"Loh, kok Intan gak bilang dulu sama mommy, biasanya dia selalu bilang," gumam Sania.


Putrinya tersebut biasanya sehari sebelum menginap pasti sudah memberitahu dirinya.


"Mungkin nanti Mommy akan diberitahu lewat telpon," sahut Mark saat melihat raut wajah Sania yang tengah berpikir.


"Yaudah, lagian sama Ayara dan Jesi, mommy bisa tenang jika bersama mereka, kamu makan lah terlebih dahulu. Mom udha masak loh," suruh Sania sambil meminta tas yang masih berada di gendongan Mark untuk disimpan nya.


"Thanks mom," ucap Mark terharu.


Sebelumnya mana pernah seperti itu, tak ada yang menyambut nya pulang dan bahkan Mark sering kaki melewatkan jam makannya.


Mendapat perhatian kecil dari Sania dia mendapatkan kasih sayang ibu yang tak pernah dia dapat kan.


"Mom, Daddy hari ini pulang kah?" tanya Mark sembari menunggu Sania yang tengah mengambil kan makanan untuknya.


"Sudah pulang tadi pagi, Daddy bekerja dari rumah, ada Athan juga,"


"Di ruangan kerja Daddy?" tanya Mark.


"Iya," jawab Sania.

__ADS_1


"Mereka sudah makan terlebih dahulu, kamu makanlah, biar mom yang kemas barang buat Intan," Sania lalu meninggalkan Mark dan menuju kamar putrinya.


"Hey guys, orang tampan sejagat raya pulang," teriak Vandra yang baru pulang dari kuliahnya.


"Berisik," sentak Mark yang merasa terganggu dengan teriakan Vandra yang memengakkan telinga.


"Woahh, enak banget menu nya," ucap Vandra menghiraukan Mark dan langsung duduk didepan Mark dan mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


"Cuci tangan dulu woi," ucap Mark pada Abang nya itu.


Seketika Vandra menghentikan gerakan tangan nya lalu menyengir.


"Mohon maaf, lupa. Santai aja dong mukanya," balas Vandra dengan secepat kilat menuju wastafel.


"Coba yang ini bang, enka banget. Mommy pinter banget deh kalo soal masak-masak begini." Mark menyerahkan satu potong daging pada Vandra.


"Kau benar, ini enak," ucap Vandra menyetujui karena menang pas dilidahnya.


Tak beberapa lama Sania datang dengan membawa sebuah ransel yang berisi keperluan Intan untuk menginap.


"Mom mau kemana?" tanya Vandra.


"Mommy tidak kemana-mana, ini keperluan Intan, Mark akan mengantarnya soalnya dia nginep," jelas Sania.


"Wah, gue ikut ngantar ya, sekalian main. Siapatau ada teman-teman Intan yang cakep buat gue," Vandra menaik turunkan alisnya.


"Udah pada punya pawang," Mark menatap Vandra seraya mengejek.

__ADS_1


"Ya gapapa, orang masih pacaran, pokoknya gue ikut," kekeh Vandra sedangkan Mark hanya mengangguk singkat.


Terserah apa yang di inginkan oleh Vandra, selagi hal itu tak menganggu dirinya.


"Terimakasih mom, makanan nya enak Mark sangat suka," ucap Mark dengan tulus.


"Sama-sama," ucap Sania yang ikut senang.


***


Setelah kepergian Vandra dan Mark, kini tinggallah Sania.


Sania membantu pelayan membersihkan meja makan. Sejenak dia berpikir jika Fedrick belum makan.


"Aku tak tau dia suka apa," gumam Sania sambil berpikir apa yang akan dibuat nya untuk Fedrick.


"Aku buat taco sama burrito saja deh," ucap Sania kembali setelah mendapatkan ide membuat masakan khas American food.


Kali ini dia tak meminta bantuan dari pelayan karena ingin membuat nya spesial untuk Fedrick.


Berniat untuk memiliki hubungan yang dekat dengan Fedrick. Sejauh ini hanya Fedrick yang cukit untuk didekati.


Entah mengapa kali ini, Sania merasa bersemangat. Sesekali dia menyanyikan lagu kesukaan nya.


Karena terlalu fokus dengan kegiatannya, Sania tak menyadari jika sedang diperhatikan dengan intens.


Orang tua tentu saja adalah Fathan, pria itu tadinya hanya ingin mengecek, Sania tengah melakukan apa. Dia berniat hendak mengajak wnaita itu keluar takut jika Sania merasakan bosan.

__ADS_1


Dia juga sepertinya membutuhkan refreshing untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya dari urusan kantor.


TBC


__ADS_2