
"Gimana sih lama banget Lo,"sentak Mark saat Keenan dan Intan baru saja sampai dah sudah disuguhi dengan Mark dengan muka masam nya.
"Yang sopan! gue lebih tua dari Lo," sentak Keenan tak suka. Mark mendengus dan mengalihkan perhatian nya pada adiknya.
"Astaga sayang, kaki kamu kenapa!!" pekik Mark dengan keras.
"Kena begal," ucap Keenan menyahut padahal bukan Diirinya yang ditanyakan.
"Begal?" tanya Mark.
"Gapapa ko bang udah diobatin sama bang Keenan, tai bang Keenan sama Bang Fedrick yang nolongin intan."
"Thanks, lu bisa pulang," ucap Mark.
"Ck, Intan kapan-kapan kita ketemu lagi ya," ucap Keenan.
"Gak usah, gak ada pertemuan lainnya, udah bang sono pulang," usir Mark.
"Bye Intan, " ucap nya tersenyum manis Yang dibalas ramah oleh intan.
"Gak usah senyum - senyum ke dia," sentak Mark membuat Intan mendengus.
"Iya, " ucap Intan dan ingin melangkah ke rumah Jesi.
"Eh mau kemana , kita harus kerumah sakit dulu sayang," ucap Mark.
"Gak usah bang, ini udah diobatin entar juga sembuh, aku gak enak sama Jessi," ucap Intan.
"Maafin Abang, seharusnya tadi Abang gak buang barangnya intan, intan gak harus ketemu begal," ucap Mark merasa bersalah.
"Gapapa bang, intan gak mau inget kejadian itu lagi, tapi sebagai gantinya bang Mark harus beli make up Sama skincare aku tiap bulan," ucap Intan tersenyum manis. Jika Mark mau dengan begitu uang jajannya akan aman.
"Apasih, buat apa coba make up an sekarang, kamu kan masih SMA," ucap Mark.
"Jadi bang Mark gak mau, yaudah Intan masih marah sama bang Mark kalo gitu,"
Mark pasrah, "Yaudah iya, Abang bisa beli sebanyak yang kamu mau,"
"Sombong banget," cibir Intan.
"Biarin lah, duit bapak gue kok," balasnya.
"Yaudah, gih Abang pulang juga, intan mau masuk,"
"Abang juga ikut," ucap Mark tak menerima penolakan.
"Gak bisa gitu bang, ini tuh cuma buat acara kita aja, just girls," bantah Intan.
"Terserah, kalo gamau Abang bakal bawa paksa kamu ke RS sekarang juga," ucap nya.
__ADS_1
"Ih dibilangin juga, susah banget, terserah deh intan kesel sama Abang pokoknya," ucap intan masuk dan meninggalkan Mark.
"Biarin aja deh dia kesel, lumayan kan bisa makan," ucap Mark terkekeh lalu mengikuti Intan yang masuk kedalam.
"Astaga intan kamu kenapa?" heboh Jessie.
"Buset, Kemana dulu Weh, sampai bisa kayak gitu," sambung Ayyara.
"Intan kena begal tadi," jawab Intan.
"Eh kamu gak diapa apain kan Ntan,"
"Gapapa ko buktinya intan dah ada disini cuma lecet dikit hehe. udah kok malah jadi wawancara intan ini kan acara Jesi," ucap intan.
"Gimana gak khawatir coba, kamu Dateng nya agak telat mana disuguhi dengan kamu yang luka," ucap Ayyara.
"Intan gapapa kok,".ucap intan
"Happy birthday Jesii, Wish you all the best" ucap nya kemudian sambil memeluk hangat wanita itu, Ayyara tak ketinggalan dan ikutan bersama keduanya.
"Udah tuh acara pelukannya, makannya kapan nih," ucap Mark dengan tidak berdosa nya .
"Loh kok ada si Mark ," pekik Ayyara dan Jessie bersmaan.
Intan menyengir tidak jelas. "Maaf ya, bang Mark keras kepal intan tadi udah suruh pergi tapi gak mau," ucap nya membela diri.
"Apa? gue cuma mau makan kok," polos Mark.
***
Keenan berdecak kesal saat mendapat pesan dari ibunya dan juga ibu tunangannya. Mereka menyuruh Keenan untuk menjemput gadis itu ke tempat ibu tunangan nya yang sedang berada dirumahnya. Keenan mengembuskan napasnya malas sekali jika harus bertemu gadis itu.
Saat akan memutar mobilnya perlahan menjauh dari kantor terlihat adiknya berlari lalu menghalangi jalan mobilnya.
"Ka, aku numpang ya," ucap Atlas menyengir.
Keenan turun dari mobil dan masuk ke kursi penumpang.
"Kau yang bawa ," suruh Keenan
Tanpa banyak protesan Atlas menuju kemudi dan melajukan mobilnya.
"Ke rumah xxx gadis itu merepotkan,"
"Siapa? tunangan terkasihmu ya," goda Atlas.
"Cih,jika bukan karena ibu aku tak mau bertunangan dengannya," ucap Keenan dengan kesal.
"Kau bisa saja menolak-nya tapi kau tak melakukan itu. Apa kau sebenarnya menyukainya ya," ucap Atlas lagi.
__ADS_1
"Diamlah, kau tau siapa yang akan menjadi pendamping ku kelak yang pasti bukanlah Jessie" Keenan menekan kan nama Jessi
Atlas hanya mengangguk saja karena dia tau siapa yang sangat dicintai oleh kakanya ini.
Tak berapa lama akhirnya mereka Sampai di rumah itu. Keenan sempat bingung karena ini tempat yang tadi dia hampiri saat mengantar seseorang yang dia tolong.
Atlas keluar dari mobil untuk menunggu tunangan kakanya. Sambil bersandar di samping mobil dan mengirimkan pesan pada Jessi.
"Ck, lama sekali. Dasar merepotkan jika ingin pulang, pulang saja. Manja sekali harus dijemput, " Baru saja sampai Jesi sudah disemprot mentah-mentah oleh pria didepannya.
"Siapa juga yang memintamu menjemputku, kau yang mengganggu waktu berhargaku," balas Jessie.
Keduanya terlihat berdebat berbeda dengan Keenan yang terlihat senang.
Tidak sia-sia datang kemari. Wajah masam yang tadinya menghiasi wajah tampannya kini berubah menjadi lebih cerah saat melihat ke arah Intan yang juga terlihat asik melihat perdebatan adiknya dan Jessie
Keenan mengigit jarinya. "Cantiknya,"
Keenan tak melepas pandangan sedikitpun dari intan hingga sepertinya Intan menyadari ada yang memperhatikan.
Intan menoleh dan pandangan mereka bertemu. Keenan semakin memandang Intan dengan tatapan khas-nya yang dingin namun dalam.
"Loh bang Keenan," ucap Intan yang sadar bahwa Keenan ada disana.
"Kamu kenal Keenan Ntan?" tanya Jessi.
"Dia yang nolongin intan tadi dari begal," jawab Intan.
"Wah, makasih yah abangnya udah nolongin temen saya," ucap Ayyara yang dibalas anggukan oleh Ayyara.
Jessi diam saja bahkan dirinya enggan untuk menatap Keenan.
"Hai Kaka cantik," sapa Atlas pada mereka.
"Kamu siapa?"
"Adeknya orang ini," ucap Atlas menunjuk Keenan yang tak menghiraukan.
Ayyara dan Intan ber oh ria saja.
"Eh, ka Jessi ayo cepet, udah ditunggu sama nyokap Lo," semprot Atlas lagi.
"Gak sopan lu ya, dia lebih tua!" tukas Ayyara.
Atlas menggaruk tengkuknya yang tak gatal lalu meminta maaf pada Ayyara.
"Ngapain minta maaf sama gue, minta maaf sama Jessie," ucap Ayyara yang kesal, sedari tadi dia melihat percekcokan keduanya dan bagaimana cara berbicara Atlas pada Jessi yang kurang sopan.
"Iya ka, cantik-cantik kok galak banget si, tapi gapapa Atlas tetap suka ko," ucap Atlas mengedipkan mata nya ke arah Ayyyara yang menarik perhatiannya.
__ADS_1
Ayyara mendelik melihat itu, untung saja Steven datang di waktu yang tepat. Pria itu membawa mobil dan menghampiri Ayyara dan melakukan kebiasaan nya yaitu mencium Pipi Ayyara.
Jessie tertawa puas melihat ekspresi Atas yang tak percaya. "Rasain," ejeknya.