
"Dad, bagaimana? apa sudah menemukan pelaku nya?" tabya Athan yang sedang berada diruang kerja Fathan.
Sepulang dari rumah sakit dia langsung menghampiri sang daddy setelah mendapat kabar tentang kerugian perusahaan dari asisten Daddy nya, yaitu Calroz.
Fathan merasa prihatin dengan keadaan Fathan, orang yang biasanya tegas kini tidak lagi dilihatnya.
Fathan hanya melihat wajah lelah dan kantung mata pria itu yang membesar.
"Dad, Daddy harus beristirahat. Jangan terllau dipaksakan. Fathan juga akan membantu sebisa Fathan," ucap Fathan pada sang daddy.
Padahal ia sendiri pun juga merasakan lelah sehabis dari rumah sakit karena jadwal juga padat. Namun dia tak tega dan membiarkan Fathan menghadapi masalah sendiri.
Sebagai anak pertama Fathan diharuskan bisa menjadi tameng juga.
Fathan tak mau kerja keras ayahnya selama ini hancur begitu saja. Pria itu mati-matian dalam membangun bisnisnya bisa sampai sekarang.
"Kejadian seperti ini yang kedua kali bukan?" tanya Alaric sambil mengingat - ingat kembali hal yang pernah menimpa perusahaan Fathan. Namun saat itu kerugian Fathan tidak sebesar sekarang.
"Hm, waktu perusahaan lagi dalam masa jayanya," Fathan membenarkan, tak lama kemudian hening menguasai . Ketiganya kini sibuk dalam pikiran masing-masing.
__ADS_1
"Kejadian yang sama," gumam Fathan sambil memandangi berkas-berkas yang ada dalam hadapan nya.
"Alaric," panggil Fathan yang seketika membuat pria jangkung itu menoleh saat namanya dipanggil oleh Fathan.
"Disini, gue cuma bisa percaya sama Lo,' ungkap Fathan dengan nada yang hati-hati.
"Paham kan maksud gue ?" Tanya Fathan dengan raut wajah yang serius. Alaric terdiam beberapa saat dan tak lama kemudian mengangguk mengerti.
Alaric ini orang nya boleh cerewet, tali jika masalah otak dia bisa diandalkan.
"Sekarang?" tanya Fathan yang dibalas oleh deheman oleh Alaric.
Ketiga laki-laki itu kini mulai bekerja kembali, Alaric yang terkenal cerewet diluar sana kini menunjukkan keahliannya.
Alaric tersenyum menyeringai, masa lalu ada untuk dijadikan sebagai sebuah pelajaran. siapa yang akan mengulang kesalahan yang sama dan siapa yang belajar dari kesalahannya.
Tok tok tok
Saat ketiganya sedang sibuk, mereka kini merasa terganggu. Apalagi Fathan yang sedang dalam mode serius.
__ADS_1
Saat ingin berkata kasar dan memarahi orang yang berani menganggu nya.
Dia urungkan saat melihat sebuah kepala yang menyembul dari balik pintu. Dia sangat mengenali orang itu.
"Astaga, sayang. What are you doing," ucap Fathan yang berhasil meredam emosinya.
Dia tak mau marua dengan wanita nya itu.
"Em maaf aku ganggu ya," ringis Sania merasa bersalah.
"Gak kok, kemarilah sayang," ucap Fathan mengajak sang wanita untuk masuk.
"Em tidak usah, kalian lanjutkan lah. Aku hanya mengingatkan kalian untuk makan terlebih dahulu. Aku sudah menyiapkan nya, tapi jika pekerjaan nya masih banyak tak apa. Nanti akan kupanaskan kembali. " sahut Sania hendak pergi.
"Em aku makan sekarang Tan, Athan laper," ucap Athan segera menggulung kemejanya dan berjalan terlebih dahulu.
Athan merasa bersyukur sekali ada Sania dirumah ini. Dia merasa terurus. Kebetulan Sekali dia memang belum makan karena tidak sempat.
Lidah Athan juga sangat menerima masakan Snaia. Malah pria itu sekarang ingi serial hari memakan masakan dsri wanita tersebut
__ADS_1