
Setelah keluar dari kamar milik Fathan, Sophie memegang degup jantung nya yang berdetak dengan cepat.
Sophie juga menegang pipi nya yang terasa panas karena malu.
Tadi Sophie memang sempat terbangun dan tidak tahu dia berada dimana.
Gadis itu mencoba untuk bangun dan menelusuri mansion tempat nya berada. Teringat jika dia bersama dengan Athan dan dia akhirnya tau jika sekarang tengah berada di rumah pria itu.
Sophie tentu saja senang saat Athan membawa nya ke rumah pria itu. Sungguh, Sophie seperti mendapatkan kemajuan yang pesat dalam mendekati Athan.
Jika begini Sophie akan semakin bersemangat dan tak akan pantang menyerah.
"Athan tadi sangat sexy, yaampun," ucap nya kegirangan.
Sophie juga sama sekali tidak menyesal memasuki kamar Athan. Dia juga tidak tau mengapa langkah kaki nya malah membawa nya ke arah sana.
Sophie juga melihat nama Athan tertulis dalam pintu kamar oleh karena itu dia langsung masuk saja.
Dia tau dirinya tidak sopan sama sekali, Tapi sudah telanjur dan dia mendapatkan hal baik karena itu.
"Kau masih disana?" tanya Athan yang baru keluar dari kamar.
Sophie menoleh pada Athan yang memakai celana pendek dengan kaos putih oversize yang malah menambah ketampanan Athan.
Kapan lagi dia bisa melihat lelaki itu dalam kondisi yang seperti ini .
Di rumah sakit Athan selalu memakai baju formal berbeda dengan sekarang. Pertama kali nya bagi Sophie melihat Athan memakai baju santai seperti itu.
"Ck, seperti biasa. Selalu saja melamun," ucap Athan memutar bola mata nya dengan malas.
"Hehehe maaf," cengir Sophie yang tertangkap basah memperhatikan pria itu.
"Kau mau pulang sekarang?"
"Apa tidak merepotkan?" tanya Sophie Apalagi melihat Athan yang sudah bersih-bersih dengan pakaian santai nya.
"Itu kau tau jika merepotkan," ucap Athan.
"Aku antar kau sekarang, nanti orang tua mu khwatir. Tas mu masih ada di dalam mobil Ku," ucap Athan.
Tanpa mendengar kan tanggapan Sophie selanjutnya pria itu sudah terlebih dahulu melangkah kaki nya.
Mau tak mau Sophie mengikut saja, padahal dia sudah berharap untuk bertemu dengan keluarga Athan dan menjadi dekat dengan mereka.
Tapi seperti nya Athan tidak berniat untuk mengenalkan dirinya pada keluarga pria itu.
Sophie hanya terlalu banyak menghayal saja.
"Hai," sapa seseorang yang menghangatkan Sophie.
__ADS_1
"Eh hai," balas Sophie dengan canggung kepada pria yang mirip dengan Athan.
"Tidak usah canggung begitu kak," kekeh Vandra.
"Jangan menganggu nya," sentak Athan menarik lengan Sophie dengan refleks.
Sophie yang tak siap dengan itu tentu saja di kejutkan. Gadis itu benar-benar merasa jantung nya seakan pindah dari tempat nya.
Dia melirik ke arah tangan nya yang sekarang berada di genggaman Athan. Apakah dia sedang bermimpi Sekarang.
"Kenapa? aku hanya ingin kenalan saja dengan gadis cantik ini bang," ucap Vandra menampilkan senyum terbaik nya.
"Sungguh, apa aku cantik?" tanya Sophie dengan nada yang malu-malu.
Vandra mengangguk antusias. "Sangat cantik, Sampai dapat menggetarkan hati ku," ucap Vandra kembali membuat pipi Sophie menjadi memerah.
Vandra tersenyum miring ke arah Abang nya yang terlihat panas.
"Jangan mendengar kan nya, dia itu buaya dan untuk apa pipi mu memerah hanya dia bilang kau cantik,"
"Hah cantik? menurut ku biasa saja," pungkas Athan yang membuat Sophie tersenyum masam.
Mengapa pria itu sarkas sekali, hati nya menjadi sedikit berdenyut sakit mendengar kan penuturan Athan yang secara langsung di katakan tepat di hadapan nya.
"Heum begitukah, tapi tuh tangan betah amat yah bang," ucap Vandra menujuk tangan Sophie dan Athan yang masih bertautan.
"Ekhem," Athan berdehem Canggung membuat Vandra tersenyum kemenangan.
"Sudahlah, ayo cepat. Ini sudah semakin malam," ucap Athan.
"Mau kemana?" tanya Vandra.
"Kepo," ketus Athan sebal entah karena apa.
"Mau pulang," jawab Sophie dengan suara yang lembut.
"Aduh suara nya halus banget sih, jangan pulang dulu dong ka. Kita kan belum kenalan hehe." cengir Vandra.
"Sophie," ucap Sophie sembari mengulurkan tangan nya.
Belum sempat Vandra ingin membalas, Athan yang lebih dulu berjabat tangan dengan Sophie.
"Dia Vandra, adikku, sudah kan!" ucap Athan lalu melepaskan tangan nya.
Vandra hampir saja menyemburkan tawa nya melihat Athan yang gengsi dengan perasaan nya terhadap Sophie.
Sedangkan Sophie dibuat bingung dan akhirnya menggaruk tengkuk nya yang sama sekali tidak gatal.
"Mending pulang nya besok aja deh bang, soalnya nanti kemalaman juga. Orang udah disini kan, besok aja sekalian," ucap Vandra.
__ADS_1
"Bolehkah?" tanya Sophie yang begitu antusias yang diangguki oleh Vandra membuat Sophie menjadi girang.
Athan memutar bola mata nya malas saat melihat interaksi antara Vandra dan juga Sophie. Dia menjadi malas dan mood nya menjadi hilang.
"Terserah, aku sudah malas," ucap Athan meninggalkan ke dua orang itu
"Yah kok cewe nya ditinggal bang, gue rebut boleh?" ucap Vandra yang langsung mendapatkan tatapan peringatan dari Athan.
Vandra tidak perduli dan merasa biasa saja karena sudah terbiasa akan tatapan itu.
Melihat Athan yang meninggal kan nya dan Sophie membuat Vandra mengeleng pelan.
Dia bisa melihat jika Abang nya itu sebenar nya tidak suka akan kedekatan nya dengan Sophie. Tapi itu bukan salah nya, salah Athan yang tidak maju dan menepis apa yang di rasakan nya.
"Kaka ini kekasih nya bang Athan ya?" tanya Vandra dengan senyum menggoda.
"Ahh tidak," balas Sophie dengan nada yang lesu.
Athan tak menyukai nya hanya dirinya saja yang berjuang disini, dia masih butuh kerja keras extra jika ingin mendapatkan hati pria itu.
"Aku bisa membantu mu ka," ucap Vandra tersenyum miring.
"Benarkah, bagaimana caranya?" tanya Sophie yang tertarik dengan penawaran adik dari pria yang dia sukai.
Vandra membisikan apa rencana nya pada Sophie setelah itu dia menjauh kan diri nya dari Sophie.
"Menurut mu apa itu berhasil? bagaimana jika dia tidak merasakan hal yang sama dengan ku," ucap Sophie yang ragu.
"Tidak, percaya saja padaku ka. Aku belum pernah melihat bang Athan seperti ini pada wanita manapun selain Intan,"
"Intan?" tanya Sophie yang mendengar nama perempuan yang dekat dengan Athan. Sophie melempar kan tatapan tidak suka nya karena ada saingan mendapatkan Athan lagi.
Vandra terkekeh pelan." Jangan khawatir ka, Intan itu adik kami," balas Vandra.
"Ehh, hehe maaf aku tidak tau," sesal Sophie dengan pandangan bersalah.
"Tak apa ka,"
Karena wajar saja Sophie tidak tahu, seperti nya Athan memang tidak memberi tahu apapun Sola keluarga nya pada Sophie.
Pria itu masih tertutup pada Sophie dan juga mungkin belum percaya sepenuhnya.
Bahkan saat pernikahan Sania dan Athan, Sophie pun tak di undang oleh Athan sama sekali.
"Kaka bisa kembali ke tempat tadi, mau mu antar," tawar Vandra.
"Boleh jika tidak merepotkan karena aku masih bingung dengan ruangan yang ada disini,"
TBC
__ADS_1