
"Dokter Athan ada dimana, dokter udah pulang ya? tanya Sophie dengan nada yang lemah pada seseorang yang tengah ditelpon nya.
"Tidak, saya sudah ada di restoran nya, lantai paling atas, di rooftof. Kau kemari lah," ucap Athan langsung mematikan sambungan nya secara sepihak.
"Cepet banget sampe sana nya, huft aku beneran ditinggal," ucap Sophie menendang sebuah batu kecil yang ada dijalan tersebut karena sangking kesal nya dirinya.
Tanpa sadar jika batu yang dia tendang terkena seseorang.
"Hey, siapa yang menendang batu ini padaku!" ucap pria dengan tampang yang urakan.
Sophie terkejut dan takut melihat pria yang berbadan besar tersebut. Alhasil Sophie berlari kecil agar pria itu tak melihat nya.
"Huft, Astaga kau bodoh sekali Sophie," ucap nya sambil memukul kepala nya dengan kedua tangan nya.
Akhirnya dia sampai direstoran dan pergi ke rooftof.
Sophie kemudian mencari keberadaan Athan dan ternyata pria itu berada di paling pojok sedang memegang buku menu.
Sophie segera menghampiri Athan dan duduk dikursi didepan pria itu.
"Oh mau sudah datang, kupikir kau akan tersesat," ucap Athan tanpa mengalihkan pandangannya dari buku menu sedangkan Sophie menghela nafasnya.
Tapi rasa kesal Sophie tak berlangsung lama karena dari atas sini dia bisa melihat pemandangan kota yang begitu indah denhan lampu-lampu gedung yang menyala membuat kota semakin indah pula.
Serta dirinya merasa tengah mengadakan dinner date dengan Athan. Tak ada yang lebih membahagiakan dari itu.
Sophie sanhat yakin jika rekan-rekan nya tau jika dia bisa makan bersama, pasti mereka semua akan berteriak iri pasalnya mereka juga menyukai dokter Athan.
"Kau mau memesan apa?"
"Dokter Athan pesan apa?" tanya Sophie malah bertanya balik.
"Saya memesan Goulash," ucap Athan.
"Saya juga mau pesan itu." ucap Sophie yang ingin merasakan makanan apa yang dipesan oleh Athan.
Dia ingin mencoba apa yang disukai oleh pria itu.
"Oke," Athan akhirnya memesan Goulash pada pelayan.
Goulash atau yang lebih dikenal dengan nama Gulyas berasal dari Hungaria. Goulash merupakan makanan berbentuk sup yang berisi daging dan sayuran seperti kentang, wortel serta paprika.
Goulash sangat populer sebagai menu makan malam di kawasan Eropa Tengah, Eropa Selatan dan juga Skadinavia.
__ADS_1
"Dokter Athan suka sayur ya?" tanya Sophie.
"Iya," singkat Athan.
"Terus dokter Athan suka makanan pedas atau manis?"
"Kau sedang mewawancarai saya?" tanya Athan menaikkan sebelah alisnya.
Sophie menyengir tidak jelas, gagal sudah dia mendapatkan info tentang Athan.
Tak lama menunggu akhirnya pesanan mereka pun datang, keduanya makan dalam diam dan tenang.
Sesekali Sophie memperhatikan Athan yang sedang makan. Pria itu menggulung lengan kemeja nya setengah sehingga dia bisa melihat lengan pria itu yang terlihat berotot.
Sophie menelan makanan di mulutnya dengan susah payah. Fathan terlihat seksi saat makan.
"Apa yang kau lihat Hem?" hanya Athan yang sebenarnya sudah sadar sejak tadi. Dia hanya membiarkan seberapa lama wanita didepannya itu akan memperhatikan nya. Dan ternyata Sophie sangat betah.
"Hehehe," cengir Sophie kembali sedangkan Athan menggelengkan kepala nya. Mengklaim dalam hati jika Sophie tipe orang yang suka menyengir tidak jelas.
"Terimakasih dokter Athan atas waktu nya," ucap Sophie.
Kini mereka sudah berada diparkiran rumah sakit untuk segera pulang kerumah masing-masing.
"Haha, tentu saja dokter,saya menganggap makan malam hari ini sebagai keberhasilan kita untuk operasi tadi," ucap Sophie berusaha tersenyum. Padahal dalam hatinya bergetar tak karuan.
"Baguslah jika begitu, saya pulang dulu, kau juga pulang lah. Dan jangan melamun kau menyetir," ucap Athan memperingatkan.
"Siap dokter," ucap Sophie sambil menghormat.
Athan mengangguk singkat dan pamit terlebih dahulu. Pria itu langsung menaiki mobil nya.
Tin tin tin
Athan membunyikan klakson nya, Sophie menyingkir dan melambaikan tangan nya.
Sophie memperhatikan mobil Athan yang kini melaju pekarangan rumah sakit sampai tak terlihat.
"Aku tak akan mnyerah dokter," Ucap nya pelan. Meski dia tau jika Athan tak memiliki perasaan pada nya. Maka dia harus lebih melangkah maju.
Dan hari ini dia berhasil maju satu langkah dari sebelumnya. Malam ini adalah malam yang paling indah untuk dirinya. Sophie yakin jika akan tertidur dengan nyenyak hari ini.
***
__ADS_1
Arena jalan yang digunakan untuk balapan antara the boys dan Devlokar sangat ramai hari ini.
Anggota Kedua geng tersebut kebanyakan datang untuk pertandingan kali ini.
The boys tidak ada Maslah dengan Devlokar. Mereka baik-baik saja dan bahkan ketus mereka saling berteman.
Satu-satunya geng motor yang memiliki masalah dengan mereka hanya Alyxton .
Padahal geng Kenzie tersebut pernah dekat dengan The boys juga, tapi sekarang sangat retak.
"Bro, kenapa lagi si Fedrick, kemarin Mark yang gantiin sekarang elu, besok siapa lagi?" tanya ketua dari Devlokar, Johnny.
"Tau tuh anak, yaudah lah, gue yang balapan Ama lu gak papa kan, keberatan gak Lo, gue gak kalah jago dari Fedrick. Lo pasti kalah," ucap Keenan.
"Widih, sombong banget ni lh sakit ketua the boys. Stevan, Anggota geng Lo nih," ucap Johhny pada Steven.
"Biasa, biarin aja lah bang," ucap Steven sambil menghirup nikotin disela tangan nya .
"Lo makin kuat aja ngerokok nya, kalo pacar lo liat habis lo," ucap Keenan pada Steven.
"Dia gak ada disini, jadi aman," balas Steven mengedikkan bahunya.
"Cih, entar ditinggalin cewe nya pasti nangis, yakin gue," ucap Keenan tertawa kecil diikuti oleh Johnny.
Keenan sangat tau bagaimana bucin nya rekan nya yang satu itu.
"Dih enak aja lo, gua gak kayak gitu, masa gitu doang gue langsung nangis. Ada-ada aja," Elak Steven tak terima apalagi ada ketua Devlokar disana. Dia merasa malu saat Keenan mengatakan hal tersebut.
"Kita liat aja nanti," balas Keenan tersenyum miring. Dia sangat menantikan bagaimana tanggapan dari Ayyara saat tahu sifat dan sikap asli dari Steven.
Keenan sebenarnya memberikan jempol pada Steven, pria itu walaupun di geng terlihat emosian dan tegas tapi ada Ayyara pria itu selalu mencoba untuk bersabar.
Steven memiliki kendali yang sangat baik.
"Banyak bacot Lo, itu bentar lagi mau mulai," kesal Steven lalu menyingkir dari tengah jalan diikuti oleh anggota lainnya.
Masing-masing dari geng tersebut meneriakkan nama geng mereka masing-masing.
Keenan bersemangat sekali hari ini, pasalnya hadiahnya hari ini adalah uang tunai sebesar 100 juta.
Dia ingin memang dan berparty dengan The Boys, sudah sejak lama mereka tak melakukan nya.
TBC
__ADS_1