Possesive Man

Possesive Man
Part 89


__ADS_3

"Siapa itu?" tanya Intan saat mendengar suara mobil yang mendekat ke arah kontrakan mereka.


Dan sekarang mobil terdengar berhenti di depan kontrakan mereka.


Intan berpikir jika itu adalah Fathan atau Abang nya yang lainnnya. Entah mengapa dia berpikir seperti itu.


"Kenapa Ntan?" tanya Keenan yang melihat Intan malah melamun.


Keenan memang berada di kontrakan gadis itu. Pria itu yang mengantar kan Intan ke kontrakan setelah menjenguk adik nya Atlas di rumah sakit.


Dan Keenan belum pulang ke rumah nya karena untuk menemani Intan sampai Sania pulang. Keenan tidak tega jika harus meninggalkan Intan sendirian.


Intan akhirnya tersadar dan menggeleng pelan. Intan harus memastikan terlebih dahulu siapa yang mengunjungi ke kontrakan mereka.


Intan berjalan perlahan ke jendela dan membuka gorden nya sedikit untuk mengintip dari balik sana.


Keenan juga mengikuti apa yang sedang di lakukan oleh Intan.


"Tuh Tante Sania udah pulang, sama siapa tuh Ntan?" tanya Keenan yang memang tidak mengenal siapa pria yang bersama dengan Sania.


"Om Dsniel," ucap Intan seraya membuka pintu.


"Mommy," seru Intan seraya memeluk Sania dengan erat seakan takut jika wanita paruh baya itu sampai hilang.


"Hai sayang, "ucap Sania sambil membalas pelukan putri nya dengan hangat.


Dia langsung merasa tenang saat bertemu dengan Intan. Ada kebahagiaan tersendiri yang dia dapat kan.


"Hay om Daniel," sapa Intan tersenyum lebar.


"Hai cantik, nih Om bawakan Intan brownies coklat sama stroberi, semoga kamu suka ya," ucap Daniel menyerahkan brownies nya yang disambut dengan bahagia oleh Intan.


"Terimakasih om, pasti Intan suka. Om Daniel tau aja jika Intan suka sama yang manis-manis," ucap Intan.


Sania senang mendengar jika Intens menyukai pemberian dari Daniel.


"Om udah baikan, aku masih ingat waktu itu mommy jenguk om daniel," ucap Intan.


"Udah dong, liat nih om sekarang baik-baik aja bisa ketemu Intan malah sekarang," ujar Daniel yang ikut tersenyum karena melihat Intan yang juga tersenyum. Senyum Intan menular kepada nya.


"Baguslah kalo begitu om,"


"Yaudah yuk masuk, Intan udah belum makan belum, mommy kan belum masak, apa kau makan di luar aja?" tanya Sania.

__ADS_1


"Gak usah mom, tadi aku udah makan bareng sama bang Ken," ucap Intan sambil menunjuk ke arah Keenan yang tengah berdiri di depan pintu.


Keenan yang namanya disebut lantas langsung menghampiri mereka dan menyalim Sania dan juga Daniel seperti yang telah dilakukan oleh Intan terlebih dahulu.


"Oh jadi ini yang namanya Keenan ya, makasih ya udah anterin Intan sampai rumah," ucap sania pada pria itu.


"Ya Tante, sama - sama ," ucap Keenan tersenyum malu.


"Yaudah yuk pada masuk, maaf ya rumah nya agak kecil," ucap Sania.


"Tidak masalah," ucap Daniel.


Keenan melirik ke arah Daniel, Keenan tahu jika pria paruh baya itu menyukai Sania.


Keenan akhirnya memberitahu pada Athan soal ini. Keenan lebih setuju tentu saja jika Intan bersama dengan keluarga itu dari pada pria yang bernama Daniel itu meskipun kelihatan nya wajah nya memang terlihat baik dan tidak ada maksud jahat di dalam nya.


"Keenan mau langsung pulang aja Tan, soal nya adik saya baru keluar dari rumah sakit, mama saya tadi nelpon," ucap Keenan.


"Oalah, itu yang kamu jenguk ya Ntan, jadi itu adiknya Keenan toh," ucap Sania.


"Iya mom, Keenan juga udah lama tadi disini nya," balas Intan.


"Yaudah kalo begitu, Keenan hati-hati ya," ucap Sania.


Tapi dia memang harus segera pulang, karena banyak orang yang datang ke rumah nya untuk menjenguk Atlas membuat Keenan harus membantu mama nya.


"Boleh dong, rumah ini terbuka untuk Keenan kapan saja Keenan mau," ucap Sania.


"Yaudah kalo gitu, Keenan pulang sekarang ya tan, dah Intan," ucap Keenan.


Intan mengangguk dan mengantarkan Keenan sampai ke depan pintu.


"Bang Ken hati-hati ya, kalo udah nyampe rumah kabarin Intan. Kirim salam sama Tante dan Atlas juga," pesan Intan pada laki-laki itu.


"Iya," balas Keenan sambil mengacak rambut gadi itu dengan gemas.


"Bang Ken, kebiasaan deh acak rambut Intan kayak gitu, padahal tadi kan udah rapi sekarang jadi berantakan lagi deh," ucap Intan mempoutkan bibir nya.


"Jadi cerita nya lagi ngambek heum," ucap Keenan mencubit pipi Intan yang tengah di kembung kan.


"Bang Ken jahil banget deh," ucap Intan kembali membuat Keenan terkekeh, lucu melihat raut wajah Intan yang tengah kesal.


"Bukannya bang Ken mau pulang ?" tanya Intan mengingat kan pria itu.

__ADS_1


"Kamu ngusir Abang," ucap Keenan menyipitkan nata nya.


"Lah kan tadi kan katanya mau pulang, Intan gak ada ngusir loh," jawab Intan mengertyit kan dahi nya.


"Iya bang bercanda," ucap Keenan.


"Yaudah bang Ken pergi ya," ucap Keenan memasuki mobil nya.


"Dah bang Ken,' ucap Intan yang memperhatikan mobil Keenan yang semakin menjauh dari pekarangan kontrakan mereka.


Setelah tak terlihat baru lah Intan masuk ke dalam rumah.


Dia melihat Daniel yang tengah duduk di kursi dan Snaia seperti nya tengah ke dapur.


Intan lalu duduk di kursi seberang Daniel dan pria itu tersenyum yang dibalas oleh Intan dengan senyuman kecil .


Tak lama sania datang dengan membawa segelas air yang Intan yakini untuk Daniel .


"Ini, diminum," ucap Sania memberikan segelas air hangat di depan Daniel.


"Terimakasih," ucap Daniel pada wanita paruh baya itu.


"Intan udah kelas dua belas ya?" tanya Daniel.


"Iya om,"


"Bentar lagi ujian dong yah, Intan nanti mau ngambil dimana?" tanya Daniel hang membuat Intan tersenyum masam.


Lagi dan lagi dia harus mendapatkan pertanyaan yang seperti itu. Mengingat kan bawa akan banyak yang akan dia hadapi dan juga tentang biaya kuliah nya.


Intan tak mau terlalu memikirkan nya tapi kenapa banyak sekali yang menanyakan hal itu pada nya.


"Em belum tau om, liat nanti aja tapi Intan suka mendesain baju," ucap Intan menjelaskan minat nya.


"Wah bagus dong," balas Daniel.


"Iya," angguk intan dengan singkat.


"Yuk makan brownies nya," ucap Sania mengalihkan pembicaraan saat melihat raut wajah Intan yang sudah tidak enak.


Sania tau jika jika putri nya itu sedang tidak ingin membahas hal itu sekarang.


"Yey mau, Intan mau dong," Ucap Intan dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


TBC


__ADS_2