
"Kemana sih, kok gak masuk kelas yah Ntan si Aya," ucap Jesi sedikit khawatir.
Dia sudah melihat tas Aya berada di kursi namun sahabat nya itu bahkan tidak masuk ke dalam kelas.
Sedangkan Intan dia telat karena menunggu hujan yang reda.
"Ayara tadi emnag gak bilang apa-apa sama Jesi?" tanya Intan yang mendapat gelengan dari Jesi.
"Gak ada Ntan, soalnya tadi dia dulu yang datang. Soalnya pas aku Dateng kesini tas Aya udha ada di sini," jelas Jesi.
"Terus kemana dong?" tanya Intan.
"Kita ke kelas nya Steven aja deh, siapatau dia barengan sama Steven kan yah," ucap Jesi mengusulkan.
"yaudah deh,"
"Abang ikut, sekalian mau ngobrol sama Steven," ucap Mark yang mendengar percakapan ke dua gadi itu.
"Boleh bang, Kuy lah kita langsung ke sana," ucap Intan yang diangguki oleh ke duanya.
Hanya melewati beberapa kelas saja, akhirnya ke tiga nya sampai juga di kelas Steven.
"Nah itu Steven, loh Aya nya kemana?" ucap Intan melirik ke kelas tersebut.
"Stev," panggil Mark dan berjalan ke arah pria itu.
"Steven, liat Aya gak, Aya gak masuk ke kelas tadi, disini juga gak ada, kami kira Aya barengan sama Steven," ucap Intan yang tidak melihat batang hidung Ayyara sama sekali.
"Gue gak tau," ucap Steven yang terlihat acuh tak acuh.
"Kok Lo gak tau sih dimana pacar lo," balas Jesi yang aneh melihat tingkah Steven yang terlihat biasa saja saat Ayyara tidak ada, sungguh seperti tidak biasa nya.
"Ya sama kayak kalian, masa temen nya gak ada yang tau," ucap Steven kembali.
"Dahalah gue malas disini," balas Steven yang tak mau membahas tentang Ayyara.
Pria itu bangkit dari kursi nya dan keluar dari kelas.
"Mau kemana Lo?" tanya Mark yang melihat kepergian pria itu.
"Ke rooftof," jawab nya singkat.
__ADS_1
"Kenapa sih sama Steven, aneh banget dia hari ini," ucap Intan yang disetujui oleh Jesi.
"Entar Abang yang ajak dia bicara," ucap Mark yang mengikuti kepergian Steven.
"Terus gimana sekarang?" tanya Intan yang melihat kepergian Mark dan Steven.
"Kita cari Ayyara dulu ketempat yang mungkin dia kunjungi, ini handphone nya juga kenapa gak aktif sih," gerutu Jesi.
Kedua nya berpencar untuk mencari Ayyara.
Intan lah yang pertama kali menemukan Ayyara. Sahabat nya itu dia temukan di taman sekolah lebih tepatnya duduk di bawah pohon yang rindang dengan menelungkup kan wajah nya.
Intan segera menghubungi Jesi jika ia telah menemukan Ayyara agar gadis itu juga segera ke taman.
"Aya," panggil Intan mendekati Ayyara dan duduk di sebelah gadis itu.
Terdengar Isak tangis di telinga Intan membuat gadis itu menjadi khawatir pada Ayyara.
"Aya, Aya kenapa?" tanya Intan dengan lembut sambil mengusap bahu gadis itu.
Ayara mengangkat wajah nya yang terlihat sembab, mata nya membengkak karena terlalu lama menangis.
"Astaga, Ayyara kamu kenapa?" tanya Intan yang melihat keadaan Ayyara yang begitu kacau dan jauh dari kata baik-baik saja.
Intan langsung saja membawa Ayyara ke dalam pelukan nya. Tidak perduli baju nya yang akan basah karena air mata Ayyara.
"Intan hiks, Steven..... Steven mutusin aku," ucap nya dengan tersendat-sendat.
"Putus? kenapa?" tanya Intan kembali.
"Gak tau, aku gak mau putus dari Steven Ntan, tapi dia tetap kekeh sama keputusan nya dia, hiks aku harus gimana," lirih Ayyara semakin menenggelamkan wajah nya pada Intan.
"Kalian berantem ya," ucap Intan yang terus mengusap pindah Ayyara agar sedikit menenangkan Aya.
Tak lama Jesi pun datang, sama hal nya dengan Intan, Jesi juga kaget dengan keadaan Ayyara.
"Aya kamu kenapa, siapa yang bikin kamu kayak gini," ucap gadis itu.
"Jes, kamu tenangin Aya bentar ya, aku mau beli minum dulu buat Aya," ucap Intan melepaskan pelukan Ayyara yang diambil Alih oleh Jesi.
Intan segera bergegas menuju kantin dan membeli air untuk teman nya.
__ADS_1
Tak beberapa lama, Intan pun datang dan masih melihat Ayyara yang menangis kecil tidak seperti tadi.
"Aya minum dulu," ucap Intan memberikan air pada Ayyara.
Gadis itu langsung meneguk minum nya dengan pelan. Dia sedikit merasa lega.
"Udah? jangan nangis lagi, kasian tuh mata kamu udah bengkak, kalo udah siap cerita sama kita, kamu boleh langsung cerita Ya, kamu punya aku sama Aya," ujar Jesi.
Ayyara menghembus kan nafas nya terlebih dahulu lalu menceritakan semua nya pada kedua sahabat termasuk dia yang akan sekolah ke luar negeri.
"Jadi karena itu Steven minta putus, dia tidak mau menjalani hubungan jarak jauh begitu?" tanya Jesi yang diangguki oleh Ayyara.
"Susah juga sih, apalagi Daddy kamu juga sekarang udah larang kamu berhubungan sama Steven. LDR memang susah," ucap Intan.
"Ya tapi kan masa di Steven langsung nyerah gitu aja sih, kayak bukan Steven biasanya. Dia kan cinta banget sama Aya, harusnya ya diperjuangkan lah," ucap Jesi.
Namun tidak sepenuhnya juga dia menyalahkan Steven karena jika itu dirinya mungkin akan melakukan hal yang sama karena hubungan jarak jauh itu susah.
"Yah, berarti Aya nanti gak barengan lagi sama kita," ucap Intan yang sedih akan berpisah dari Ayara.
"Ya aku kan gak menetap di sana Ntan, aku bakalan balik kalo udah lulus ko," ucap Ayyara yang juga berat meninggalkan semua orang yang dia sayang.
"Ya kan masih lama, tapi kalo untuk masa depan Aya, ya mau gimana lagi. Jika itu yang terbaik kita tidak bisa menghalangi nya kan Jes,' ungkap Intan.
Jesi mengangguk. "Nanti aku bicara sama Steven deh,"
"Jangan, biar aku aja, ini masalah aku sama dia. Setelah aku pikir-pikir ada benar nya dia mengambil keputusan seperti itu meski aku belum terima. Kuharap dia mau menunggu ku sampai lulus, sungguh aku hanya ingin bersama Steven," ucap Ayyara dengan sendu.
Dia tak ingin melirik pria lain lagi, Sekarang dunia nya hanya berpusat pada pria itu saja. Hati nya sudah stuck untuk Steven seorang.
"Semoga berhasil, aku yakin Steven masih mencintai mu juga, tidak mungkin semudah itu dia melupakan mu. Dia menjauh untuk membiasakan diri nya dalam kehadiran mu aku yakin itu," ucap Jesi.
saat di kelas tadi, Jesi dapat melihat sedikit kepanikan saat Merkea mengatakan jika Ayyara tidak ada, hanya saja pria itu menutupi kekhawatiran nya dengan wajah datar nya tadi.
"Rumit banget yah, Intan pusing jadinya," ucap intan.
"Intan masih kecil, makannya jangan mikirin cinta-cintaan dulu ya," ucap Ayyara.
"Mana bisa begitu, kalian saja sudah memiliki pasangan, lagian kan kita seumuran jadi Intan juga mau punya pacar,"
"Ya baiklah, tapi katakan pada kami berdua dulu okey,"
__ADS_1
"Okey kapten,"
TBC