
"Gue duluan ya guys," ucap Vandra pada kedua adik nya yang masih berada di rumah.
"Hati-hati bang," ucap Intan.
"Kalian juga, Mark Lo bawa motor nya jangan ngebut-ngebut," peringat Mark.
Pria itu sering kali seperti itu, selalu membawa motor dengan kebut-kebutan. Jika jatuh kan bahaya.
"Hem," dehem Mark.
Vandra tersenyum merekah saat mendapat pesan dari orang yang dia tunggu.
"I'm coming pretty," girang nya seraya bersenandung kecil.
Intan dan Mark saling bertatapan melihat itu.
"Kayak nya bang Vandra, udah mulai gila deh," ucap Mark.
"Sembarangan kalo ngomong Abang ih," ucap Intan.
"Tapi yakan dek, masa bang Athan sama bang Vandra suka sama satu cewe yang sama. Eh tapi enggak deh, seru kayaknya liat mereka berebut entar," kikik nya.
"Hem benar juga, sekarang semua nya terserah sama ka Sophie. Huh! Intan mau juga dikejar-kejar banyak cowo tampan kaya gitu, sambil tutup mata kayaknya gak salah milih deh soalnya kan pada ganteng," ucap Intan sambil menghayal.
Mark menoyor pelan kepala Intan,
__ADS_1
"Ye, ngomongin orang ganteng langsung berbinar tuh mata kamu," ucap Mark.
"Ya dong bang, aku pernah baca Twitter begini, memandang orang tampan dapat menghilangkan rasa setres," jelas Intan memberitahu apa yang di baca nya.
"Buset, siapa yang bikin tuh, jadi sekarang Intan setres nya pasti hilang dong kan lagi liat Abang yang tampan ini," ucap Mark.
"Enggak, orang gantengan Jaemin," ucap Intan sambil berjalan terlebih dahulu ke luar rumah.
"Gila, gue dibandingin sama Jaemin, ya jelas gantengan dia si," ucap Mark menyusul adik nya tersebut.
Vandra sekarang sudah berada di kediaman Sophie.
Orang yang mengirim pesan adalah gadis itu.
Dan sekarang disini lah Vandra sekarang, menunggu gadis itu keluar dari rumah nya.
Gadis itu langsung masuk ke kursi depan di samping kemudi.
"Hai, sudah siap untuk berangkat?" tanya Vandra sekedar untuk basa-basi.
"Ya, maaf. Apa kamu menunggu lama?" tanya Sophie tidak enak hati.
"Sama sekali tidak, aku juga baru sampai, " ucap Vandra mulai menjalankan mobil nya.
"Terimakasih karena sudah mau menemani ku untuk membeli kado untuk mama ku," ucap Sophie dengan tulus.
__ADS_1
"Senang bisa membantu nona," ucap Vandra tersenyum.
"Em, Apa Athan bekerja sekarang?" tanya Sophie.
Vandra sedikit melunturkan senyuman nya. Lagi dan lagi saat bersama nya Sophie tak pernah melewatkan tentang Athan.
Selalu saja ada yang ingi ditanya kak oleh Sophie tentang Athan.
"Ya seharusnya begitu," ucap Vandra singkat.
"Hem iya sih, aku aja yang ngambil cuti hari ini," ucap Sophie.
"Ah iya, mama kamu suka nya apa? agar aku juga tau memberikan apa," ucap Vandra mengalihkan pembicaraan.
"Em, nanti kita cari disana aja," ucap Sophie.
"Memang nya kapan ulang tahun mama kamu? aku boleh ikut kan?" tanya Vandra langsung.
Sophie tidak langsung menjawab karena masih memikirkan apa dia harus mengajak pria itu atau tidak.
Karena biasanya saat ulang tahun di rumah mereka tidak dirayakan besar-besaran. Hanya makan malam keluarga inti saja. Yang berarti hanya ada dirinya mama dan papa nya saja.
Hal itu tentu jarang terjadi karena kedua orang tuanya yang sibuk bekerja demikian juga dengan dirinya sendiri. Jadi disaat momen-momen seperti itu kah mereka bisa makan bersama.
"Sophie?" ucap Vandra melambaikan tangan nya di depan wajah Sophie yang malah melamun.
__ADS_1
"Eh iya, maaf. Em nanti aku kabarin kamu ya," ucap Sophie.
"Oke, aku tunggu kabar baik nya," ucap Vandra.