
"Kalian terlihat sangat serasi," ucap tamu kepada Athan dan Sophie
"Terimakasih,"ucap Sophie anggun sedangkan Athan hanya tersenyum tipis.
Saat ini mereka sedang ada acara ulang tahun salah satu team dokter mereka yang acara ulang tahun nya di sebuah hotel ternama.
Mau tak mau Athan harus datang kesana dengan membawa Sophie ikut serta juga karena diharuskan datang membawa pasangan dan juga karena suruhan Sania pula.
Sophie juga mengajak nya dengan begitu bersemangat saat itu, dan Athan hanya dekat dengan Sophie di kawasan rumah sakit jadilah dia pada akhirnya bersama dengan Sophie.
Athan dan Sophie menghampiri Mike yang sedang berbicara dengan tamu lainnya.
"Wow Athan akhirnya kau datang aku menunggu mu dari tadi," ucap Mike
"Selamat ulang tahun bro," ucap Athan dan memberikan kado.
"Thank you my bro,"balas Mike senang karena dia sebenarnya menunggu Athan karena ingin menerima kado dari pria itu. Athan jika memberikan kado tak pernah main-main apalagi jika itu pada teman dekatnya.
Saat mereka sedang asik berbincang terdengar suara bisik-bisikan. Seseorang datang dari sana membuat orang yang disana terpesona terutama Athan Dia bahkan tak melepaskan pandangannya dari sosok itu.
Dia Menggeram saat melihat dibelakang gadis itu ada seorang pria dan sekarang pria itu menggenggam tangan-nya.Mereka memakai baju yang senada seperti pasangan yang bahagia hingga rasanya darah ditubuh Athan terasa mendidih.
"Ya ini dia yang kita tunggu, tamu spesial kita," Mike menghampiri Joice dan Cole.
"Selamat ulang tahun Mike ," seru Joice dan juga Cole bersamaan.
"Eyy bahkan kalian secara bersamaan mengucapkan-nya, lihatlah banyak yang iri melihat kalian," ucap Mike.
"Hanya kebetulan saja," balas Joice tersenyum sedangkan Cole mentapnya dengan tatapan sulit diartikan.
Mata Athan menatap Joice dan juga Cole. Dia merasa panas dingin sekarang apalagi melihat tatapan Cole pada Joice. Athan jelas tau tatapan itu tatapan penuh cinta karena Athan juga seorang lelaki dan merasakan hal yang sama.
"Baiklah silahkan nikmati hidangannya, dan yah nanti kalian harus ikut acara dansa okey, aku ingin menyambut tamu yang hadir dulu ," ucap Mike dan beralih ke tamu-tamu lainnya.
Tentu saja Cole merasa senang mendengar hal itu akhirnya dia bisa lebih dekat dengan Joice apalagi berdansa dengan pujaan hatinya.
"Wah ada acara dansa, dokter Athan kau mau berdansa denganku kan," ajak Sophie.
__ADS_1
Athan tak menjawab dia hanya berdehem tanpa melirik Sophie sedikit pun. Sophie tersenyum lesu tapi tak apa-apa yang penting dia bisa berdansa dengan pria itu.
Joice sesekali melirik ke arah Athan yang tampak gagah menggunakan jas yang pas di badannya hingga mata mereka bertemu.
Joice yang tertangkap basah saat melihat pandangan Athan dengan cepat memalingkan wajahnya ke arah lain.
Athan tersenyum tipis melihat itu hingga acara pesta dimulai dan dilanjut dengan acara dansa.
Awalnya Athan tak suka tapi saat dikatakan akan ada pergantian pasangan saat musik berganti Athan melancarkan beberapa rencana di otak liciknya.
Dia sudah mencari keberadaan Joice dan dia mendapatkan nya sedang bersama dengan managernya. Athan berencana untuk berganti pasangan dengan Joice nantinya dia tersenyum dalam hati memikirkan dia akan berdansa dengan Joice.
Dengan ogah-ogahan Athan akhirnya berdansa dengan Sophie , dia hanya bisa menuggu pergantian musik sesekali melihat ke arah Joice dan juga Cole dengan raut wajah menggeram.
Joice harusnya hanya boleh berdansa dengannya, Athan benar-benar tak suka disituasi seperti ini.
Berbeda dengan suasana hati Athan yang suram Sophie terlihat sangat bahagia melihat lebih dekat Athan Tak henti-hentinya dia mengangumi ketampanan dokter idaman nya itu.
"Berhentilah menatapku seperti itu," ketus Athan yang tak suka.
Athan diam tak menjawab dia tak mungkin berdebat di pesta orang lain jadi dia hanya membiarkan perlakuan Sophie yang mulai mengganggu dirinya.
Athan tersenyum tipis saat mendengar suara pergantian musik terlihat Sophie yang kecewa tapi dia tak perduli dan langsung meninggalkan Sophie dan dengan satu sentakan dia berhasil membawa Joice padanya.
Joice yang tak siap hampir saja jatuh untung saja Athan yang sigap langsung menangkap Joice dan menarik pinggang Joice agar lebih mendekat padanya.
Athan tak melewatkan kesempatan untuk melihat Joice. Ditatapnya dengan dalam mata Joice sambil terus berdansa dengan iringan musik. Joice juga terlihat menikmati dia mengikuti langkah kaki Athan dan mengalungkan tangannya di leher Athan.
"Kau sangat cantik malam ini," bisik Athan tepat di telinga Joice.
Joice yang mendengarnya hanya tersenyum tipis dia tak boleh terbuai dia tak ingin menjadi perusak hubungan orang lain. Joice berharap musiknya cepat berhenti dia tak ingin berlama-lama dengan Athan .
Joice menghindari kontak mata dengan Athan. Dia menatap ke arah bawah menatap langkah kaki mereka yang penting tak bertepatan dengan mata Athan
Athan yang melihat itu jelas tak suka. Dia ingin Joice hanya melihat dirinya. Athan menghentikan gerakan kakinya dan menangkap wajah Joice agar menatap-nya.
"Jangan menghindari ku," desis Athan.
__ADS_1
Joice menjauh dan menepis tangan Athan pelan. Terlihat banyak orang yang melihat kearah mereka berdua.
"Wow, kalian terlihat sangat menikmati pesta dansanya ya sampai tak menyadari jika musiknya sudah berhenti sedari tadi," Kekeh Mike.
"Sepertinya kau harus membuat acara dansa tahun depan Mike, acara ini memang menyenangkan," ucap teman Mike terkekeh.
Joice menunduk dan berlalu pamit dia ingin pulang sekarang, dia sebisa mungkin harus menghindari bertemu lagi dengan Athan.
Joice mencari Cole namun tak ditemukan olehnya. Joice menghubungi Cole dan ternyata pria itu sudah ada dimobil.
Joice segera menemui Cole dan benar saja pria itu malah tidur dimobil.
"Cole," panggil Joice menggoyangkan bahu pria itu. Cole membuka matanya dan melihat Joice yang berada didepannya.
"Sudah?"tanya Cole dengan nada tak seperti biasanya bahkan pria itu tak berniat menatapnya dan malah memalingkan wajahnya ke jendela.
"Sudah, aku sangat lelah dan ingin Segera beristirahat," ucap Joice.
"Heum," dehem Cole kalau melajukan mobil tanpa banyak kata dan menyalakan musik untuk mengisi keheningan diantara mereka berdua.
Joice mengerti biasanya Cole akan berceloteh atau bercerita apapun itu padanya, tak biasanya Cole seperti ini pikir Joice.
"Apa aku ada jadwal besok Cole?" tanya Joice memulai pembicaraan.
"Tidak," ucap Cole singkat dan terus fokus menyetir.
"Ada apa denganmu sebenarnya, kau sangat aneh," decak Joice.
"Apa pedulimu? Dan bisakah kau diam aku tak bisa fokus menyetir kau berisik," balas Cole dengan nada sengit.
Joice tertegun rasanya sepeti Dejavu karena dia pernah atau bahkan sering mengucapkan hal itu pada Cole. Menyuruhnya untuk diam karena tak ingin diganggu .
Beginikah rasanya diabaikan Joice merasa sedikit sesak tapi dia melakukan itu karena tak mau memberikan harapan pada Cole. Sebenarnya Joice tahu benar jika Cole menyukai dirinya. Joice bisa melihat itu dari tatapan dan perlakuan Cole yang berbeda padanya.
Hanya saja Joice tak ingin menyakiti Cole karena Joice tak memiliki perasaan pada Cole.
TBC
__ADS_1