
"Kamu tau nggak, kenapa aku gak mau ngomong soal aku yang ikutan geng motor sama rokok dan yang lain nya?" tanya Steven.
Pria itu sudah menjelaskan semua kebiasaan buruk nya pada Ayyara.
Steven sangat berhati-hati dalam menjelaskan dan memilih kalimat yang tepat agar membuat Ayyara mengerti dengan mudah.
Steven mengumpulkan semua keberanian nya untuk mengatakan semua nya pada Ayyara.
Pria itu benar-benar tidak menutupi apa pun lagi dari Ayyara. Dia mengaburkan tembok pembatas yang dia buat sendiri dengan Ayyara.
"Apa?" tanya Ayyara dengan singkat.
Jujur Ayyara masih membutuhkan sedikit waktu untuk mencerna dan memahami Steven.
Dia merasa terkejut saat ternyata apa yang dia lihat semua nya benar.
Mengingat Steven berlaku sangat baik dan di sekolah pria itu tak pernah sama sekali bermasalah.
"Aku takut sayang, aku takut kamu meninggal kan aku jika tahu aku kayak gitu sebenernya. Kau bukan lah orang yang baik Aya," ucap Steven yang tau dirinya begitu egois.
Dia ingin menahan Ayyara bersama nya selalu dengan menunjukkan sisi baik dalam dirinya untuk membuat Ayyara melihat nya sebagai pria yang baik dan layak untuk gadis itu.
Ayyara menghela nafas berat mendengar alasan klise Steven.
"Malah kalo kamu gak bilang sama aku, aku malah bisa aja meninggal kan kamu Steven," ucap Ayyara.
Steven menggeleng kan kepala nya dengan ribut. "Gak boleh, pokok nya gak boleh," ucap Steven dengan menekan kan suara nya.
"ya habis nya, kamu main rahasia - rahasia sama aku, aku malah jadi tau sendiri kan jadi nya. Sakit banget aku liat kamu sama cewe itu Stev, dan aku gak nyangka ternyata kamu suka mabuk. Itu malah buat aku jadi gak percaya sama kamu. Harusnya kamu jelasin dari awal. Kamu udah nipu aku," lirih Ayyara.
Dia merasa menjadi orang yang paling bodoh. Tak bohong Ayyara tentu saja merasa kecewa saat dia tak tahu apapun mengenai latar belakang Steven.
Dia tak tau apa saja yang di lakukan oleh pria itu.
Namun tetap saja Ayyara tidak bisa membenci atau pun mengabaikan pria itu.
Mungkin benar kata orang, jika sudah jatuh cinta bisa membuat orang menjadi bodoh.
Ayyara tidak peduli karena sebagian bahagia hidup nya ada bersama dengan Steven.
Steven yang melihat tatapan kekecewaan dari sang kekasih menjadi merasa bersalah, Ayyara benar dia salah. Semuanya adalah salah nya, dia sendiri yang telah menyembunyikan nya dan menjadi bom waktu yang sekarang bom nya telah meledak.
__ADS_1
"Maaf, maafin aku," ucap Steven menatap Ayyara dengan dalam.
"Kamu--, kamu masih mau Nerima aku kan? tanya Steven dengan nada yang pelan mengingat bagaimana sekarang Ayyara sudah tau tentang nya.
"Kalo aku gak mau gimana?" tanya Ayyara.
"Aku akan tetap menahan kamu, mau gak mau," balas Steven dengan nada yang serius.
Ayyara memutar bola mata nya malas.
"Lalu untuk apa kamu bertanya," ucap Ayyara yang merasa sebal.
Steven menyengir tidak jelas. "Kan aku cuma mau nanya."
"Aku gak mau tau pokoknya kamu gaboleh sembunyi in apapun dari aku apalagi itu menyangkut tentang kamu. Aku jadi merasa gak dianggap sama kamu tau. Masa orang lain yang lebih tau tentang kamu di banding kan aku," ucap Ayyara cemberut.
"Iya sayang iya, gak lagi deh pokoknya," ucap Steven seraya mencubit hidung Ayyara dengan gemas.
"Awas aja kalo diulangi lagi, aku gak akan berpikir dua kali seperti sekarang, aku bakalan langsung ninggalin kamu," ancam Ayyara yang tidak main-main.
Cukup hanya sekali dia memberikan kesempatan, jika Steven menghancurkan kepercayaan nya kembali maka Ayyara tidak akan lagi menggunakan hati nya melainkan logika nya.
"Aku tidak akan membiarkan nya tentu saja," ucap Steven.
"Tapi walaupun aku menerima kamu, aku bukan nya mewajarkan kamu untuk masuk keluar club' Steven. Untuk geng motor dan merokok aku tak mempermasalahkan nya. Hanya saja kurangi untuk merokok dan jangan ikut-ikutan tawuran dengan geng anak motor lain nya," ucap Ayyara dengan serius.
Dia tidak mau terlalu mengekang dan melarang apa yang menjadi kesenangan dari Steven selagi masih tidak berlebihan dan masih bisa di toleransi.
"Jadi kamu gapapa kalo aku ngerokok gitu," ucap Steven.
Biasanya nya kan gadis-gadis akan selalu melarang cowok nya untuk merokok bahkan meminta untuk berhenti.
"Aku gak mau maksa kamu berhenti soalnya itu gak mudah, pelan-pelan aja misalnya yang biasanya kamu 2 barang sehari kurangin jadi 1 sampe kamu benar-benar bisa kontrol dan berhenti pada akhir nya," ucap Ayyara.
Steven tersenyum masam. gadis nya mengatakan 2 barang rokok saja padahal dia bahkan bisa menghisap lebih banyak dari itu.
"Kamu biasa nya habis berapa?" tanya Ayyara yang membuat Steven meneguk ludah nya kasar hingga jakun nya ikut bergerak.
"Satu bungkus sehari," cicit nya dengan pelan yang mampu di dengar oleh Ayyara.
"Hah? satu bungkus?" Ayyara memelotkan matanya.
__ADS_1
Itu adalah jumlah yang cukup banyak untuk satu hari.
Ayyara menajamkan mata nya, itu tidak baik untuk kesehatan Steven.
"Kamu bawa roko kamu sekarang?" tanya Ayyara dengan garang.
Steven mengangguk kan kepala nya seperti anak kucing.
"Sini kasi sama aku," pinta Ayyara dengan memberikan telapak tangan nya .
"Sama korek nya juga," ucap Ayyara.
Steven lalu merogoh saku celana nya, tak ada alasan bagi nya untuk menolak permintaan Ayyara sekarang.
"Ini," ucap Steven memberikan sebungkus rokok yang sudah habis setengah beserta pematik nya juga.
"Astaga udah habis setengah aja, kamu kapan ngisep nya ini, kalo kamu sakit karena terlalu banyak gimana!!" marah Ayyara.
Steven meringiss mendengar bawelan Ayyara yang semakin menjadi. Gadis itu kini menceramahi diri nya dengan panjang lebar.
"ststst udah-udah, kamu gak cape yang," ucap Steven pada Ayyara.
Steven langsung menciut saat mendapat kan tatapan tajam dari Ayyara kembali.
"Maaf yang," ucap nya kembali.
"Aku bakal kasih kamu roko tapi gak banyak-banyak, kamu harus bisa kurangin pokok nya." ucap Ayyara.
Gadis itu lantas mengambil tas milik nya dan mencari permen yang sangat di sukai nya.
"Nih, kalo kamu pengen ngerokok kamu makan ini dulu, kalo udah baru aku kasih kamu rokok nya, kamu ngerti maksud aku kan,"
"Maksud kamu kalo kamu setiap kasih permen itu tandanya aku bisa roko," ucap Steven.
"Yes, kalo aku cuma kasih 2 sehari ya kamu roko nya 2 aja," ucap Ayyara.
"Susah sayang, tapi gapapa deh, aku usahain buat kamu," ucap Steven dengan sedikit berat.
Dari satu bungkus menjadi 2 batang sehari itu terlalu drastis penurunan nya. Semoga saja dia bisa menahan diri nya.
"Jangan beli roko di belakang aku ya, awas aja. Aku sekarang punya banyak mata tau," ucap Ayyara mengingat kan.
__ADS_1
"Iya sayang, buat kamu aku usahain," ucap Steven.
TBC