Possesive Man

Possesive Man
Part 72


__ADS_3

"Aku akan segera pulang," ucap Athan pada orang yang sedang di telpon nya.


Pria itu membuka jas dokter yang melekat di tubuh nya dan merapikan semua barang nya.


Athan ingin langsung segera pulang secepatnya ke rumah. Pria itu cukup lelap hari ini karena banyak nya pasien di rumah sakit. Setiap hari selalu begitu tapi mau bagaimana lagi, itu adalah tugas nya sebagai seorang dokter. Athan tak boleh mengelak akan hal itu karena menyangkut nyawa orang lain.


Tubuh nya terasa lengket dan ingin segera mandi karena dia juga bau asam serta rambut nya yang sudah lepek. Penampilan nya tidak Serapi saat dia dari rumah tadi pagi.


"Huft," pria itu mengembuskan nafas nya untuk mengurangi sedikit beban di pundak nya.


Athan sudah benar-benar merindukan rumah karena pria itu memang akhir-akhir ini terlihat cukup jarang di rumah dan lebih sering menghabiskan waktu nya di rumah sakit.


Ingin rasanya dia mengatur waktunya untuk keluarga tapi pasien adalah prioritas utama nya saat ini. Dia tak boleh egois untuk kepentingan diri nya sendiri juga.


"Aku sudah sangat merindukan Intan, aku sudah jarang mengajak nya bermain," gumam Athan yang sudah tak sabar ingin mendengar suara Intan yang selalu bercerita tentang hal apapun keseharian nya pada nya.


Dia juga ingin menceritakan keseharian nya pada Intan yang selalu di dengar oleh Intan dengan begitu antusias.


Seumur-umur hanya lada Intan dia sering bercerita tentang diri nya. Athan memang begitu pemilih dalam hal itu. Dia tak ingin semua orang tau.


Saat Athan hendak keluar dari ruangan nya, ternyata ada seseorang yang berdiri disana. Seperti nya sudah menunggu diri nya sejak tadi.


Athan menaikkan sebelah alisnya. "Ada apa Sophie?" tanya Athan lada gadis itu yang malah menyengir tidak jelas.


"Kau sudah lama disini?" tanya Athan kembali saat tak mendapat jawaban dari Sophie yang sedang tersenyum.


Athan bingung mengapa gadis itu tidak langsung mengetuk pintu saja Jika memang penting, bukan nya malah berdiri di depan pintu seperti anak hilang.


"Maaf dokter, eum dokter mau pulang ya?" tanya Sophie.


"Heum, memang nya kau tak ingin pulang? kamu mau menginap. itu terserah mu, minggir lah sebentar saya mau pulang," ucap Athan.


"Eh bentar dulu dokter," ucap Sophie tak membiarkan pria itu pergi begitu saja. Oh ayolah dia sudah lama menunggu pria itu keluar dari ruangan nya.


"Tangan saya," ucap Athan dengan datar sambil melirik tangan nya yang masih dipegang oleh Sophie.

__ADS_1


"Hehe maaf dok," ucap Sophie melepaskan genggaman nya dengan tidak rela. Dia rasanya ingin berjingkrak ria karena berhasil memegang tangan berurat Athan yang sering dibawa ke gym.


"Saya bisa numpang sama dokter gak," pinta Sophie dengan wajah yang memelas.


"Kau biasanya pulang sendiri, mengapa tiba-tiba. Lagipula arah rumah kita berbeda dan jauh, saya tak punya waktu, " balas Athan dengan santai nya.


Tanpa dia sadari kata - katan nya membuat hati Sophie menjadi berdenyut sakit.


Pria itu memang tak memperdulikan nya dan tak pernah melirik nya. Padahal selama ini Sophie sudah melakukan banyak hal untuk menarik perhatian Athan yang sangat susah untuk ditaklukkan.


Tapi Sophie tak ingin menyerah begitu saja setelah perkataan Athan yang menolak nya itu.


Dia tak akan gundah dan mundur karena ini bukan pertama kali nya Dan mendapatkan penolakan dari pria itu. Sudah sangat sering dia mendapatkan hal itu.


"Tolong saya dok, soal nya ban mobil saya pecah tadi. Saya tidak tau karena apa padahal saat pagi tadi masih bisa dibawa," jelas Sophie menceritakan masalah yang sedang di alami nya.


"Kalau begitu kau pesan taksi saja, biar saya yang urus mobil nya, saya kan menelpon bengkel, palingan besok mobil mu sudah bisa kembali bagus," ucap Athan.


"Tapi dok--"


"Saya sudah menelpon teman saya, mobil mu akan aman sampai besok kerumah. Pulang lah ini sudah malam," ucap Athan.


"Dokter Athan tolong antarin saya ya, saya takut jika harus sendiri malam-malam begini naik angkutan lain ." ucap Sophie mengeluarkan jurus andalan nya.


Gadis itu menatap Athan dengan tatapan yang sangat memelas serta seperti tidak ada jalan keluar lagi.


"Ck, baiklah hanya untuk kali ini saja," ucap Athan pada akhirnya. Dia tak ingin memperpanjang masalah nya karena malah akan berdebat nanti nya.


Sayang waktu nya yang akan terbuang dengan sia-sia. seharusnya dia sudah sampai di rumah sekarang.


"Yeay, terimakasih dokter," ucap Sophie yang begitu bahagia sampai tak sadar jika memeluk Athan sangking senang nya dia.


"Eum maaf sekali lagi dokter," ucap Sophie melepaskan pelukan nya dengan canggung karena mendapat lirikan yang begitu tajam dari Athan.


Athan akhirnya berjalan terlebih dahulu diikuti oleh Sophie yang mengekor dari belakang seraya menyamakan langkah kaki nya dengan Athan agar dia tak tertinggal.

__ADS_1


Hati nya kini berbunga-bunga, tak sia-sia membocorkan ban mobil nya sendiri.


Terdengar gila memang, namun Sophie melakukan hal itu agar bisa bersama dengan Athan lagi. Dia ingin memiliki alasan agar selalu berada di dekat Athan.


Dengan susah payah dia membocorkan ban mobil nya sendiri agar tidak ketahuan siapapun orang yang ada di rumah sakit. Bisa malu diri nya jika mereka pada tau dia melakukan hal yang senekat itu.


Setibanya mereka di parkiran, Athan menyempatkan untuk melihat kendaraan milik Sophie yang memang benar bocor parah.


Athan terheran-heran karena melihat keempat ban itu bocor seluruh nya. Mengapa bisa bersamaan seperti itu.


Dia tadi nya berpikir hanya satu saja akibat terkena paku di jalanan mungkin


Ternyata keadaan nya begitu parah.


"Bagaimana bisa itu seperti ini. Pasti ada yang menyabotase nya," ucap Athan Seraya memencet ban yang bocor itu.


Sophie terlihat gugup namun sebisa mungkin dia mencoba menghilangkan nya.


"Mungkin saat di jalanan tadi. Tadi aku merasa tidak nyaman soalnya aku merasakan mobil nya terasa goyang," elak Sophie mencari alasan.


"Heum, begitu ya," ucap Athan yang seperti nya kurang yakin.


"Haha udah lah dok, bentar lagi kan diurus sama temannya dokter. Kita pulang saja sekarang dok, saya takut mama saya khawatir jika saya pulang terlalu malam," Sophie mengalihkan topik pembicaraan.


Athan mengangguk kecil meski dia merasa ada hal yang janggal. Tapi dia mencoba untuk tidak terlalu peduli akan hal itu.


"Ayo masuk," ucap Athan.


"Iya dok," ucap Sophie membuka pintu mobil milik Athan.


Sophie begitu menyukai aroma mobil Athan. Dia melirik merek pewangi yang ada dalam mobil Athan


Sophie mengingat nya dalam pikiran nya, karena dia berniat membeli yang seperti itu juga agar memiliki aroma yang sama dengan Athan .


TBC

__ADS_1


__ADS_2