
Brum brum brum
Suara motor ninja tersengar bersahutan di jalan yang jarang lewati orang lain. Oleh karena itu jalan tersebut dijadikan tempat balapan oleh anak geng motor.
Keenan dan Johnny kini sudah berada di garis start dengan wanita yang berada didepan keduanya yang kini sedang memegang sebuah bendera. Tangan wanita tersebut mulai teramgkat dan mulai menhitung mundur.
Keenan dan Johnny fokus pada benderaa tersebut dan pasa saat hitungan kesatu, bendera jatuh ketanah dan saat itu juga keduanya menacap gas dengan kecepatan yang tinggi.
"Go Keenan wooo," teriak Steven dan yang lainnya menyemangati.
Pertandingan itu awalnya dipimpin oleh Johnny. Keenan bahkan memandang kebelakang dan memberikan ibu jari kebawan sedangkan Keenan yang tak mau kalah kini menancapkan motornya dan alhasil dia berhasil mengejar Johnny.
Posisi mereka sekarang sejajar. Teriakan dari paraa penonton kini mulai terdengar ketelinga mereka, menandakan jika mereka sudah akan dekat dengan garis finish.
Keenan dan Johnny kini bertarung dengan sengit, motor keduanya berdampingan dengan kecepatan yang hampir sama.
Hingga akhirnya pemenang nya adalah keduanya. Keenan dan Johnny sampai digaris finish secara bersamaan.
Terdengar sorak-sorai dari pada penonton, semuanya terlihat sangat antusias.
"Gila, sama coy," ucap anggota lainnya.
"Mantap juga Lo," ucap Johnny seraya berjabatan tangan ala laki-laki.
"Iya dong, terus hadiahnya bagi dua nih," ucap Keenan langsung.
"Buset langsung mikirin duit anjir," ucap Johnny.
"Ye kan emang tujuan nih gue ikut balapan, mau ngejar duitnya lah," balas Keenan tak mau kalah.
Sponsor langsung memberikan uang ada keduanya. Mereka mendapatkan setengah untuk geng masing-masing.
"Asikk makan nih kita," Ucap Marcel.
"Makan Mulu Lo, tugas lo udah kelar belum ,awas aja besok ," sahut Daffa.
"Pak ketu serem amat dah,"
"Udah-udah, gimana kalo kita gabungin aja party nya?" tanya Keenan pada Johhny. Menurut nya itu akan semakin seru.
"Boleh si ide lo, tapi dimana? ni rame banget, cukup gak duitnya," ucap Johhny membuat semua anggota berteriak heboh.
__ADS_1
"Kalo gak cukup entar gue tambahin, kita sambil karaoke mau gak, minum juga Sabi deh," ucap Steven yang sedari tadi menyimak.
"Wihh untung ada si tuan muda," kekeh Johhny.
"Yaudah lah gas, Steven yang dari tempat nya yah. Dia udah ahli mah soal beginian,"
"Oke, follow me," ucap Steven yang kini menaiki motornya untuk memimpin jalan The boys dan Devlokar.
Keenan dan juga Johnny ikut memimpin didepan.
Jalanan menjadi sangat ramai karena kedua anggota geng tersebut. Suara deru motor yang beradu membuat malam yang tadinya sunyi menjadi sangat bising.
Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai ditempat yang dipilih oleh Steven.
"Entar gue booking dulu sampe pagi," ucap Steven. Steven membawa mereka ke sebuah club' yang terkenal. Club' tersebut sudah lumayan sering dia kunjungi sebelumnya.
"Mantep Stev, gue makin cinta dah Ama lu," ucap Marcel.
"Dih jijik banget gue dengernya," Daffa mengeluarkan muka julitnya sambil memandang sinis ke arah Marcel.
"Ada masalah apa sih lu sama gue, gak dikelas gak diluar, ngajak ribut Mulu," heran Marcel.
"Suka-suka gue lah," balas Daffa dengan nada yang tenang sedangkan yang lain nya tertawa melihat wajah kesal Marcel yang seakan ingin memukul Daffa.
Itu masih belum semuanya karena banyak yak tidak ikut karena beberapa memiliki urusan masing-masing.
Steven langsung mengambil tempat di paling pojok diikuti dengan Keenan dan yang lainnya.
"Mau pesan apa Lo padam?" tanya Steven.
"Gue mau kesana bentar deh, entar aja minum nya," ucap Marcel menunjuk ke arah tengah yang terdapat banyak orang yang sedang berjoget ria.
Club' tersebut lumayan rame dengan musik yang begitu keras serta wanita-wanita yang terlihat sexy pun ada disana.
Beberapa dari wanita itu menghampiri meja Steven dan kawan-kawan.
Keenan menggelengkan kepalanya dan menyuruh mereka pergi. Keenan risih dan tak menyukai hal itu.
Terlihat wajah dari para wanita club' tersebut kecewa. Namun ada satu yang tidak ingin pergi dan malah mendekat ke meja Steven.
"Buset, sudah disuruh pergi juga ni orang," ucap Marcel.
__ADS_1
Wanita itu tak menghiraukan dan malah kini menatap menggoda kearah Steven yang kini juga sedang melihat nya.
Entah daya tarik apa yang membuat wanita itu berani mendekati Steven. Sedari tadi dia sudah memperhatikan Steven yang diam dengan gaya Cool nya.
"Udah ada pawang nya itu," ucap Keenan .
"Apa?" tanya Steven menaikkan sebelah alisnya.
Wanita itu tersenyum menggoda saat Steven bertanya padanya. Dengan lancang wanita itu bergelayut manja pada tangan Steven seraya menundukkan tubuh nya membuat belahan dada nya menjadi terlihat.
"Busett," Mata Daffa melotot melihat hak tersebut sama hanya dengan Marcel, dia tak percaya apa yang dia lihat.
Bukan karena wanita itu masalah nya, tapi Steven yang tak protes dan membiarkan tangan wanita itu bergelayut di tubuh nya.
"Stev," peringat Keenan pada pria itu.
"Shut up," ucap Steven dengan aura dominan. Suara tegas yang sering dikeluarkan oleh Steven sebagai wakil ketua The boys, menandakan jika dia tidak menerima protesan apa pun.
"Gue makin gak nyangka, padahal disekolah bucin banget sama si Ayara, Steven beda banget kalo disekolah," bisik Marcel pada Daffa.
Daffa mengangguk menyetujui, dia merasa masih terkejut dan shock melihat pemandangan didepannya ini. Kau lebih terkejut melihat hal didepan nya sekarang daripada mengetahui saat Steven adalah wakil ketua dari geng The Boys.
Keenan yang tak tahu menahu tentang Steven sepenuhnya kini hanya diam. Padahal dia tau bagaimana sikap Steven jika saat bersama Ayara. Sekarang Keenan berpikir jika Steven memiliki dua kepribadian.
Steven selalu terlihat baik-baik saja dan tak pernah mau membahas Masalah nya. Namun Keenan selalu memperhatikan teman-teman nya dalam diam. Meski Steven tak pernah memberi tahu dan mengelak akan masalah nya, Keenan yakin ada hal yang berat yang sedang dihadapi oleh Steven.
"Kau akan menyesalinya Steven, kau tak pantas untuk mempermainkan gadis sebaik Ayyara," gumam Steven yang kini mengeluarkan ponselnya. Keenan tak bisa membiarkan nya. Bagaimana pun juga Ayyara adalah teman dari gadis yang dia sukai itu berarti teman gadis yang dia sukai adalah temannya juga.
Keenan juga tak ingin Steven bertingkah lebih jauh lagi dan malah akan menyesal nantinya. Sebagai teman yang baik, Keenan tentu saja harus membantu pria itu agar kembali ke jalan yang benar.
Matanya sedikit terganggu melihat interaksi Steven dengan wanita itu. Apalagi sekarang Steven terlihat merespon wanita itu seraya meminum alkohol.
Keenan lantas sengera mengambil gambar Steven dengan wanita yang kini duduk dipangkuan Steven.
"Stev, gila Lo, anjirrr gue gak nyangka. Kalo Ayyara liat dia pasti sakit hati," seru Marcel yang tak dihiraukan oleh Steven.
Pria itu kini terlihat malah sibuk dengan wanita itu dan minuman beralkohol yang sudah dipesan nya.
"Stevan stop it, Lo udah banyak minum dari tadi, lu cewe murahan pergi gak lu,"
Daffa mendorong wanita itu sampai terjungkal karena Daffa sudah tak tahan lagi melihat keduanya yang bermesraan didepan nya.
__ADS_1
Apalagi Ayyara adalah anggota kelas nya. Dia merasa marah saat melihat kelakuan Steven yang terlihat bajingan.
TBC