Possesive Man

Possesive Man
Part 142


__ADS_3

"Lepaskan aku bajingan!" teriak orang yang sedang terikat itu dengan keras.


Tubuh nya penuh luka gara-gara orang yang tengah bersama dengan nya sekarang.


"Kau berbicara dengan ku? bagiamana jika aku tidak mau," balas Steven tersenyum miring.


Pria itu lagi dan lagi bolos sekolah, tapi dia tidak merasa rugi sama sekali karena bisa memberikan pelajaran pada orang yang sedang di tahan nya sekarang.


Saat ini Steven tengah memberikan pelajaran pada Keenan. Yah benar sekali, Steven tidak main-main dengan ucapan nya jika ingin membalas perbuatannya pada Ayyara gadis nya.


Gara gara Keenan Ayyara harus terbaring di rumah sakit dan lebih parah nya kepercayaan Arsen yang semakin menghilang.


Namun Steven kini kesal karena kesenangan nya harus dinganggu.


Awalnya Steven Sama sekali tidak memperdulikan orang yang sedang menelpon nya sekarang. Dia masih belum puas sama sekali memberikan pelajaran pada Keenan walaupun sudah beberapa kali pukulan telak yang dia berikan pada wajah dan tubuh Keenan.

__ADS_1


Steven mengikuti Keenan sendirian dan akhirnya dia menyekap Keenan di sebuah gudang yang tidak banyak rumah tau.


Sekali lagi dering ponsel nya berbunyi dengan begitu nyaring nya membuat Steven mau tidak mau harus mengangkat nya karena begitu berisik.


Dia langsung mengangkat saat Intan kah yang ternyata menelpon nya.


"Halo, ada apa Intan? Apa terjadi sesuatu disana? kau sedang di ruangan Ayyara kan? " tanya Steven dengan beruntun.


"Iya, Ayyara ingin menemui mu, dia merindukan mu katanya. Om dan Tante sedang menjenguk Bi Ina, ini kesempatan Steven buat ketemu sama Aya," jelas Intan di sebrang sana.


"Baiklah aku akan segera kesana," ucap Steven langsung mematikan sambungan telpon nya dengan sepihak.


Semalam dia hanha bwrbicara sendirian dnegan gadis itu yang masih menutup mata dan sekarang Steven begitu senang saat mengetahui Ayyara sudah sadar dan dia akan kembali mengobrol dengan gadis nya itu.


"Tunggu aku sayang aku akan segera kesana," ucap nya dengan tidak sabar.

__ADS_1


Sedetik kemudian senyum bahagia nya diganti kan dengan senyum dingin saat melihat Keenan.


"Aku tidak akan melepaskan mu begitu saja, aku akan memberikan pelajaran lagi untuk mu nanti. Persiapkan saja dirimu Keenan," Ucap Steven tersenyum miring.


"Cih, Kau pikir aku takut dengan mu. Smaa sekali tidak!' balas Keenan.


"Yayaya, semoga kau betah disini ya, ah dan aku tidak akan berbaik hati dnegan memberi mu makan. Tahan lah, jika bisa sampai kau mati," ucap Keenan dengan nada dingin san menyempatkan dirinya untuk menendang betis milik Keenan Samapi membuat pria itu mengumpat dan memaki nya.


"Sialan kau stev, awas saja kau! aku akan membalasnya!" teriak Keenan


Keenan tak menghiraukan dan melambaikan tangan nya pada Keenan.


Steven mengunci pintu dan mematikan tidak ada jalan keluar agar Keenan tak dapat melarikan diri.


Setelah semua nya sudah beres barulah Steven merasa tenang dan langsung bergegas menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan tak henti-henti nya senyum Steven memudar karena akan bertemu dengan sang gadis.


Dia sudah begitu merindu kan momen kebersamaan nya dengan Ayyara seperti dahulu kala sebelum masalah-masalah datang dan mengacaukan semua nya.


__ADS_2