
Joice menghela nafas lega. Akhirnya setelah sekian banyak pemotretan yang telah dia lakukan dia bisa istirahat.
Mata Joice memutar untuk mencari pria tadi tapi dia tidak menemukannya.
"Apa yang sedang kau cari Joy,"ucap managernya.
"Eum pria yang tadi duduk disana, apa kau melihatnya?" tanya Joice menunjuk kursi yang diduduki oleh pria tadi.
"Oh pria yang duduk Disana, sungguh kau tak tau," kaget Cole.
"Aku tau, dia seorang dokter kan ?" Joice balik bertanya.
"ya mau benar dan selain itu dia salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan ini, kau tau tidak, dia itu juga seorang anak CEO ," terang Cole.
"Wow boleh juga," ucap Joice.
"Kenapa? kau menyukainya ya," ucap Cole sambil tersenyum menggoda.
"Astaga pria ini, aku hanya kagum bukan menyukainya," balas Joice sedikit kesal.
"Hahaha, ya baiklah lagipula katanya sih dia tidak terlalu menyukai wanita ," jelas Cole.
"Benarkah? apa dia gay?" tanya Joice sedikit terkejut.
"Apa kau kecewa?" Cole menaik turunkan alisnya.
"Aish, pergi saja sana jangan menggangguku," ucap Joice.
"Bagaimana jika kamu bersamaku saja, akan kupastikan kau bahagia," kata Cole.
"Sepertinya kau sedang tidak sehat," balas Joice lalu beranjak pergi malas meladeni tingkah managernya yang selalu seperti itu setiap hari.
"Aku serius," gumam Cole dengan pelan sambil melihat Joice yang berlalu dari hadapannya.
Joice duduk di kursi make up dia akan memulai pemotretan dengan tema berbeda kali ini.
Saat sedang dirias Joice meraih ponselnya. Entah mengapa dia tiba-tiba ingin mengetahui tentang pria tadi.
Di kolom pencarian Joice mengetik nama Athan dan dengan seksama Joice menscrool kebawah hingga ia menemukan data dari pria itu.
"Wah ini keluarganya yah, goodloking semua buset, dan gadis ini siapa, adiknya maybe," ucap nya sambil terus melirik info tentang Athan.
"Adik nya cantik juga," gumam Joice lalu melanjutkan kebawah dan Joice membaca artikel selanjutnya.
Athan Ardiansyah adalah seorang dokter muda yang berumur 27 tahun, Diusianya yang terbilang muda dia sudah bisa mendapatkan prestasi yang Bagus di rumah sakit Venestria yang cukup terkenal dan telah banyak menjalankan banyak proyek untuk perusahaan dari ayah nya
"Pria ini sangat keren," Ucap Joice berdecak kagum.
__ADS_1
"Ya nona dia sangat keren bukan," ucap perias yang melihat handphone Joice.
"Oh kau tau dia juga ya," ucap Joice.
"Tentu saja dia sangat hot dan tampan, padahal usianya masih muda tapi sudah memiliki banyak prestasi ." Jelas si perias yang kagum juga.
"Kau benar, tapi dia terlihat kaku," Joice mengingat pertemuannya pertama kali dengan Athan.
"Dan juga wajahnya sangat datar seperti tembok,"lanjut Joice.
"Dia memang dikenal seperti itu nona bahkan didepan kamera dia terlihat acuh tak acuh pada tunangannya."
Joice mengangguk membenarkan dia bisa melihat juga Athan tak terlalu mempedulikan sekitarnya terlihat dari sikap pria itu yang hanya berisikap dingin.
Joice tak melanjutkan percakapannya dengan perias tadi karena pemotretan akan segera dilakukan.
***
Joice selesai pemotretan dan sekarang ia berencana ingin makan di restoran Jakarta.
"Joy," panggil Cole yang menghentikan langkahnya.
"Kau mau pulang kam, biar aku antar," tawar Cole.
"Tak perlu, aku tidak langsung pulang, aku duluan," dengan cepat Joice berlalu pergi dan menghentikan taksi.
Joice akhirnya sampai ditempat tujuannya . Dia memilih duduk di pojok karena merasa nyaman disana dan tak terlalu banyak orang juga disana.
Joice memanggil waiters untuk memesan makanan dan Joice memesan Shrimp and Grits.
Selagi menunggu pesanannya Joice memandang ke arah luar dan ternyata sedang hujan.
"Sendiri?" tanya seorang pria. Joice menoleh dan dia tersentak kaget .
"Tak usah kaget, saya tak akan menyakitimu," ucap Athan.
Joice tersenyum kecil bagaimana dia tidak kaget seorang Athan berada dihadapannya sekarang.
Pesanan Joice pun datang dan juga dengan pesanan Athan Joice mengernyit apa pria itu akan makan dengannya.
"Kenapa tidak dimakan?" tanya Athan dengan suara deepnya yang melihat Joice yang hanya bengong.
"Ah iya," Joice memakan makanannya dengan cepat sungguh dia ingin segera keluar dari tempat ini. Mendadak suhunya terasa panas padahal sedang hujan dan aura Athan terlalu dominan.
uhuk uhuk
Joice keselek dan dengan sigap Athan memberikan minum.
__ADS_1
"Hati-hati tak akan ada yang mengambil makananmu," Athan meraih tisu dan dengan santai melap mulut Joice.
Joice hanya bisa terdiam dia tak terbiasa dengan perlakuan seperti ini.
"Terimakasih," balas Joice.
Setelahnya Joice membereskan barang-barangnya dan memanggil waiters untuk membayar.
"Biar aku saja," Athan dengan cepat memberikan kartu debitnya.
"Sekali lagi terimakasih," Joice menunduk lalu berlalu pergi. Dia ingin pulang dan tak ingin berlama-lama dengan Athan .
Athan menoleh dan melihat tingkah Joice yang seakan menjauh darinya.
"Berlarilah semaumu sekarang, karena kedepannya aku tak akan membiarkannya terjadi lagi," gumam Athan dan melepas jasnya.
Dia sedikit berlari menghampiri Joice yang berdiri di pintu restoran dan memasangkan jas mahalnya pada Joice.
"Sedang hujan, berhati-hatilah," ucap Athan dan pas sekali taksi lewat.
"Terimakasih," ucap Joice lagi.
"Berhentilah berterimakasih padaku, kau memang pantas mendapatkan nya dariku ," ucap Athan dan tanpa menunggu tanggapan Joice dia kembali masuk kedalam restoran.
"Pastikan dia pulang dengan selamat," ucap Athan dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Athan menatap pada tempat duduk didepannya. Aroma tubuh Joice masih tertinggal disana.
Athan tersenyum tipis mengingat hal tadi tapi senyumnya hilang saat tunangannya datang dan bergelayut manja pada lengannya.
"Kenapa memesan terlebih dahulu, kau tak menungguku,"Kesal Sophie yang kesal.
Dia ingin meminta tas nya yang tertinggal di mobil Athan saat itu.
"Berisik," ketus Athan.
"Makanan siapa ini?" tanya Sophie.
"Diamlah dan pesan makanan untukmu tak usah banyak bicara," ucap Athan datar lalu melanjutkan acara makannya.
sedangkan Sophie hanya mengangguk lesu dia tersenyum miris. Kenapa hubungannya dengan Athan tak seperti pasangan pada umumnya. Sophie sangat menginginkan hal itu.
It's my dream batin Sophie.
Dia pikir jika berpura-pura dekat dengan Vandra akan membuat pria itu mengatakan apa yang dia rasakan mengingat Athan yang selalu tidak senang dengan kedekatan nya dengan Vandra.
Tapi ternyata ekspetasi nya yang terlalu tinggi. Dia terlalu pede akan Athan yang menyukai nya kembali.
__ADS_1
TBC