
Steven berhasil menyelinap masuk ke pintu depan.
Tak mudah untuk nya untuk masuk ke dalam. Karena dia harus membereskan orang-orang yang berjaga disana meskipun tak ada yang mencurigai nya.
Untung saja gaya rambut nya cukup mirip dengan anak Alyxton yang dia ambil jaket nya.
"Weh siapa Lo," pekik salah satu anak Alyxton yang melihat Steven tengah menghajar beberapa anak geng mereka.
Steven kaget dengan teriakan orang itu dan hampir saja dia terkena pukulan yang tiba-tiba.
Bug
bug
bug
Anak Alyxton tersebut langsung terjatuh dan tersungkur.
Di lihat nya Fedrick yang langsung mengikat mereka agar tidak menganggu dan mengacau kembali. Tak lupa Fedrick juga melakban mulut mereka masing-masing.
Untung saja hanya beberapa orang yang ada di depan itu.
"Gue udah bilang buat nunggu," ujar Fedrick.
"Ehem, thanks," ucap Steven.
"Wait, tunggu sampai anak-anak datang kesini." Fedrick menarik Steven ke sudut ruangan yang sepi yang terdapat jendela agar mereka bisa melihat situasi disana.
"Tapi bang," ucap Steven yang hendak pergi.
"No, gue bilang tunggu sampe the boys datang. Gue butuh merka langsung ke markas ini. Suara motor mereka akan memancing sebagian besar anak-anak Alyxton keluar. Disaat itu kita langsung nyari Ayyara," ucap Fedrick yang akhir nya disetujui oleh Steven.
Meski dia masih tidak bisa tenang sekarang.
"Mereka sudah datang," ucap Fedrick yang mendengar suara motor beradu di depan sana.
"Good, sesuai yang gue duga, mereka tidak mungkin hanya berdiam diri saja," ucap Fedrick.
"Tapi kita harus cepat, agar anak-anak tidak terlalu lama berkelahi dan malah terluka nantinya," ucap Fedrick yang dingguki oleh Steven.
Keduanya langsung mencari keberadaan Ayyara.
Steven menggeram saat mendengar suara rintihan dan teriakan dari gadis yang dia kenali.
Steven langsung menuju ke arah suara yang diikuti oleh Fedrick.
"****, pintu nya dikunci," ucap Steven.
"Mau kuncinya?"
"Keenan," desis Fedrick yang melihat kedatangan pria itu sambil bersedekap dada.
__ADS_1
"Yes i'm. Apa kabar big boss," ucap nya tersenyum miring.
"Cih penghianat," geram Steven.
"Siapa perduli," ucap Keenan acuh.
"Sialan buka pintu nya," ucap Steven sambil menendang pintu namun tak bisa.
"Cobalah selagi bisa Steven, gue sangat senang melihat Lo seperti ini. Terlihat putus asa dan lemah hanya karena wanita," Keenan menekan kan kata lemah untuk Steven.
"Tapi gue cukup mengerti kenapa lo sebegitu nya dengan gadis itu. Lo tau, dia emm tidak buruk juga, gue aja hampir ingin memakai kekasih mu tadi," ucap Keenan yang membuat Steven terpancing dan hendak memukul wajah Keenan.
Tapi Fedrick menahan nya
"Apa yang lo inginkan Keenan? kenapa lo menjadi seperti ini dan bergabung dengan Alyxton?" tanya Fedrick dengan serius.
"Kenapa? lo tanyakan saja pada diri lo Fedrick. Ini juga Karena lu. Seharusnya gua yang menarik wakil ketua the boys tapi lu malah memilih bocah ingusan itu. Cih dia hanya anak SMA bodoh karena cinta," ucap Keenan.
Steven menatap Keenan tidak percaya. Hanya karena posisi pria itu menjadi seperti itu. Kekuasaan memang membuat orang menjadi gila.
"Really Keenan? lu iri?" tanya Steven
"Steven memang masih SMA, tapi gua lebih yakin dan percaya pada Steven. Untung saja gue tidak salah memilih orang. Dan alasan gue gak milih lu karena lu tidak pantas," desis Fedrick.
"Begitukah? sorry. Sekarang gue yang memegang Alyxton. gue sekarang ketua Alyxton," ucap nya dengan bangga.
"Kenzie?"
"Dia suah menyerah kan sepenuhnya buat gue, itu karena gue pantes," tekan nya.
"****," Steven sudah tidak tahan untuk tidak menghajar Keenan.
Namun selalu saja Fedrick malah menahan nya lagi dan lagi membuat Steven kesal dan ingin beralih memukul Fredrick.
"Kenapa si bang, lu selalu nahan gue hah! gue mau ngehajar wajah songong dia," ucap Steven.
"Lo ini bodoh apa gimana sih. Kenapa lu mentingin itu sekarang. Ayyara di dalam goblok," ucap Fedrick seraya menendang pintu mencoba untuk membuka nya.
Steven harus tersadar dan mengingat hal itu.
"Bantuin gue!!!" sentak Fedrick yang malah melihat Steven yang diam melamun.
"Barengan," ucap Fedrick.
Steven menendang dengan begitu kuat dan beberapa kali mendobrak bersama dengan Fredrik.
Mengalihkan semua emosi nya dengan menendang pintu itu tak perduli jika kini kaki dan badan nya terasa sakit akibat pintu yang cukup keras itu.
Sampai beberapa tendangan terakhir akhirnya pintu terbuka dan benar saja gas langsung keluar dari dalam sana.
"Aya," Steven panik dan langsung masuk saat itu juga.
__ADS_1
"Ayyara, kamu diman sayang," teriak Steven menggema Seraya mencoba menahan nafas.
"Stev--"
Hati Steven langsung berdesir mendengar suara Ayyara.Bersyukur karena masih bisa mendengar suara Ayyara. Gadis nya masih bernafas.
"Aya," ucap Steven langsung menghampiri dan menggendong gadis itu aka bridal style.
Steven terbatuk saat keluar dari sana, dan Ayyara kini sudah menutup mata nya.
"Aya, Aya please buka mata kamu. No, tolong bertahan," ucap Steven pilu melihat wajah Ayyara yang kini memucat.
Emosi dan sedih bercampur menjadi satu saat melihat luka di sudut bibir Ayyara dja bekas merah seperti tamparan di pipi Ayyara.
Dia berjanji akan membalas sakit Ayyara bagaimana pun caranya.
"Beraninya mereka menyakiti Aya," desis Steven.
"Langsung bawa ke rumah sakit sekarang!" titah Fredrik.
"Gue udah pesan taksi," ucap Fredrik.
Saat sudah sampai di depan, Fedrik bingung saat hanya tinggal the Boys saja yang ada di sana.
"Kemana mereka pergi?" tanya Fedrick.
"Mereka langsung cabut bang, pas Keenan nyuruh," ucap mereka.
"Gue gak nyangka Keenan begitu," ucap Mark speechless.
Dia masih tidak percaya apa yang terjadi. Dalang dari semua ini ternyata adalah orang yang dianggap dekat dengan nya.
Keenan yang dia kenal adalah orang yang begitu baik. Pria itu beberapa kali bermain dengan nya.
"Terkadang orang yang kita anggap dekat adalah orang yang sebenernya berbahaya," ucap Fedrick.
"Ayyara kenapa?" tanya Daffa saat melihat anggota kelas nya itu yang tengah digendong oleh Steven.
Untung saja Fedrick memesan taksi dengan cepat.
"Keenan mengurung nya dengan gas," ucap Fedrick.
"He is crazy, bajingan," umpat Mark.
"Sekarang kita susul Steven aja," ucap Marcel.
"Guys, thanks udah dateng kesini. Nih buat makan-makan," ucap Fedrick menyerah salah satu ATM nya ke mereka.
"Thank you bang," ucap mereka semua yang kembali ke markas.
Hanya tinggal Fedrick, Mark dan Daffa juga Marcel saja yang berada di sana.
__ADS_1
"Kita susul Steven sekarang," ucap Fedrick.
TBC