
Setelah selesai belajar dengan Fedrick akhirnya Intan bisa juga menghela nafas nya dengan begitu lega.
Dia bisa bebas dari pelajaran-pelajaran yang membuat nya pusing sejenak.
Meskipun masih ada tugas yang diberikan oleh Fedrick untuk nya. Namun tak bisa dipungkiri jika Intan merasa bersyukur mendapatkan pelajaran tambahan.
Karena ada beberapa pelajaran yang di sekolah tidak di mengerti nya kembali di ulang oleh Fedrick.
"Udah dek, Jadi kerumah Aya?"
"Iya bang, Abang mau ikutan juga?" tanya Intan.
Intan memang langsung memilih pergi ke rumah Ayara untuk bermain.
Jesi tidak bisa ikut karena menghabiskan waktu bersama dengan Atlas.
Intan tak pernah menyangka jika kedua rival itu akan menjadi sepasang kekasih. Begitu mengejutkan apalagi Atlas lebih muda 2 tahun dari Jesi.
Namun cinta tidak memandang umur bukan. Intan senang jika sahabat nya juga senang. Dia hanya bisa mendukung saja.
"Iya Abang yang anterin kamu. Tadi Abang denger dari mom kamu mau kerumah Aya. Abang sekalian mau kerumah Steven," ucap Mark.
"Ohh, iya boleh deh," ucap Intan.
"Oke wait a minute dek, Abang mau ambil jaket sama kunci motor dulu," ucap Mark.
"Siap bang," ucap Intan.
Selagi menunggu Mark datang, Intan memakan beberapa butir Yupi yang amat disukai nya.
"Dek kuy," sahut Mark yang berlari kecil menghampiri nya dengan jaket geng The boys yang melekat di badan nya.
"Loh, bukan nya mau kerumah Steven bang, kok make itu," bingung Intan menunjuk jaket Mark.
"Sekalian dek, habis dari sana langusung ke markas. Bang Fedrick juga palingan entar lagi kesana,"
"Hem," dehem Fedrick yang baru saja tiba. Panjang umur sekali Fedrick, baru saja dibhas pria itu sudah ada bersama mereka.
"Barengan," ucap Fedrick mengatakan niat nya.
"Yaudah, kalo gitu kita berangkat sekarang, Intan mau sama Abang atau sama bang Fedrick?" tanya Mark.
"Sama bang Mark aja deh," ucap Intan.
Dia masih belum pernah naik motor bersama dengan Fedrick.
"Hati-hati bawanya, Lo gak sendiri,"peringat Fedrick pada Mark saat Intan sudah berjalan keluar terlebih dahulu.
__ADS_1
"Ya kan ada Lo bang," balas Mark.
"Gue jaga dari belakang. Sebenarnya gue gak mau Intan keluar-keluar dulu. You Know musuh kita banyak dan sial nya kebanyakan dari mereka sudah tau tentang mommy dan Intan. Kita harus berhati-hati."
"Apa itu sebab nya Abang ikut ke rumah Steven?"
"Hem, cuma dia yang saat ini benar-benar gue percaya," ucap Fedrick.
"Oke gue juga khwatir bang sama intan dan Mom, gue takut mereka diincar. Tapi gak mungkin kita ngekang mereka dan gak biarin mereka keluar. Mereka pasti butuh suasana luar. Kita harus bicara kan ini pada Daddy juga bang," ucap Mark dengan serius.
Dia tak ingin terjadi apa - apa dengan keluarga nya karena musuh-musuh mereka. Mark tak akan bisa memaafkan diri nya jika sampai dia gagal dalam menjaga orang yang di sayangi nya.
"Kita bahas hal itu nanti, not now. Intan sudah menunggu di depan," Fedrick berjalan mendahului Mark dan kemudian pria itu juga mengikuti langkah kaki Fedrick.
"Kok lama bang,"
"Maaf ya dek, kamu jadi lama menunggu nya," sesal Mark.
"Gapapa kok bang," ucap Intan maklum dan lagipula dia sedang tidak terlalu terburu-buru juga.
Mark mengambil helm yang sudah disediakan nya untuk intan dan memakai kan nya pada adik nya tersebut.
"Makasih Abang," ucap Intan tersenyum manis.
"Sama-sama sayang," Mark segera naik ke motor nya diikuti oleh Intan.
Perlahan Mark melajukan motor nya dan Fedrick mengawasi dari belakang.
"****," umpat Fedrick saat tau jika itu adalah anak Alyxton.
Fedrick bisa melihat jelas logo yang melekat di punggung jaket mereka.
"****," desis nya saat beberapa dari mereka ingin mengepung Mark dan Intan.
Fedrick mendesis geram, berani-beraninya mereka menganggu dirinya saat ini.
Fedrick tak ingin terjadi apa apa pada adik nya.
Fedrick berusaha untuk menghalangi mereka dengan menendang motor mereka yang mendekat.
Sempat oleng karena Fedrick juga didorong namun dia tak diam saja. Fedrick ikut membalas.
"Mark, cepetin motor Lo," teriak Fedrick seraya tetap melawan 4 motor yang sedang menganggu mereka.
Mark mengangguk dan saat anak Alyxton ingin mengejar Mark, Fedrick teks membiarkan nya tentu saja.
Dengan kerasnya Fedrick menendang salah satu motor Alyxton hingga terjatuh.
__ADS_1
Yang lain nya tidak diterima saat teman mereka dijatuhkan. Mereka mengepung motor milik Fedrick hingga Fedrick tak punya pilihan lain selain berhenti.
Namun dia bisa menghela nafas lega saat melihat Intan dan Mark yang sudah melaju kencang tak terlihat.
"Turun Lo," ucap salah satu dari mereka
Fedrick membuka helm nya, dia menatap datar pada anak-anak Alyxton.
Fedrick tentu saja kalah jumlah, mereka berempat sedangkan dia hanya sendiri
"Mana Kenzie? anak geng nya berani nya keroyokan! Cemen!" desis Fedrick tak takut.
"Songong banget Lo, Meski Lo ketua the boys jangan harap kita takut sama Lo," balas David.
Fedrick tersenyum miring," Really? so panggil kan saja ketua kalian yang sedang bersembunyi itu, karena kupastikan kalian akan babak belur disini dan bersiap lah menangis pada Kenzie,"
"Bacot," umpat David langsung menyerang Fedrick.
Fedrick lantas dengan sigap meloncat dari motor nya untuk menghindari David.
"Jangan lari Lo, guys hajar," seru David pada teman-teman nya.
Terjadi adu tinju di antara mereka. Fedrick masih bisa menangani mereka semua.
Jangan remehkan Fedrick jika soal bela diri, itulah sebab nya Fedrick menjadi ketua The boys.
"Segitu doang hah!" Fedrick tersenyum sinis melihat mereka yang sudah tumbang.
Fedrick masih belum puas sama sekali dalam menghajar mereka. Karena bukan hanya diri nya saja yang di ganggu melainkan keluarga nya.
Bug
Bug
bug
Fedrick tanpa belas kasih menghajar mereka kembali sampai tidak berdaya dan meminta ampun.
Fedrick mengusap sudut bibir nhs yang smepst terluka ksrens terkena Bogeman.
"Gue peringatin sama kalian, jangan pernah ganggu keluarga gue lagi! atau kalian semua habis sama gue!" geram Fedrick.
Fedrick kemudian berjongkok di depan David yang terlalu banyak bicara kepada nya tadi.
"Lu denger kan apa yang gue bilang tadi heum, bilang sama Kenzie, jangan main-main sama gua!" desis Fedrick sembari memukul pelan pipi David yang sudah babak belur.
Fedrick berdiri kembali dan menyempatkan diri nya menginjak tangan David yang memandang dengan mata yang penuh permusuhan pada nya.
__ADS_1
"Kalian LOSER," sinis Fedrick.
TBC