Possesive Man

Possesive Man
Part 82


__ADS_3

"Kita sekarang pulang aja ya," pinta Ayyara pada Steven.


Ayyara sudah merasa cukup senang karena permasalahan di antara mereka sudah tidak ada lagi. Hanya satu saja yang perlu mereka khawatir kan yaitu orang tua nya. Kedua nya harus bisa mendapatkan kepercayaan orang tua nya kembali.


"Hem, kok cepet banget, kita kan belum lama nyampe nya sayang," ucap Steven yang tengah menikmati semilir angin yang menerbang kan anak-anak rambut nya.


"Iya, soalnya aku Intan sama Jesi mau jengukin Atlas, mobil aku juga masih ada di sekolah," terang Ayyara.


"Kamu bawa mobil?" tanya Steven dengan nada yang datar.


"Iya," jawab Steven.


"Kan aku udah pernah bilang, jangan bawa mobil sendiri Aya," geram Steven.


Dia hanya takut terjadi apa-apa dengan Ayyara.


Karena terakhir kali Ayyara membawa mobil, pria itu tak sengaja menabrak tiang yang membuat mobil nya rusak saat itu. Untung saja Ayyara tidak kenapa-kenapa.


Sejak saat itu Steven melarang keras Ayyara untuk membawa mobil sendirian.


Jika didampingi tidak apa - apa, itu pun juga harus bersama dengan nya.


"Aku cuma pengen aja hehe mumpung gak ada kamu," ucap Ayyara tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Itu untuk yang terakhir kali kau menyetir sendiri oke!" ucap Steven sembari menyentil kening Ayyara membuat Ayyara meringis.


"Gak janji," ucap Ayyara.


"Mulai nakal ya Hem," balas Steven.


"Iyalah, emang kamu doang yang bisa nakal, aku juga bisa kali," ucap Ayyara menaikkan dagu nya.


Steven menggigit gemas pipi gadis nya itu.


"Ck sakit tau," decak Ayyara sedangkan Steven hanya terkekeh pelan.


"Yaudah, ini udah bentar lagi di sini nya, minta Intan sama Jesi aja yang duluan ke RS entar kita nyusul," ucap Steven yang masih menginginkan waktu untuk berdua dengan Ayyara.


"Terus nanti mobil aku jadi nya gimana," ucap Ayyara.


"Gampang, entar aku suruh anak-anak yang urus," ucap Steven.


Mengurus hal itu adalah masalah yang mudah.


"Wuu, mentang-mentang Wakil ketua yah jadi nya sesuka hati," ucap Ayyara.


"Itu harus dimanfaatkan sayang, aku mau kenalin kamu sama semua anak geng deh yang," ucap Steven memainkan rambut nya.


"HM?" tanya Ayyara yang tak terlalu mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Steven karena sibuk untuk mengabari Intan dan Jesii.

__ADS_1


"Letakkan dulu hape kamu sayang, aku gak suka loh kalo kita lagi berdua kamu malah asik sama Hape kamu," gerutu Steven.


"Iya bentar, ini aku cuma mau ngabarin Jesi sama Intan aja kok," jelas Ayyara yang diangguki oleh Steven.


***


"Kita duluan aja kata Aya," ucap Jesi.


"Iya, aku udah baca pesan nya Aya juga, pasti lagi mojok," kekeh Intan.


"Yaudah lah, kita duluan aja kalo begitu," ucap Jessi.


Intan menyipitkan mata nya melihat banyak cewek-cewek yang tengah berkumpul di depan gerbang sekolah.


"Ada apa ya Ntan, apa lagi pada bagi-bagi sembako kali ya," ucap Jesi ngawur.


"Masa iya," ucap Intan yang tak percaya.


"Liat bentar yuk, jiwa kepo ku meronta-ronta," Jesi berlari kecil dan melihat apa yang sedang rame di sana.


"Dasar," ucap Intan yang melihat keantusiasan Jesi.


"Permisi," ucap Intan lewat dari segerombolan cewek-cewek itu.


Hal yang pertama dia lihat adalah Keenan.


Dia terkejut mengetahui Keenan berada di sekolah nya.


Para siswa histeris melihat senyum manis milik Keenan. Membuat pria itu semakin tampan saja.


"Mau jenguk Atlas kan, yuk, Jes Lo di belakang ," ucap Keenan pada Jesi.


"Oke," ucap Jesi langsung masuk dan menyempatkan mengedipkan mata nya pada Intan.


"Bareng bang Ken ya, kok tau sih kita mau jenguk Atlas,"


"Ya tau dong, kan dia adik gue, dia tadi yang bilang, kalo Intan sama Aya mau ke RS, " ucap Keenan.


"Masuk dulu," ucap Keenan yang merasa risih dengan gadis SMA yang mencoba menarik perhatian nya.


Saat mereka sudah masuk ke dalam mobil terdengar helaan kecewa dari mereka.


"Atlas nya udah gimana bang Ken?" tanya Intan.


"Tenang aja dia masih hidup kok, cuma patah tulang aja," ucap Keenan.


Jesi mendelik kan mata nya mendengar perkataan Steven. Cuma katanya.


"Kamu ikut gue ya, Jesi lu aja Sono duluan, Atlas nungguin Lo itu," ucap Keenan.

__ADS_1


"Duluan Ya Ntan," ucap Jesi yang turun terlebih dahulu.


"Loh, kok gitu, Intan kan juga mau jengukin Atlas nya," Ucap Intan yang melihat kepergian Jesi.


"Makan dulu, udah jam makan siang," ucap Keenan tersenyum lembut.


"Jesi juga belum makan, aku panggilan dia dulu deh kalo gitu,"


Intan hendak turun dari mobil namun di cegah oleh Keenan.


Pria itu menepuk jidat nya pelan saat Intan tidak tahu akan maksudnya. Padahal sudah jelas-jelas pria itu ingin mendekati Intan.


"Kamu mau jadi nyamuk disana, Jesi pasti bakalan makan juga disana bareng Atlas. Masa Intan cuma nonton doang," jelas Keenan.


"Iya juga, Intan gak mau jadi nyamuk ah," ucap Intan pada akhirnya.


"Nah yaudah, Intan nya banteng sama bang Ken aja oke," ucap Keenan yang diangguki oleh Intan.


***


Jesi mengintip pintu kamar Atlas dengan memasukkan kepala nya saja.


Matanya kemudian bersinggungan dengan manik mata Atlas. Pria itu lantas langsung tersenyum lebar, senyum itu juga menjadi menular pada Jesi.


"Sini, kok berdiri aja disitu," ucap Atlas Pada Jesi.


Jesi melangkah masuk dan menutup pintu nya secara perlahan


"Mama dimana?" tanya Jesi meletakkan tas nya di kursi.


"Mama aku suruh pulang untuk istirahat, nanti mama bakal kesini lagi kok," ucap Atlas.


"Ini kok belum dimakan? kan harus minum obat. Gimana mau cepet sembuh kalo kayak gini. Katanya mau cepet sembuh, mau motoran lagi," cerocos Jessi.


Atlas yang dimarahi oleh Jesi malah tersenyum senang mendapat Omelan dari Jesi.


Itu tandanya gadis itu khwatir akan keadaan nya dan peduli pada nya.


"Kok malah senyum-senyum si,orang gak ada yang lucu juga," gerutu Jesi yang kini mengambil makanan di atas nakas.


"Kamu lucu tau kalo marah kayak gitu, kayak istri yang lagi marahan sama suami nya," ucap Atlas yang mengubah panggilan Lo gue nya menjadi aku kamu.


"Istri pala Lo," balas Jesi.


"Nih makan," ucap Jesi menyerah kan piring nya


"Aduh Jes, tangan aku masih sakit,' ucap Atlas dengan wajah yang memelas.


"Suapin ya," ucap Atlas yang kini membuka mulut nya.

__ADS_1


Jesi mengangguk kecil membuat Atlas bersorak dalam hati.


TBC


__ADS_2