Possesive Man

Possesive Man
Part 112


__ADS_3

"Bang Mark," teriak Intan yang ketakutan di motor.


Gadis itu bahkan tanpa sadar mengencang kan pelukan nya pada pinggang Mark.


Dia benar-benar begitu amat takut sekali saat melihat beberapa motor yang hendak mencelakakan mereka.


Tak ada yang bisa dia lakukan, Intan hanya menenggelamkan wajahnya di punggung Mark saat Mark membawa motor nya dengan begitu amat cepat untuk menghindari orang-orang tersebut.


Tak hanya Intan yang merasa khawatir, Mark juga. Pria itu mewanti-wanti agar Intan tidak terjatuh.


Saat mendapat perintah dari Fedrick untuk pergi terlebih dahulu, tanpa pikir panjang lagi, Mark langsung menggas pedal motor nya.


Jika saja dia sedang tidak bersama dengan Intan, Mark pasti membantu Fedrick untuk melawan anak Alyxton. Hanya saja dia tak ingin mengambil resiko jika sampai Intan kenapa-kenapa.


Dia yakin jika Fedrick bisa menangani nya sendiri. Dia tau Fedrick bagaimana.


Walupun sudah terlepas dari Alyxton, Mark sama sekali tidak memelankan laju motor nya. Dia ingin Intan segera sampai dan aman.


Mark tahu jika adik nya sangat ketakutan terlihat dari bagaimana zintsn mengerat kan pelukan nya.


Mark menyempatkan untuk mengelus tangan Intan dengan lembut untuk menenangkan Intan dengan satu tangan nya.


Seakan memberitahu pada Intan, jika semua nya akan baik-baik saja.


Tks beberapa lama akhirnya mereka sampai juga di rumah Ayyara.


Mark dengan cepat langsung turun dari motor nya dan membantu Intan yang sudah berwajah pucat itu turun.


"Sttsttt, hey, hey. Look at me. Look at me baby," Mark meraih kedua pipi Intan untuk di genggam nya.


Mark mengelus lembut wajah Intan yang masih terlihat takut. Bibir Intan pun masih bergetar sangking takut nya.


"Gapapa kan sayang, kamu oke. Ada Abang Hem, gak usah takut lagi sayang," ucap Mark langsung memeluk Intan dengan erat.


Intan langsung membalas pelukan hangat Mark. Dia menumpahkan air mata nya yang sudah dia tahan sedari tadi.


"Intan takut bang, Intan takut huhu. Mereka kenapa ngejar kita. Mereka jahat ya bang," isak Intan.


"Don't cry, Abang gak suka liatnya. It hurts me," ucap Mark melepaskan pelukannya untuk mengusap bulir bening yang jatuh di pipi milik Intan.


"Tapi Intan takut," cicit Intan segugukan.


"Selagi ada Abang, abang bakal pastikan Intan baik-baik aja. intan jangan takut ada Abang oke," ucap Mark menenangkan Intan.


Intan mengangguk kecil, sampai dia teringat dengan Fedrick yang tertinggal dan tidak bersama dengan mereka.

__ADS_1


Wajah yang tadi nya sudah tenang itu kembali di landa panik.


"Bang Fedrick gimana bang," panik Intan.


"Bang Fedrick ga bakalan kenapa - napa sayang, Bang Fedrick bisa atasin Itu. Sekarang Intan masuk gih kerumahnya Aya. Intan mau nyusul bang Fedrick dulu," ucap Mark.


"Hati - hati yang bang, apa tidak apa,-apa? Bagiamana jika kita langsung lapor kan kepolisi aja bang," usul Intan.


"No, itu akan menjadi urusan kami sayang, sekarang kamu masuk ya," suruh Mark.


"Iya, jangan sampai kenapa - napa. Kabarin Intan pokok nya," Ucap Intan yang masih khawatir.


Namun dia percaya jika para Abang nya bisa untuk mengurus nya.


"Hem, masuk gih, Abang akan pergi jika kamu sudah masuk ke dalam," ucap Mark.


Intan akhirnya menurut tak ingin memperlama Mark untuk menyusul Fedrick yang sedang sendiri di sana.


Setelah memastikan Intan sudah masuk ke dalam rumah Ayara Mark langsung saja meninggal kan pekarangan tersebut dengan cepat.


***


Intan berdoa dalam hati, semoga Fedrick dan Mark baik-baik saja.


Tak ingin berpikiran yang tidak - tidak lagi. Intan akhir nya langsung menekan bel rumah Ayyara.


Tak lama Ayara membuka pintu dengan wajah bantalnya serta baju tidur yang masih melekat di tubuh nya


"Oh Intan, hai, yuk masuk," ucap Ayyara melebarkan pintu rumah nya seraya menguap.


Intan mengeleng-gelengkan kepala nya melihat kelakuan Ayyara. Ingin tertawa tapi Ayyara adalah teman nya.


"Kamu baru bangun? really. Ini udah sore Aya wah, bahkan belum ganti baju sama sekali," Ucap Intan.


Ayyara menyengir tidak jelas.


"Iya, kemarin habis begadang buat belajar dan mom Sama dad lagi keluar yaudah deh jadi rebahan, aku lagi mager Intan," ucap Ayyara yang kini merebahkan diri nya kembali setelah sampai di kamar gadis itu.


Intan mengangguk mengerti, bisa dia lihat bagaimana keadaan meja belajar milik gadis itu.


"Aya sekolah jadi nya dimana?" tanya Intan ikut merebah kan dirinya.


"Ngikut Daddy, aku tak bisa melawan Daddy."


"Emang udah ditentuin tempatnya?" tanya Intan lagi.

__ADS_1


"Belum," ucap Ayyara dengan pelan. Dia berbohong. Dia hanya belum ingin mengatakan jika dia akan ke luar negeri


Jika sudah akan pergi, baru lah dia berencana untuk mengatakan nya.


"Em tunggu dulu, suara kamu kok kayak beda sih, kaya bergetar gitu," ucap Ayyara.


"Hah, emang iya?" tanya Intan.


"Eum, ada apa? apa terjadi sesuatu. Tell me," ucap Ayyara.


Intan tersenyum tipis, Ayyara begitu peka saat ada hal aneh sedikit saja pada nya.


"Tadi Intan diikuti sama anak motor, untung aja ada bang Mark dan Fedrick, "


"Benarkah? kamu gak kenapa-kenapa kan Ntan," Ayyara memutar wajah Intan.


"No, i'm okay now," balas Intan membuat Ayyara menghela nafas lega.


"Syukur lah jika begitu,"


Benar kata Arga Daddy nya, Jika berdekatan dengan anak geng motor maka harus siap hidup nya menjadi dalam bahaya.


Tak bisa tenang karena banyak musuh yang mengintai.


Sekarang dia mengerti mengapa Daddy nya ingin mengirim nya Ke Australia dan menjauh kan nya dari Steven.


Memang tidak akan aman, meski memang dia akan dijaga oleh sang kekasih namun tak menutup kemungkinan banyak yang menginginkan diri nya untuk kehancuran Steven.


"Ntan,"


"Hem," dehem Intan menanggapi.


"Mendengarkan kamu yang di ganggu sama musuh The boys aku khwatir Ntan. Itu tanda nya sudah mengenal kamu. Bahkan bareng sama Mark dan Fedrick yang notabenenya ketus The boy, mereka masih ganggu. Gimana jika kamu sendiri," jelas Ayyara mengeluarkan apa yang ada dipikiran nya tadi.


Intan terdiam, ada benar nya juga apa yang telah dikatakan oleh Ayyara. Intan menjadi semakin takut Sekarang.


"Terus Intan harus gimana? jika mereka sudah tau Intan,"


"Kamu gak boleh jauh-jauh dari para Abang kamu karena sudah terlanjur. Jika dulu saat tak masih ada hubungan maybe kamu masih bisa menjauh agar tidak masuk dalam lingkungan motor mereka but now, kalian sudah menjadi keluarga,"


"Gak usah khwatir, mereka pasti bakalan jaga kita kok, Steven pernah bilang sama aku."


"mungkin itu alasan nya, Steven rahasia kan semua nya dari Aya dan gak pernah ijinnin Aya buat ikut dia, Supaya Aya tidak diketahui oleh musuh mereka. Aaaa How sweet," ucap Intan yang membuat Ayyara tekekeh kecil membenarkan ucapan Intan


TBC

__ADS_1


__ADS_2