Possesive Man

Possesive Man
Part 116


__ADS_3

Vandra bersandar di depan pintu ruang tamu. Vandra melihat bagaimana sang Abang merebahkan gadis yang tadi dibawa nya itu dengan hati-hati seakan takut jika gadis itu merasa terganggu dan bangun dari tidur nya yang lelap.


Vandra tak mengalihkan pandangan nya saat Athan yang masih menatap gadis yang dibawa nya dengan intens bahkan menyelimuti gadis itu sampai bahu nya.


Pria itu bersiul menggoda Athan yang membawa seorang gadis ke rumah bahkan sampai menggendong nya.


Vandra tentu saja terkejut karena selama ini dia tidak mengetahui sama sekali Athan dekat dengan yang namanya wanita.


Setau Vandra, Athan tidak ingin terlalu berurusan dengan wanita dan lihat lah sekarang.


Suatu perkembangan yang pesat, seorang Athan mau sedekat itu dengan wanita lain. Mungkinkah Athan menyukai nya, itulah pikiran yang sunggap dalam benak Vandra.


"Apa itu kekasih Abang? lumayan cantik," ucap Vandra menaik-turunkan alisnya.


"Tutup mulut mu, kau tak tahu apapun," dengus Athan saat Vandra menggoda nya.


"Hell, lalu kau sebut apa itu?" kekeh Vandra menerus kan kegiatan nya.


Menyenangkan memang menganggu saudara nya itu. Wajah kesal Athan begitu menyenangkan di mata nya.


"Dia hanya rekan kerja ku saja, tidak lebih dari itu," balas Athan dengan jujur.


"Oh benarkah begitu, Seperti nya dad and mom sudah memiliki Cucu i think. Dan aku juga sudah ingin memiliki keponakan bang," lanjut Vandra.


"Sekali lagi kau bicara hal yang tidak jelas, aku suntik kau," desis Athan mengancam.


"Oh yaampun aku takut sekali, bagiamana ini," ucap Vandra berdrama.


Athan berdecak kesal lalu menendang pintu kamar dengan keras.


"Wah apa yang Abang lakukan dengan gadis itu di dalam. Aku akan bilang sama Daddy," teriak Vandra dari luar.


"Pergilah," sentak Athan dari dalam kamar.


Vandra tertawa terbahak-bahak saat berhasil memancing amarah Athan.


Vandra sebenar nya masih enggan ingin segera pergi dari sana. Pasal nya Vandra merasa penasaran dengan gadis yang dibawa oleh Athan.


Pertama kali nya Athan membawa gadis ke dalam rumah.


Athan mendesah pelan saat melihat Sophie yang masih tertidur.


Bahkan suara percakapan antara diri nya dengan Vandra sama sekali tidak menganggu tidur Sophie.

__ADS_1


"Dasar kebo," ucap Athan.


Entah lah mengapa dia harus repot-repot seperti ini. Athan juga tidak tahu mengapa dia melakukan nya.


Sophie tadi mengatakan dia tidak membawa mobil dan supir nya tidak bisa menjemput.


Karena lelah dan tak mau mendengar penjelasan dan alasan - alasan Sophie yang lain nya akhirnya Athan langsung menyetujui nya saja.


Dia sudah tau jika Sophie akan merengek dan mencari berbagai alasan untuk bisa pulang bersama nya dan Athan benar-benar sangat malas untuk mendengarkan ocehan gadis itu.


Saat di tengah perjalanan Sophie malah tertidur. Dia memang pernah mengantar kan Sophie sebelum nya tapi dia tetap lupa arah rumah gadis itu karena memang ke sana berliku-liku.


Athan juga cuma sekali dan dia hanya mengingat sedikit - sedikit saja.


Karena melihat Sophie yang begitu tertidur pulas mungkin karena kelelahan di RS membuat Athan tidak membangun kan Sophie dan membawa gadis itu pulang bersama dengan nya.


Melihat Sophie yang sudah terbaring nyenyak Athan pun meninggalkan gadis itu disana.


Jantung nya hampir saja jatuh saat melihat Vandra yang ternyata masih berdiri di depan sana seraya bersidekap dada.


"Siapa gadis itu? apa kekasih abang?" tanya Vandra dengan menuntut.


"Sudah kukatakan rekan kerjaku," ucap Athan seraya menuju kamar nya.


"Terserah saja apa katamu," ucap Athan malas.


Dia lelah setelah beraktivitas di rumah sakit dan sekarang dia sedang tidak ingin untuk meladeni Vandra yang tengah sibuk dengan ocehan nya.


"Abang tidak asik, apa susah nya mengatakan jika itu kekasih mu. Mengapa harus malu," ucap Vandra tetap mengikuti langkah Athan.


Bug


Lagi dan lagi Athan menutup pintu untuk Vandra dengan keras. Sungguh dia merasa kesal dengan Vandra.


Vandra mengusap dada nya kasar.


"Jika tidak ingin memberitahu ku, baiklah tidak apa-apa, aku akan mencari tahu sendiri jika begitu," ucap Vandra dengan tekad yang membara.


Athan melemparkan baju nya asal di atas kasur.


Pria itu ingin beralih ke kamar mandi untuk menyejukkan pikiran nya pula.


Athan menyalakan shower dalam kamar mandi nya dan membasahi rambut nya serta tubuh nya.

__ADS_1


Pria itu mengacak kasar rambut nya saat tidak mengerti apa yang telah terjadi pada nya.


"Mengapa aku jadi memperdulikan nya, seharusnya aku tidak melakukan hal itu. Ini tidak benar sama sekali," ucap Athan hang frustasi.


"Aku tidak boleh, aku ingin fokus dengan karir dan keluarga ku saja," Gumam nya.


Athan memejamkan mata nya saat lagi dia memikirkan Sophie.


"Aishh aku bisa gila," decak Athan tidak suka.


Pria itu akhirnya mempercepat ritual mandi nya untuk segera bergegas tidur daripada dia menjadi overthingking seperti ini.


Selesai dengan ritual mandi nya Athan membulat kan mata nya saat melihat orang yang dipikiran nya berada dalam kamar nya.


"Apa yang aku lakukan disini!" pekik nya dengan keras bahkan terkesan seperti bentakan.


Sophie tersentak dari lamunannya yang mengangumi tubuh atletis milik Athan.


Sungguh ingin sekali dia memegang perut kotak kotak yang berhasil membuat nya meneguk ludah dengan kasar.


"Sophie!"


"Eh maaf, aku tersesat," ucap Sophie meringis dan tidak fokus.


Bagiamana tidak, Athan hanya memakai handuk untuk menutupi bagian bawah nya saja.


Athan yang melihat arah pandang Sophie memberikan tatapan tajam milik nya seraya mengeratkan genggaman nya pada handuk agar tidak melorot.


"Keluar dari kamarku!!!" desis Athan yang sarat akan kemarahan.


Bisa-bisa nya gadis itu masuk dengan sembarang ke kamar orang lain. Tak bisakah dia mengetuk atau apalah itu.


Sangat tidak sopan menurut Athan, dia tidak suka jika ada orang lain yang masuk kedalam ruangan pribadi nya.


Melihat Sophie yang tidak bergerak sama sekali dan malah tetap berdiri disana membuat Athan berdecak.


"Pintu keluar nya ada disana," geram Athan dengan menekankan kalimat nya.


Sophie gelagapan melihat Athan yang terlihat marah. Tanpa berpikir panjang lagi gadis itu langsung berlari terbirit-birit dari kamar Athan.


"Bukan nya tadi dia tertidur? lalu bagaimana bisa dia tau ini kamar ku," dengus Athan dengan cepat untuk memakai pakaian nya kembali.


Selama menggunakan pakaian nya, Athan tidak henti-henti nya untuk menggerutu. Hari ini banyak sekali orang yang meemancing emosi nya. Astaga hari yang benar-benar buruk pikir Athan.

__ADS_1


TBC


__ADS_2