Possesive Man

Possesive Man
Part 127


__ADS_3

Lonceng pulang berdering nyaring membuat para siswa begitu senang mendengar nya.


Hal itulah yang mereka tunggu-tunggu sejak jam kes terakhir yang membuat mereka bosan.


"Yey, akhirnya pulang juga," seru Intan.


"Dek, Abang entar agak lama pulang nya, kamu jadi kan barengan sama bang Athan?" tanya Mark menghampiri adik nya tersebut dengan menggadeng tas nya.


"Iya, jadi kok bang, emang Abang mau ngapain pulang sore?" tanya Intan.


"Abang mau nongkrong bareng teman-teman abang," ucap Mark yang diangguki oleh Intan.


"Oh yaudah deh, hati-hati ya bang," ucap Intan.


"Yo, dah Abang duluan ," Mark melambaikan tangan nya.


"Yuk lah, aku juga udah gak sabar ketemu Abang kamu Ntan," ucap Jesi yang membuat Ayyara memutar bola mata nya malas.


"Bentar, aku liat handphone ku dulu siapatau bang Athan udah ngirim pesan," ucap Intan mengambil ponsel milik nya dari tas.


"Katanya udah di depan guys," ucap Intan setelah melihat pesan dari Abang nya tersebut.


"Sungguh, yaudah ayo cepat, nanti bang Athan kelamaan nunggu nya, kasian dia gosong entar," ucap Jesi berjalan terlebih dahulu.


"Dia terlihat tidak sabar sekali," kekeh Ayyara.


"Aya benar, Intan pengen tertawa jadinya," ucap Intan terkekeh kecil.


Ke duanya langsung saja menyusul Jesi yang sudah terlebih dahulu berjalan.


Intan melirik ke san kemari Mecoba mencari keberadaan Abang nya dan akhirnya dia menemukan sang Abang yang tengah memainkan ponsel nya sambil bersandar di mobil nya.


"Itu bang Athan," ucap Intan menunjuk Athan.


Athan yang pendengaran nya cukup tajam, menoleh saat mendengar suara cempreng milik Intan dan langsung melambaikan tangan nya pada gadis itu.


"Bang Athan," sapa Intan langsung memeluk pria itu.


"Gimana belajar nya? lancar kan,"


"Iya, tapi tadi pas les terakhir intan gak suka Abang, soalnya Intan belum ngerti," adu Intan.


"Emang pelajaran apa, amu sekarang Abang ajarin?" tanya Athan yang membuat Intan menggeleng brutal.


Dia sedang tidak ingin Sekarang, otak nya sudah lelah di kelas tadi. Bisa gila dia jika mendapatkan pelajaran tambahan dari Athan.


Athan tertawa kecil melihat kepanikan di wajah Intan. "Abang bercanda kok," ucap pria itu.

__ADS_1


"Ish, nakal," ucap Intan memukul lengan pria itu namun sama sekali tidak dirasakan oleh Athan.


"Yaudah yuk, kita jalan sekarang," ajak Athan.


"Em itu bang, teman aku boleh ikut kan, temen aku lagi galau gara - gara putus bang," bisik Intan tepat di telinga Athan.


"Hai bang Athan," ucap Jesi sambil tersenyum manis sedangkan Ayyara hanya mengangguk kecil.


"Boleh ya bang," Intan mengeluarkan jurus andalan nya dengan.


Athan sebenarnya ingin menolak karena dia ingin menghabiskan waktu hanya bersama dengan adik nya saja hari ini.


Namun melihat wajah adik nya yang memelas membuat Athan menjadi tidak tega untuk menolak.


Athan akhirnya mengangguk pasrah. "Ya baiklah, mereka boleh ikut," ucap Athan pada akhirnya.


"horee," ucap Jesi yang mendapat tatapan datar dari Athan membuat Jesi menjadi tersenyum canggung.


"Ayo baby," Athan membuka kan pintu untuk Intan.


Intan mengangguk dan masuk ke dalam.


Diikuti oleh Jesi dan Ayyara yang duduk di kursi belakang.


Awalnya Athan bingung mengajak ke tiga gadis itu mau kemana dan tujuan akhir nya adalah ke taman bermain yang cukup besar di Jakarta.


Antraksi hewan jug ada di dalam sana, tidak heran tempat itu.


"Wahh, aku suka tempat ini terimakasih Abang, sudah mengajak kami kemari," ucap Intan yang dibalas senyuman menyenangkan oleh Athan.


Jesi dan Ahara juga berpendapat sama seperti Intan. Mereka tidak dapat mengingat sudah berapa lama Mereka tidak ke tempat itu. .


Athan senang mendengar jika ketiga gadis itu ternyata suka, tidak dia dia dia meluangkan waktu nya hari ini.


Yang pasti tengah hari telat terlewat begitu saja, bahkan waktu untuk makan siang pun mereka lupakan. Wahana-wahana yang ada di sana terlalu Manarik untuk mereka abaikan atau bahkan dibiarkan menunggu.


Rasanya kaki ketiga gadis itu sudah sangat gatal untuk berlari ke arah wahana yang lain nya.


Berbagai pose juga sudah mereka ambil dengan Athan yang menjadi photographer nya.


Saat sesi foto, Athan merasa kesal karena selalu disuruh untuk mengambil foto. Ingin rasanya dia segera pulang karena lelah menghadapi ketiga gadis itu.


"Lagi bang, yang ini jelek banget Fotonya," ucap Intan yang dibalas senyuman terpaksa oleh Athan.


Lagi dan lagi, mengapa wanita selalu berfoto beribu kali padahal nanti yang mereka post hanya satu atau dua saja, sungguh Athan terkadang heran.


Saat hari bergerak menuju petang, tempat wisata itu kian ramai. Tidak terlalu berdesakan sebenarnya, karena saat ini bukan musim liburan. Namun tetap saja, antrian mulai terlihat di beberapa wahana yang ada.

__ADS_1


"Aku lapar," seru Ayyara memegang perut nya.


"Aku juga," ucap Intan dan Jesi bersamaan.


Athan meruntuki diri nya yang tak mengajak ketiga nya makan terlebih dahulu.


"Baby, aoa kamu sangat lapar?" tanya Athan yang diangguki oleh Intan.


"****, maafin abang, harus nya kita makan dulu tadi, yaudah kita lanjut kan jalan nya nanti. Sekarang kita cari cafetaria disini," usul Athan.


Lalu ke tiga nya berjalan menuju cafetaria terdekat si sana.


""Kamu ingin memesan apa baby?" tanya Athan.


Intan bertanya pada Ayyara dan Jesi, ketiga nya kini tengah berdiskusi dan memesan menu yang sama.


"Em, kami mau Burger, kentang goreng, dan soda."


"What, junk food?" ucap Athan.


"Kali ini aja bang, Intan jarang makan nya loh," ucap Intan sedih.


"Yaudah kaki ini aja," ucap Athan dan bernajak untuk memesan makanan.


"Bang Athan baik banget mau traktir kita, kapan lagi gak sih bebas makan junk food iya kan Ya,"


"Iya sih, kalo Steven tau pasti aku kena marah, tapi itu dulu sekarang dia pasti gak bakalan peduli," sendu Ayyara.


"Udah ah, kenapa malah bahas itu lagi, kita kan disini mau have fun," ucap Intan.


"Iya betul tuh, udah jangan dipikirin entar aja di rumah sambil nangis dipojokan," ucap Jesi dengan enteng nya.


"Jesi," ucap Intan dengan mata yang mendelik sedang orang yang sedang ditegur malah menyengir saja.


Tak lama Athan datang dengan semua pesanan mereka.


"Ini makan," ucap pria itu.


"Terimakasih bang Athan,"


"Sama-sama,' balas pria itu.


Ayyara yang melihat makanan junk food di depan nya, kini mengambil foto makanan tersebut bersama dengan diri nya.


Gadis itu lalu mengirim nya ke pada Steven. Dia ingin melihat apa pria itu masih peduli pada nya atau tidak.


TBC

__ADS_1


__ADS_2