Possesive Man

Possesive Man
Part 85


__ADS_3

"Kita balik ke rumah sakit yah bang Ken, Ayyara juga udah ada disana sama Steven," ucap Intan pada pria itu.


Keduanya baru saja selesai makan dengan Keenan yang mentraktir nya.


"Yah, yaudah deh kalo gitu," ucap Keenan pada akhirnya. Padahal dia masih ingin sekali berlama-lama dengan Intan.


"Bang Ken, makasih ya untuk makanan nya, Intan suka banget heheh bisa makan gratis juga dan uang jajan Intan gak kurang," kekeh Intan.


Bukan karena dia matre, tapi kan Keenan yang menawarkan maka Intan gak mau menyia-nyiakan kesempatan makan gratis tersebut.


"Iya," ucap Keenan mengacak gemas rambut Intan.


Sudah lama dia tidak bertemu dengan gadis di hadapannya ini karena memang mereka berbeda sekolah. Dia sudah kuliah sedangkan gadis itu masih SMA.


"Intan nanti kuliah nya dimana?" tanya Keenan.


"Em belum tau bang," lirih Intan.


Dia masih berpikir akan hal itu bagaimana ke depan nya karena memang Intan merasa kebingungan apakah dia akan tetap melanjutkan pendidikan nya atau tidak.


Apalagi keuangan mereka lagi tidak baik-baik saja, Intan takut memberatkan Sania jika dia sampai kuliah. biaya nya juga pasti akan sangat banyak sedangkan Sania baru akan kembali merintis usaha kue nya belum lagi kebutuhan - kebutuhan yang lain nya.


Keenan yang melihat wajah gadis itu menjadi sendu mengernyit kan Kening nya.


Keenan memutuskan untuk meminggirkan mobil nya di jalan untuk melihat keadaan Intan yang seperti nya menjadi tidak baik saat dia melayang kan pertanyaan itu pada Intan.


Keenan takut jika pertanyaan nya salah dan malah membuat Intan tidak nyaman.


"Intan, hey kenapa hm? bilang aja sama bang Ken. Cerita pelan - pelan," ucap Keenan selembut mungkin seraya menatap dalam manik gadis itu.


"Gapapa ko bang, kita jalan aja ya," ucap Intan.


Keenan tidak menurut sebelum tau apa masalah nya. Jika wanita sudah mengatakan tidak apa-apa itu pasti ada apa-apa nya.


"Gapapa ," ucap Intan lagi saat Keenan malah hanya diam saja tanpa menanggapi.


"Cerita aja, kenapa? Intan ada masalah apa Hem, ayo cerita sama bang Ken, bang Ken bakalan dengerin Intan ko," ucap Keenan mengelus lembut puncak kepala Intan.

__ADS_1


"Eum," Bibir Intan terkatup kembali karena bingung mau mengatakan apa.


"It's okey, pelan - pelan aja," balas Keenan kembali.


Intan menggigit bibir nya pelan, tak terasa air mata nya jatuh begitu saja.


Hati nya merasa sesak kembali saat mengingat Sania yang telah berjuang dengan begitu keras untuk nya dan semua nya itu telah hilang dan mengharuskan mereka kembali memulai dari awal.


Dia baru saja merasakan kebahagiaan seutuhnya akhir-akhir ini namun semua nya kini telah redup. Intan capek berpura-pura baik-baik saja padahal sebenarnya keadaan nya tidak lah seperti itu.


Intan hanya gadis kecil yang menginginkan kehangatan keluarga apalagi kehadiran seorang ayah serta cita-cita nya bisa tergapai.


Tapi apakah saya sekarang, ekonomi nya begitu merosot dan kehilangan keluarga yang baru dia dapatkan.


"Intan pengen kuliah bang Ken, tapi.."


"Tapi kenapa? Intan bingung ya mau nentuin jurusan nya, bang Ken bisa bantu ko," ucap Keenan sedangkan Intan menggeleng kan kepala nya karena bukan itu permasalahan nya.


"Intan pengen jadi desainer," ucap Intan membuat Keenan berdecak kagum.


"Bagus dong, kalo gitu Intan harus belajar yang semangat biar bisa bahagiakan Tante Sania kan, biar bisa bantu Tante Sania Nanti nya," seru Keenan.


"Tapi biaya nya mahal," cicit Intan dengan suara yang kecil namun masih bisa di dengar jelas oleh Keenan.


"Memangnya om Fathan gak mau biayain sekolah nya Intan, terus bang Athan?" tanya Keenan yang bingung.


Tidak mungkin kan mereka semua membiarkan Intan begitu saja secara Keenan sangat tau bagaimana sayang nya keluarga itu lada Intan dan juga dengan Sania.


Intan mengeleng kecil. " Intan sama mommy udah gak tinggal bareng lagi sama mereka bang Ken, kami udah tinggal sendiri. Aku sama mommy udha keluar dari sana kemarin dan sekarang aku dan mommy mengontrak," jelas Intan dengan menghela nafas kecil.


Beban nya sedikit terangkat saat sudah bercerita dengan Keenan yang masih setia untuk mendengar kan dirinya.


"Hah! yang bener Ntan, kok bisa, apa kah ada masalah?" kepo Keenan yang tertarik dengan topik ini.


"Ya enggak juga bang, tapi gak enak aja masa Mommy sama Intan numpang hidup kaya parasit sama Merkea," balas Intan sambil tertawa kecil untuk menutupi kesedihan nya.


Keenan tersentak saat mendengar kan penuturan dari Intan, Parasit katanya. Seperti nya Intan terlalu berpikir negatif.

__ADS_1


Keenan bahkan pernah menanyakan bagaimana perasaan dari Mark pada Intan. Keenan dan Mark memang cukup dekat sesudah Fedrick meresmikan Mark masuk ke dalam The Boys.


Tak jarang Keenan juga mengajak pria itu untuk bermain bersama.


Mark mengatakan jika dia sangat senang jika memiliki Intan sebagai adiknya. Sungguh Keenan tak bohong.


Setiap Merkea nongkrong Mark sering kali membahas tentang Intan pada nya. Keenan tentu merasa sangat senang mendengar Mark karena dia bisa tahu semua tentang Intan.


"Lalu mengapa Intan kayak sedih gitu saat bang Ken nanya soal kuliah," tanya Keenan dengan hati-, hati.


Keenan tidak ingin menanyakan lebih dalam soal hubungan Intan dengan keluarga Fathan takut membuat gadis itu menjadi tambah sedih jika dia kembali mengingat kan nya.


Dia akan mencoba mencari tahu nya nanti.


"Iya, aku kasian sama mommy, mommy sekarang kerja sendiri. Nanti biaya kuliah kan pasti mahal bang Ken," sendu Intan mengeluarkan segala unek-uneknya.


Keenan mengangguk mengerti sekarang dia sudah tau mengapa gadis itu menjadi sedih seperti itu. Wajar saja jika Intens merasa khwatir dan merasa akan membuat Sania menjadi kerepotan karena dirinya.


"Yaudah kalo kayak gitu permasalahan nya, Intan gak usah pusing, Intan harus belajar yang bener aja. Di kampus Bang Ken ada beasiswa full nya loh, Intan mau kuliah di kampus nya bang Ken gak," ucap Keenan membuat Nafa Intan yang tadi nya meredup kini terlihat berbinar sekali.


"Hah! beneran bang Ken. Intan mau bang Ken, intan mau," seru Intan.


Jika dia berhasil mendapatkan beasiswa nya dia tak harus merepotkan sania jika begitu dan alhasil dia juga bisa kuliah tanpa memikirkan biaya lagi.


"Nah gitu dong yang semangat, nanti bang Ken yang urus semua nya deh, Intan cuma perlu fokus buat ujian aja ya," ucap Keenan.


"Iya, makasih banyak bang Ken," ucap Intan.


"Pokok nya Intan harus buktiin sama banh Ken kalo Intan itu bisa, bukan cuma sama bang Ken aja tali juga sama abang-abang kamu sama Daddy Fathan juga," ucap Keenan.


"Kau kangen mereka bang," ucap Intan tidak berbohong.


Keenan mengerti itu kasti berat tapi Intan pasti akan terbiasa nantinya.


"Mau ketemu Mark?" tanya Keenan.


"Em gak dulu deh bang," cicit Intan padahal dalam hati nya intan meraung keras untuk bisa bersama dengan keluarga itu kembali.

__ADS_1


TBC


__ADS_2