
Intan menelungkup kan wajah nya di meja. Gadis itu merasa lelah dan cukup mengantuk pada hari ini.
Bagiamana tidak, sebentar lagi mereka akan melakukan ujian akhir dan juga dia banyak mendapatkan pelajaran tambahan serta Daddy nya yang menyuruh nya untuk les dan di tambah lagi pelajaran dari Fedrick dan Athan.
"Hei, kenapa dah Ntan, lemas banget perasaan," ucap Jesii yang menyodorkan minuman pada Intan yang langsung diterima gadis itu.
Intan memang tidak ikut keluar kelas dan alhasil hanya menitip ke ada sahabat nya itu.
kening nya mengerut saat hanya Jesi saja yang baru masuk ke dalam kelas.
Seakan tau maksud dari Intan , Jesi langusung mengatakan ," kalo Ayyara mah biasa, lagi sama Steven. Entar lagi juga bakal kesini kok,"
Intan mengangguk mengerti sambil meminum minuman nya.
"Entar malam Minggu ke rumah Aya yuk,"
"Hem, buat apa Jes?" tanya Intan.
"Ya main, buat refreshing. Apa gak cape belajar Mulu. Sesekali kan kita harus mengistirahatkan diri dan menyenangkan diri kita,"
"Aku kayaknya gak bisa deh Jes, tau kan bang Fedrick Sekarang tegas banget. Dia ngasih banyak banget aku tugas nya, " keluh Intan.
__ADS_1
"Yah, iya sih mau ujian, tapi kan ini malam Minggu Ntan, Kuy lah," ucap Jesi.
Intan mulai berpikir, benar dia sedikit jenuh dengan berbagai materi dan angka angka yang hampir membuat nya mual.
"Yaudah deh entar aku bilang sama bang Athan dan Daddy dulu, mudah-mudahan aja dikasih ijin," ucap Intan akhirnya.
"Sip, nanti kabarin yah," balas Jesi.
Intan mengangguk dan kembali menenggelamkan wajahnya sambil memejamkan mata nya.
"Kalo udah ada guru, bangunin aku ya Jes," ungkap Intan yang takut malah kebablasan dalam tidur nya nanti.
Disisi lain, Ayyara tengah berada di lorong gudang yang sepi orang bersama dengan Steven.
Steven yang membawa nya kesana karena tidak ingin ada orang yang mendengar pembicaraan mereka.
Steven tidak ingin menunda akan hal itu sampai pulang sekolah hari nanti, karena sekarang dia benar-benar merasa marah pada gadisnya yang telah menyembunyikan suatu hal yang penting dari nya.
Steven tengah menatap Ayyara yang tengah diam saja di hadapan nya saaat ini.
Steven meremas kertas yang berada di genggaman nya sekarang. Untung saja dia menemukan nya jika tidak bisa dipastikan jika Ayyara tak akan memberi tahu nya.
__ADS_1
"Kapan?"
Ayyara mengangkat wajah nya menatap Steven yang tengah memandang nya dengan wajah yang datar saat ini.
"Setelah ujian aku akan pergi," cicit nya.
Steven memejamkan mata nya mendengar penuturan dari Ayyara.
"Really. Lalu mengapa kamu tidak memberitahu ku soal ini Hem. Kamu tidak berniat memberi tahuku kan jika aku tks menemukan ini!" tunjuk Steven pada kertas yang sudah lecek tersebut.
Kertas yang berisi beasiswa Ayyara yang akan ke Australia. Ya, Daddy nya memang menyuruh nya untuk kuliah disana dan Ayyara tak bisa menolak.
Dan alhasil dia mencari beasiswa agar meringankan beban orang tua nya dan dia berhasil mendapatkan nya.
Dia juga sudah memberitahu pada Arsen dan membuat Arsen senang bukan kepalang dan langsung ingin memberangkatkan Ayyara ke Australia secepat nya untuk mengurus semua perlengkapan kuliah nya disana.
Steven tak sengaja menemukan nya dalam tas gadis itu saat akan memasukkan minum dalam ras gadi nya.
"Jadi kamu akan meninggalkan ku?"
TBC
__ADS_1