Possesive Man

Possesive Man
Part 91


__ADS_3

Athan melangkah dengan pelan-pelan ke arah kamar yang ditunjukkan oleh Sania. Kamar adik kecil nya.


Setelah memberitahu kamar milik Intan, Wanita paruh baya itu langsung pamit untuk ke dapur untuk membuat kan minum untuk nya.


Athan membuka pintu nya dengan perlahan dan dapat dia lihat gadis yang dia rindukan tengah tidur dengan meringkuk seperti bayi.


Begitu lucu dan terlihat putih lugu. Athan menatap keliling kamar milik Intan.


Kamar itu terlihat kecil membuat Athan ingin sekali mengajak mereka untuk kembali ke rumah nya. Namun seperti yang sudah Daddy nya katakan, mereka harus memberikan waktu pada kedua wanita itu.


Entah sampai kapan, Athan tidak tau. Dia sudah bertekad, jika Fathan masih tidak ada kejelasan maka dia sendiri yang akan menjemput kedua nya segera.


Athan menatap Intan yang masih tertidur pulas tanpa menghiraukan diri nya dan tak menyadari keberadaan nya.


Gadis itu pasti kaget saat terbangun dan melihat nya ada disini.


Athan jadi tidak tega untuk membangun kan gadis itu, Intan terlihat begitu pulas dengan tidur nya.


Tapi Athan harus terpaksa membangunkan adik nya tersebut dalam tidur nya yang begitu menyesakkan.


Perlahan Athan mengelus rambut Intan dengan lembut. Sudah lama dia tidak bertemu dengan Intan, apalagi jadwal nya yang begitu padat membuat ruang waktu antara dia dan Intan juga menjadi terbatas.


Sekarang perasaan rindu itu akhirnya terobati dengan memandang gadis yang masih terlelap itu.


"Intan, bangun sayang," ucap Athan tak menghentikan elusan nya pada rambut gadis itu.


"Eughhh," lenguh Intan yang merasa terganggu.


Athan tersenyum melihat nya, Intan masih begitu cantik bahan saat bangun tidur.


Intan mengerjapkan mata nya dan mengumpulkan kesadaran nya.


"Pelan-pelan aja sayang," ucap Athan yang melihat Intan mengerjapkan mata nya dengan cepat.


Intan menyipitkan mata nya karena mendengar suara yang begitu familiar di pendengaran nya.


"Bang Athan," pekik nya kaget.


"Heum," gumam Athan yang sekarang beralih memijit kepala Intan yang pasti sedikit pusing karena baru saja bangun dari tidur nya.

__ADS_1


"Bang Athan kok ada disini?" tanya Intan dengan sedikit menjauh.


"Kenapa? Intan gak suka Abang ada disini ya," ucap Athan memasang muka melas nya agar Intan merasa bersalah mengatakan itu pada nya.


"Eum bukan gitu," cicit Intan dengan gelagapan.


"Lalu apa ?"


Intan terdiam, dia tak tau harus mengatakan apa. Kedatangan Athan begitu mendadak dan dia tidak mempersiapkan diri nya untuk bertemu dengan Athan.


"Abang gak tau alasan sebetulnya Intan dan mom pergi dari rumah," ucap Athan.


"Hah,mom?" ulang Intan yang diangguki oleh Athan.


"Mommy Sania adalah mom ku juga sekarang,' ucap Athan tersenyum lembut.


Intan sampai speechless, dia masih ingat bagaimana Athan yang saat itu masih Canggung dengan Sania.


"Kau tau, Abang sama sekali tidka percaya apa yang dikatakan oleh Dady jika kalian meminta pergi karena ingin hidup mandiri dan juga merasa tak cocok dengan keluarga kita," ucap Athan yang membuat Intan tersadar dari lamunan nya.


"Abang Bener kan, bukan cuma itu alasan nya heum," ucap Athan dengan tenang.


Ternyata hidup berjauhan dengan mereka ternyata sulit karena Intan sudha merasa sayang pada keluarga itu. Dia pikir akan mudah untuk move on tapi ternyata tidak segampang yang dipikirkan nya.


"Tak perlu memikirkan nya, Abang akan nunnggu Sampai Intan yang mau cerita sendiri ke Abang, tapi Abang minta jangan ngehindar dari Abang bisa kan," harap Athan.


Ayolah dia tidak ingin dicueki juga seperti Mark. Adik nya itu bahkan Sampai sekarang masih uring-uringan gara-gara masih belum berhubungan baik dengan Intan.


"Iya," angguk Intan karena dia juga tak bisa menyueki Abang nya tersebut.


"Emm, aku merasa bersalah sama bang Mark, " adu Intan pada pria itu.


Athan merentangkan tangan nya memberi kode untuk Intan. Untung nya gadis itu peka dan langsung masuk ke dalam pelukan Athan yang hangat.


"Kalo gitu, Intan jangan bersikap kayak gitu lagi dong, tau gak bang Mark Ampe mau nangis loh dek," jelas Athan.


"Benarkah?" tanya Intan yang makin merasa bersalah.


"Iya, Bang Mark gak suka dicuekin begitu Kun dengan Abang dan yang lain nya juga ," ucap Athan mengerat kan pelukan nya untuk melepaskan rindu nya.

__ADS_1


"Tapi bang Mark juga ikutan nyuekin Intan tau, dia gak mau ngomong dan sekaan gak kenal sama Intan, " jelas Intan seraya menggembungkan pipi nya.


"Coba tanya alasan nya kenapa begitu, pasti ada alasan nya kan," ucap Athan.


"yaudah deh, besok Intan coba ajak ngomong bang Mark. Intan juga udah kangen berat sama bang Mark. Intan gak kuat diem-dieman sama ngehindarin bang Mark terus-menerus.


"Good girl," ucap Athan.


Athan tersenyum bahagia tak sia-sia datang kemari. Untung saja gadis itu mudah untuk dibujuk membuat Athan tak perlu bersusah payah.


"Yuk kits ke ruang tamu, mom ada disana. Bentar lagi waktu untuk makan malam," ucap Athan menggendong Intan membuat Intan senang bukan main


"Yeyyy makan, akhirnya Intan bisa makan bareng lagi sama Abang," ucap nya dengan semangat empat lima.


"Astaga, kenapa di gendong kaya gitu, Intan kamu turun sayang nanti Abang nya keberatan," ucap Sania yang melihat Athan yang baru keluar dengan Intan yang berada digendongan Athan.


"Tidak apa mom, Intan sangat ringan. Kamu harus banyak makan sayang," ucap Athan menurunkan Intan.


Sania memperhatikan interaksi itu dalam diam. Athan begitu cepat membuat Intan merasa senang dan bahkan sekarang mereka dengan mudah nya kembali akrab seperti semula.


"Mom intan lapar," adu Intan mengelus perut nya.


"Yaudah mom masak dulu bentar gapapa kan," ucap Sania.


"Tidak usah repot-repot mom, biar Athan pesan aja," ucap Athan mengeluarkan ponsel mahal nya.


"Maaf, jadi ngerepotin," ringis Sania.


"Aku tidak merasa direpotkan sama sekali, ayolah jangan seperti itu. Kalian bukan lah orang lain untuk ku," ucap Athan yang membuat Sania tersenyum kaku.


Perubahan Athan begitu mengejutkan untuk nya. Pria itu seperti berbeda orang saja. Sania belum terbiasa sama sekali mengingat biasa nya Athan hanya akan berbicara pada nya jika ada hal yang penting dan selalu singkat dan to the point.


"Intan mau makan apa," ucap Athan memberikan ponsel nya agar Intan dapat memilih makanan apa yang ingin dimakan nya malam ini.


Intan menunjuk beberapa lalu setelah ny giliran Sania.


"Mom,"


"Em samain aja sama punya iNtan, " ucap Sania yang dibalas anggukan kecil oleh Athan

__ADS_1


TBC


__ADS_2