Possesive Man

Possesive Man
part 25


__ADS_3

"Siapa bang, Ampe muka lu masam kayak begitu?" tanya Steven.


Saat ini mereka sedang berada di tempat balapan yang akan dimulai sebentar lagi. Namun Fedrick mendapatkan telpon dari abangnya untuk segera pulang.


Awalnya dia tak dan bodo amat tapi setelah tau jika Fathan sudah mengetahui semua tentang nya dan Fathan lah yang menyuruh untuk pulang maka Fedrick tak memiliki alasan lain untuk mengelak.


"Bukan apa-apa, selesai ini gw langsung balik ke rumah,"


"Loh bukannya ngumpul dulu bang?" tanya Steven yang diangguki oleh Keenan.


"Kalian saja aku ada keperluan lain," ucap Fedrick lalu memakai helm nya karena pertandingan nya akan dimulai sebentar lagi.


Brumm...Brummm .


Suara motor ninja Fedrick dan lawan kini sudah mengambil ancang-ancang untuk mempersiapkan diri untuk balapan sebentar lagi, keduanya beradu membunyikan suara motornya masing-masing.


"Fedrick..."


Terdengar banyak sorakan yang menyebutkan namanya di arena balapan motor terlebih Anggotanya yang juga heboh terutama Keenan, Steven dkk.


Sorak Sorai yang membuat senyum khas milik nya muncul, membuat Fedrick semakin bersemangat dalam balapan kali ini terlebih lawannya adalah rival The Boyz.


Disamping Fedrick sudah ada beberapa lawan yang ikut tanding di balap liar tersebut,salah satunya Kenzie rival abadinya, ketua geng Motor Ollyxton yang terkenal dengan kesombongan nya.


"Lo bakal kalah sama gue!" seru Kenzie mengacungkan ibu jari nya terbalik ke arah Fedrick.


Fedrick lantas menoleh ke arah Kenzie, ia mengernyit dan Fedrick hanya tersenyum sinis ke arah Fedrick.


Seorang wanita sexy dan cantik kini membawa bendera dan berdiri tepat di tengah-tengah motor mereka. Hingga wanita itu kini mulai berhitung.


Satu....


Dua....


Tiga....


Dalam hitungan yang ketiga, bendera itu dijatuhkan ke aspal berbarengan dengan laju motor yang melesat sangat kencang.


Suara teriakan pra penonton sudah tidak terdengar oleh mereka karena sudah berjalan sangat jauh, hanya suara motor yang terdengar di telinga mereka.


Sejauh ini jarak memerah masih sangat dekat, namun sekarang Kenzie lah yang lebih unggul dari beberapa peserta lainnya termasuk Fedrick.

__ADS_1


Fedrick terus terfokus lalu ia memacukan motornya kembali di tikungan. Fedrick menoleh ke belakang dan mengacungkan jempolnya ke bawah lalu kembali melajukan motor nya.


Kenzie tak terima karena sebentar lagi akan ada tikungan yang sudah sangat dekat dengan garis finish, semetara Fedrick lebih unggul darinya.


Lalu Kenzie terus menambah kecepatan laju motornya dan kini dia berhasil berada tepat disamping Fedrick. Kenzie berniat untuk bermain curang, ia berusaha untuk menyenggol motor Fedrick agar terjatuh. Namun Fedrick bisa menghindari nya, ia terus melaju hingga sangat lihai dia melewati tikungan.


Sebentar lagi garis finish. Garis itu sudah berada didepan mata Fedrick untuk menyambut kemenangan nya.


"Argghh... gue kalah sama dia mau taruh mana muka gua? secara gue ketua geng Allyxton dan masa gue kalah sama ketua geng the boys, ini gak bisa dibiarin! dia bisa besar kepala," gumam batin Kenzie.


"Wow keren bang, Lo menang!" heboh Marcel.


"Makan makan nih kita," sambung Daffa.


"Congrast,"ucap Steven dan Keenan.


"Fedrick!" teriak Kenzie marah, dia menendang motor nya lalu menghampiri Fedrick. Dia tak terima jika dikalahkan oleh pria itu.


Setelah sampai didepan Fedrick tiba-tiba Kenzie langsung memukul pipi Fedrick dengan sangat agat keras hingga menimbulkan bekas luka.


"Fedrick yang juga tak terima karena dipukul oleh Kenzie tanpa sebab yang jelas ikut membalas pukulan Kenzie. akhirnya keduanya berkelahi. Namun masing-masing anggota geng mereka mencoba memisahkan mereka.


"Bang polisi bang," panik Marcel naik ke motornya.


"Run!!!" Perintah Fedrick dengan keras.


Semua anak motor yang ikut balapan liar tadi langsung bergegas pergi, mereka berhasil kabur dari polisi yang kini hampir turun dari mobilnya.


Tetapi tidak dengan Fedrick, ia malah tertangkap karena sewaktu ia ingin berjalan ke motor nya, kakinya malah tersangkut dan terjatuh akibat tali sepatunya yang lepas, akhirnya Fedrick dibawa kekantor polisi.


"Pak lepasin saya," ucap Fedrick mencoba memberontak.


"Diam!! nanti anda jelaskan di kantor,"


"Awas lo Kenzie, ini semua gara-gara Lo," gumam Fedrick.


Habis gue sama Daddy. Batinnya meringis.


Sekarang mereka sudah berada di kantor polisi Fedrick disuruh untuk menelepon orang tuanya.


"Gimana mau nelpon Daddy, Dad pasti akan semakin marah, kena bogem lagi ini mah, frustasi Fedrick. Apalagi mengingat hubungan mereka yang memang belum akur akibat pertengkaran terakhir mereka saat dirumah Karena Sania.

__ADS_1


Fedrick terlihat ragu namun kemudian dia terpaksa harus menghubungi Fathan. Dia tak mau bermalam di kantor polisi.


Panggilan pertama tidak diangkat begitupun panggilan berikut nya. Akhirnya Fedrick memilih untuk menelpon abangnya.


"Halo bang,"


"Lo dimana hah! gua suruh pulang Daddy udah nungguin Lo!" ucap Athan yang terdengar sangat kesal.


"Hem, gue dikantor polisi, suruh Daddy kesini," ucapnya langsung mamatikan panggilan, malas mendengar ocehan dari Athan.


Fedrick langsung mengirimkan lokasi pada Fathan. Dia sangat yakin seksi jika Athan sekarang sedang mencak-mencak padanya.


"Ngapa gua punya adek kayak begini sih, nyusahin," kesal Athan.


"Kenapa bang?" tanya Vandra.


"Kembaran Lo tuh kena tangkap polisi, dahlah pasrah gua gak bisa bantu kali ini." ucap Athan.


Vandra mengehela nafas berat padahal dia sudah berkali-kali mengingatkan dan hal yang dia takutkan akhirnya terjadi.


"Daddy pasti bakalan marah banget, mana tadi moodnya kayaknya gak bagus gitu bang," sahut Vandra.


"Hm, udah gue keatas mau kasih tau Daddy dulu. Mark lu jangan ikut buat ulah lagi ya! awas lu gue tempeleng," ucap Athan sambil menghampiri Fathan ke ruangan nya.


"Gue kan dah bilang jangan masuk geng-geng an. Keras kepala!" ucap Vandra.


"Namanya juga anak muda bang, kan sambil nyari komunitas juga," balas Mark.


"Ngejawab lagi Lo, kena marah Daddy nyaho Lo. "


"Aduhh bang ngomel Mulu lu, bantuin ke apa kek gitu,"


"Ya gue mau bantu apa, gak ikutan deh gue . Daddy kali marah serem. Bye Mark. eh bentar lu gak mau peluk gue dulu gitu kan sebulan lagi kita gak bakalan ketemu," ucap Vandra merentangkan tangannya.


"Dih," sinis Mark lalu melempar kan bantal sofa pada Vandra.


"Haha gak mempan sorry, nikmatin satu bulan Lo Mark entar gue siapin banyak salep Sama perban kalo lo udah pulang," teriak Vandra lalu meninggalkan Mark sendirian.


Mark meringis mendengar ucapan Vandra. Dia menyentuh punggung nya, membayangkan kakeknya akan melakukan hal itu lagi pada nya.


"Mana kadang mukul nya pake tenaga dalem lagi, Huft yang kuat yah bro," ucap Mark menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


TBC


__ADS_2