
"Non, ini beneran kita mau kesini, non gak salah kah?" tanya supir nya pada Ayyara. Pria yang sudah paruh baya itu terheran-heran saat mereka sudah sampai di club'.
Ini adalah pertama kali nya Ayyara meminta untuk diantar kemari dan tempat itu bukanlah tempat yang seharus nya dikunjungi oleh Ayyara.
"Tidak, bapak tunggu disini aja," ucap Ayyara segera turun dari mobil.
Pak Ahmad yang menjadi supir Ayyara merasa tidak tenang dan takut terjadi sesuatu pada nona nya di dalam.
Akhirnya dengan pikir panjang, Pak Ahmad mengikuti Ayyara dari belakang. Jika terjadi sesuatu dia juga yang akan repot dan bisa-bisa dipecat oleh tuan nya karena tak becus menjaga Ayyara.
Untuk pertama kalinya Ayyara menginjakkan kaki nya ditempat seperti ini. Hal pertama yang dia lihat adalah begitu banyak orang yang berjoget ria dengan suara musik yang memengakkan telinga.
Ayyara bahkan langsung dapet menghirup aroma alkohol yang begitu kentara.
Banyak orang yang melihat ke arah nya, mungkin saja karena hanya dirinya yang memakai pakaian tertutup.
Tidak seperti yang lainnya yang memakai pakaian kurang bahan.
Tak bohong, Ayyara merasa mual menghirup aroma alkohol dan sangat risih dengan banyak Pasang mata yang kini tengah menatap nya.
Ayyara mempercepat langkahnya seraya matanya mencari kesana kemari orang yang membuat nya harus berada ditempat yang tidak dia sukai.
Ayyara menerobos orang-orang yang sedang berjoget ria.
"Hai manis," ucap seorang pria yang seraya mencolek bahu Ayyara.
Ayyara menatap tajam pria itu dan menginjak kakinya dan segera mempercepat langkahnya. Astaga dia sangat takut sekarang.
"Aduh non Aya kemana ya," frustasi pak Ahmad yang kehilangan jejak Ayyara. Ada begitu banyak orang disini dan tempat ini juga luas. Pak Ahmad tak tahu menahu tentang tempat ini.
Pak Ahmad menghubungi Steven namun pria itu tak kunjung mengangkat nya, namun pria paruh baya itu pantang menyerah. Berkali-kali dia mencoba menghubungi Steven.
Tapi hasil nya tetap nihil, tak ada satupun panggilan yang dijawab oleh Steven.
Pak Ahmad yang tak tau harus bagaimana akhirnya menghubungi kedua tuan nya, yaitu orang tua Ayyara. Entah apa yang akan dipikirkan oleh kedua orang tua Ayyara nantinya.
Setelah memberikan kabar Pak Ahmad kembali mencari keberadaan Ayyara.
Pria itu berdoa dalam hati agar dia segera menemukan Ayyara.
Lama mencari akhirnya Ayyara menemukan orang yang dicarinya. Ayyara dapat melihat dari kejauhan keberadaan Steven dengan wanita yang berada dalam foto tadi.
Ayyara juga terkejut saat melihat ketua kelas nya Daffa dan beberapa teman sekelas nya juga berada disana.
Meja mereka terlihat rame namun tak ada yang memperdulikan Steven dan juga wanita itu termasuk Keenan yang memberi tahukan nya soal ini.
__ADS_1
semuanya nampak sibuk dengan kegiatan masing-masing dibawah cahaya lampu yang gemerlap-gemerlip.
Mata Ayyara kembali memanas dengan jantung yang berdebar kencang begitu melihat Steven begitu dekat dengan wsnita itu. Steven terlihat begitu asik dengan wanita itu.
Ayyara duduk dekat di meja batender.Dia ingin memerhatikan sejauh mana Steven akan bertindak.
"Hai manis, kau sendiri saja. Kau mau minum?" tanya seorang pria menarik kursi dan duduk disamping Ayyara.
"Tidak," ucap Ayyara tak mengalihkan pandangannya dari Steven.
"Biar aku tebak, aku berpikir jika kamu suka koktail buah yang manis," ucap pria tersebut. Pria itu terlihat tampan dengan dua lesung pipi di sudut bibir nya.
"Hei,' panggil pria itu memanggil batender.
"Tidak perlu, aku akan memesan jika aku menginginkan sesuatu," ucap Ayyara saat mengetahui maksud dari pria itu..
"Benarkah? tapi aku sudah melihat mu tadi dan kau bahkan tak memesan minum apapun," ucap pria itu kembali.
"Apa kau berharap seseorang akan datang dan mengobrol dengan mu?" lanjut nya.
"Baiklah terserah, belikan aku minum. Aku tidak tahu aturan nya karena ini pertama kali nya aku disini," ucap Ayayra pada akhirnya. Dia cape mendengar kan pria itu mengoceh sedari tadi.
Pria itu tertawa kecil sambil menatap Ayyara. "Kamu gadis yang imut,"
"Tidak masalah jika ini pertama kali. Ayo minum, aku yang traktir," ucap pria itu saat pesanan nya sudah disediakan oleh batender.
"Apa itu kekasimu?" tanya pria itu pada Ayyara. Pria itu memperhatikan arah pandang Ayyara sejak tadi.
"Hem," dehem Ayyara.
Pria itu mengangguk mengerti. "Jadi dia berselingkuh ya, benar-benar pria bregsek. kalau kau mau aku bisa menggantikan nya," ucap pria itu sambil mengedipkan mata nya.
"Kau? sungguh? apa yang kau punya," sinis Ayyara.
"Wah, kau ini wanita yang material ya,"
"Lalu apa masalah nua dengan mu, pergilah dari hadapan ku sekarang," desis Ayyara.
"Cih, mau tidak asik. Lagipula masih banyak wanita yang mau denganku disini. Dan aku juga tak tertarik dengan mu. Lihatlah kau sangat tepos dak datar tidak seperti wanita yang berada di pangkuan kekasih mu. Pantas saja kau diselingkuhi," ucap pria itu lalu pergi beranjak dari duduknya meninggal kan Ayyara yang memikirkan ucapan dari pria itu.
Ayyara menatap dirinya dari atas sampai bawah. Pria itu memang benar.
Ayyara membandingkan dirinya dengan wanita itu, dan benar saja sangat jauh. Wanita itu berisi dan terlihat sexy.
"Bitchh!" umpat Ayyara saat melihat wanita itu mencium Steven dan steven malah membalasnya dengan panas.
__ADS_1
Keduanya saling membelit bibir mereka, sungguh hati Ayayra terasa seperti diremas sekarang.
Pria itu mencium bibir orang lain, bahkan Ayyara sama sekali tak pernah melakukan hal itu dengan Steven.
Ayyara sudah tak kuat melihat hal itu. Ayyara dengan amarah yang menggebu di hatinya memegang gelas yang berisi air minum tadi.
Langkah Ayyara semakin cepat dan pada saat sudah sampai di meja tersebut. Ayyara menyiram minuman ditangan nya pada kedua orang itu.
Ciuman kedua nya Sampai terlepas.
"Aya," ucap Daffa saat melihat Ayyara yang tidak baik-baik saja.
"Here we go again," ucap Keenan yang sangat menanti kelanjutan nya.
"Apa itu pacar nya. Steven sangat pandai dalam memilih wanita," ucap Johnny memerhatikan Ayyara.
"Your eyes," ucap Marcel menimpuk kepala Johnny.
"Eh,Aya kok ada dua Aya," cengir Steven menujuk Ayyara.
"Ini Aya, ini juga Aya," kata Steven dengan menatap Ayyara dan Alexa.
"Apa kau mabuk?" tanya Ayyara dengan nada sinis.
"Aku tidak mabuk manis, kau sangat cantik," ucap Steven tersenyum menampilkan deretan gigi nya.
Ayyara speechless dia tak tau harus mengatakan apa lagi. Tak ada gunanya memarahi pria itu dalam keadaan mabuk. Ayyara akan menunggu sampai pria itu sadar.
"Kau menyingkir lah dari kekasih ku wanita murahan!" sentak Ayyara menarik kasar tangan Alexa membuat Alexa kembali terjatuh dengan tidak etis nya.
Kepala Alexa sampai terbentur dengan dinding meja hingga berdarah.
"Tolong bantu bawakan Steven," ucap Ayyara pada Keenan.
Keenan mengangguk dan mendesah kecewa. Ayolah dia ingin sekali melihat perdebatan antara kedua orang yang biasanya bucin itu.
"Aku tak ingin memberikan nya pelajaran. Bogeman contoh nya. Aku bisa memberikan nya untukmu," ucap Keenan.
"Benarkah? msks lakukan lah," ucap Ayyara.
"Seriusan. Wihh ini nih yang gue tunggu, dari dulu gue pengen banget mukul ni anak songong. Tapi karena dia waktu ketua the boys gua kagak berani," ucap Keenan mengambil ancang-ancang.
"Marcel, Daffa tolong pegangin kedua tangan nya coy," ucap Keenan.
Keenan tertawa dalam hati.
__ADS_1
TBC