
"Kamu lapar gak dek, Abang laper banget nih," ucap Mark.
Kedua nya sedang dalam perjalanan pulang setelah dari rumah sakit.
"Laper bang, Intan juga belum sempat makan tadi," teriak Intan dengan keras agar Mark bisa mendengar apa yang dia ucap kan.
Sepulang sekolah mereka langsung tancap gas ke rumah sakit tanpa makan siang terlebih dahulu.
Mark akhirnya meminggirkan motor nya di kafe dan mengajak Intan untuk mengikuti nya.
"Mau makan apa dek, pesan aja apa yang kamu mau nih, Abang mau ke kamar mandi bentar," ucap Mark.
"Iya Abang," balas Intan sembari melihat buku menu nya.
"Ekehem, hai ka Intan,"
Intan langsung menoleh saat ternyata Atlas lah yang menyapa nya.
Pria yang umur nya berada 1 tahun di bawah nya itu tersenyum dan duduk di kursi yang tadi nya di tempati oleh Mark.
"Sendiri aja ka?" tanya Atlas.
"Enggak, tadi aku bareng bang Mark, tapi lagi di kamar mandi, Atlas udah lama gak keliatan, bang Keenan juga," ucap Intan.
__ADS_1
"Haha iya nih, bang Ken lagi sibuk kuliah, sama lah sebelas dua belas ka, tugas sekolah aku juga banyak banget maka nya jadi jarang main bareng kalian lagi," ucap Atlas.
"Oh begitu, pantes aja Jenis kesal, soalnya kalian jarang ketemu kan."
"Iya ka, ya aku juga gak mau sebenernya kayak begitu," balas Atlas.
"Em ka, aku mau ngomong penting nih soal Jesi, hehe Kaka ada waktu gak?" tanya Atlas.
"Emang mau bahas apa, disini aja," ucap Intan tidak keberatan.
"Ah gak enak ka, kan Kaka sama bang Mark mau makan barengan, aku juga udah mau pulang nih ka, aku pengen tau aja apa yang di suka sama Ka Jes, tolong bantu aku buat suprice ka aku sekalian mau minta maaf," Atlas menatap Intan penuh harap.
Intan terlihat berpikir sejenak. " Em boleh deh, nanti aku kabarin," ucap Intan yang membuat Atlas bersorak senang.
"Kok gitu,"
"Kan aku mau bikin kejutan ka, nanti kalo banyak yang tau gak seru jadi nya ka," balas Atlas.
"Oke aman deh," ucap Intan.
Setelah mendapat persetujuan dari Intan, Atlas akhir nya segera pamit dari sana dengan cepat Seperti hendak mengejar sesuatu.
"Wuh lega banget,"ucap Mark.
__ADS_1
"Bang, Intan mau makan ini?" Intan segera menujuk Bu menu nya.
"Sip, Abang juga mau ini deh," Mark akhirnya menyamankan menu yang sama dengan apa yang di pesan oleh intan.
Kedua nya tidak mampir kemana-mana lagi setelah makan, kini mereka sepakat untuk langsung pulang karena memang sudah sore.
"Rumah sepi banget bang," ucap Intan yang tak melihat saudara nya yang lain.
"Paling pada pergi keluar, bang Athan masih kerja paling, entar lagi pulang kok itu," sahut Mark sambil berjalan mengarah ke arah kamar nya.
Berbeda dengan Intan, gadis itu pergi menuju ke dapur untuk memakan eskrim.
Padahal dia sudah memakan jatah nya dalam minggu ini.
Intan memang dibatasi hanya boleh 2 kali dalam seminggu dalam menamakan eskrim oleh para Abang nya itu.
"Hihihi mumpung Mereka lagi pada gak ada, Intan bisa puas makan eskrim nya. Untung bang Mark langsung masuk ke kamar," senang nya.
Intan segera lari mengacir ke kamar nya dengan membawa beberapa eskrim agar tidak ketahuan oleh Mark.
"Yey," girang Intan saat dia sudah sampai di kamar nya dengan beberapa eskrim di tangan nya tersebut.
TBC
__ADS_1