Possesive Man

Possesive Man
part 31


__ADS_3

"Loh Mark, kok sendiri? Intan bareng Abang lu yang ganteng itu kah?" tanya Jessie yang senang. Dia hanya berbasa-basi saja pada Mark.


Dia senang karena tak melihat Intan bersama dengan Mark itu artinya Intan bersama dengan Athan pikir Jessie. Oleh karena itu dia dengan sengaja menunggu kedatangan Intan di parkiran hanya untuk melihat Athan.


Entahlah dia gila atau apa, karena sejak melihat Athan, Jessie selalu memikirkan tentang pria itu bahkan beberapa kali bermimpi tentang nya.


"Intan gak sekolah," balas Mark yang membuat senyum Jessi yang tadinya mengembang langsung memudar begitu saja mendengar penuturan Mark.


"Kenapa? apa Intan sakit?" tanyanya khawatir.


"Tidak, rumah nya baru saja kebakaran jadi dia dirumah ku sekarang," jelas Mark yang hendak pergi setelah memberitahu kabar itu.


"Eh tunggu bentar, rumah Intan kebakar kok bisa? terus keadaan mereka gimana. Intan dan Tante sania baik-baik aja kan," cerocos Jesiie yang tak sabaran.


"Mereka baik-baik saja, mereka ada di rumah ku," ucap Mark tanpa menunggu balasan dari Jessie. Akan sangat panjang pembicaraan nya jika dia melanjutkan sedangkan dia ingin segera duduk santai di kelas.


Tak lama Steven dan Ayyara tiba disekolah. Steven, Jessie yang menunggu kedatangan kedua sejoli itu atau lebih tepatnya Ayyara langsung menghampiri keduanya.

__ADS_1


Baru saja Ayyara menapakkan kaki nya di jalan, Jessie langsung menyerbu nya begitu saja.


"Aya, gawat Aya," paniknya membuat Ayyara hampir terjatuh terjengkang, untung aja ada Steven yang menahan tubuh nya.


Jessie langsung menggumamkan meminta maaf pada Ayyara begitupun Steven yang saat ini memandang nya dengan tatapan elang milik pria itu.


"Kenapa Kes, muka kamu gitu amat?" tanya Ayyara. Sebenarnya dia ingin tertawa karena komuk panik Jessie yang lucu dimatanya namun dia urungkan karena kepo dengan apa yang akan dikatakan oleh Jessie.


"Rumah Intan kebakaran Aya," balas Jessie dengan satu tarikan napas.


"Mark yang bilang, sekarang Intan sama Tante Sania ada dirumah nya Mark," jelas Jessie.


Steven yang sedari tadi mendengar kan ikut prihatin, apalagi Intan sudah dia anggap seperti adik sendiri.


"Mau kesana? sekarang?" tawar Steven.


Untuk kali ini Steven memberikan izin untuk Ayyara bolos tapi tidak dengan jika hal itu disengaja maka Steven tak akan membiarkan nya begitu saja.

__ADS_1


"Kita kesana sekarang," ucap Ayyara setuju karena dirinya merasa khawatir dengan Intan.


Jessie ikut mengekor, dia duduk dibelakang walaupun sesekali dia mendengus kesal karena melihat pemandangan dihadapannya yang sebenarnya membuat nya sangat iri.


Dalam hati dia bertanya, bagaimana bisa seseorang bisa dicintai seperti itu. Jesiie benar-benar menginginkan sosok seperti Steven juga sebagai pendamping hidup nya.


"Bucin Mulu, ada orang ini," ucap Jessie julit. Bagaimana tidak, Tepat didepan matanya Steven memenangkan Ayyara dengan menggenggam tangan wanita itu seraya mengelus nya dan kata-kata penenang yang membuat nya ikut merasakan tenang juga padahal Steven hanya mengatakan nya pada Ayyara saja.


"Udah, anteng aja Jess dibelakang, entar lu turun bentar ya didepan, kita bawa buah tangan, masa kita datang dengan tangan kosong," pinta Steven.


"Loh kok gue,"


"Ya terus siapa lagi," balas Steven.


"Sayang tolong ambilin dompet aku yang ada di dasbor," ucap Steven dan memberikan beberapa lembar uang pada Jessi.


TBC

__ADS_1


__ADS_2