Possesive Man

Possesive Man
Part 63


__ADS_3

"Bodoh kau Steven, bodoh," umpat Steven pada dirinya sendiri saat mengingat semua kejadian semalam. Dia tidak sadar semalam jika membalas godaan dari wanita malam tersebut. Itu terjadi saat dia minum banyak yang mengakibatkan dia sedikit berhalusinasi jika yang didepan nya adalah Ayyara.


Sebelum mabuk memang dia membiarkan wanita itu mendekati nya tapi Steven sama sekali tidak menghiraukan.


Semuanya berubah saat dia sudah minum banyak. Entahlah, Steven bingung dengan kadar alkohol nya. Terkadang dia bisa minum banyak namun tidak mabuk.


Dan malah pernah dia minum hanya sedikit dia mabuk sangat berat.


Kejadian semalam semuanya berputar dalam kepala nya seperti kaset yang rusak, terlebih saat Ayyara yang memandang nya dengan sendu serta kecewa yang begitu kentara.


Gadis nya memandang nya dengan penuh sakit membuat Steven mengutuk dirinya dalam hati.


Steven yang sudah sampai di kamar nya, langsung melampiaskan semua kekesalan nya dengan membanting semua benda yang berada dalam kamar nya.


Semua barang-barang yang ada dalam meja nakas ya berserakan entah kemana.


Bantal dan juga selimut yang sudah berada di lantai karena ulahnya.


Bug


Pria itu memukul tembok dengan satu kepalan tangan hingga membuat tangan pria itu lecet. Namun dia tak merasakan sakit nya karena sakit di hati nya lebih jauh dibanding kan hal itu.


Berkali-kali juga Steven memukul kepala nya, meruntuki kebodohan nya.


Pria itu menatap seluruh isi kamar nya yang kini sudah menjadi seperti kapal yang pecah. Entah bagaimana tanggapan dari mama nya saat melihat itu nanti nya.


Wanita paruh baya itu pasti akan mengomeli diri nya seharian.


"Arghhh, ****. Aku harus menemui Ayyara,aku harus jelas kan semuanya padanya. Tak akan kubiarkan dia lepas dariku." ucap Steven penuh tekat.


Steven benar-benar sudah membuat rencana dalam pikiran nya. Jika Arga tetap menghalangi dan tak memberi persetujuan untuk hubungan mereka, Steven akan melakukan hal yang dia katakan pada Arga semalam.


Pria itu akhirnya tanpa berlama-lama lagi langsung segera mengganti baju nya dan membersihkan dirinya sebentar.


Dengan asal dia memilih baju untuk dipakai nya menemui Ayyara, dan pilihan nya jatuh pada Hoodie putih. Jodie yang diberikan oleh Ayyara saat dia ulang tahun.


Sudah hampir jam 2 siang, seharusnya sebentar lagi adalah jam pulang sekolah.

__ADS_1


Steven harus bergegas jika begitu, agar dia sempat menemui Ayyara karena tak mungkin menemui gadis itu dirumah karena adanya Arga.


***


"Dek, kamu kenapa sih! dari tadi diemin Abang Mulu, Abang ada salah sama kau kah. " ucap Mark pada Intan yang sedari tadi mendiami nya. Mark sedari tadi lelah mengoceh dan mengajak Intan untuk bercanda ria namun tak satupun ucapan nya yang di respon oleh Intan.


Mark tidak tahu apa salah nya, perasaan kemarin mereka baik-baik saja dan tak ada memiliki masalah sama sekali.


Tadi pagi, gadis itu juga menolak untuk berangkat bersama dan malah lebih memilih ojek dari pada bersama nya.


Mark sudah memaksa dan Intan dengan keras kepala nya tetap menolak.


Mark tentu saja heran, tak biasa nya Intan bersikap seperti itu.


Istirahat pun dia tak mau bersama dengan Mark, sungguh Mark seharian ini memikirkan hal apa yang sudah dia lakukan sampai membuat Intan menjadi seperti itu padanya.


Mark merasa tidak nyaman sama sekali, dan Mark tidak menyukai situasi yang begitu akward tersebut.


"Ntan, kenapa sih," ucap Mark menahan tangan Intan yang ingin beranjak pergi untuk kembali menghindari nya.


Intan tak membalas dan malah menepis tangan Mark.


Ayyara membawa mobil secara pribadi kali ini, selama ini dia selalu dilarang oleh Steven untuk membawa mobil sendirian. Namun sekarang dia bisa melakukan nya karen Daddy nya juga tak mempersalahkan hal tersebut.


"Akhirnya setelah sekian lama kamu bisa bawa mobil sendiri ya," kekeh Jesi pada Ayyara. Ayyara memang sudah lama menginginkan nya namun karena sifat posesif Steven membuat dia tak bisa.


"Terus gimana hubungan kamu selanjutnya," tanya Jesi. Dia sudah rau semua permasalahan Ayyara karena Gadis itu menceritakan nya saat istirahat tadi.


"Gak tau Jes," lirih Ayyara yang sudah pasrah. Namun masih ada ketidkrelaan akan berakhir nya hubungan mereka.


"Udah, salah si Steven juga si, apa kagak cukup apa sama satu cewe, udah gitu dia bohongin kamu lagi," kesal Jessie.


"Tapi gue gak nyangka si sebenarnya kalo Steven kaya gitu, khilaf kali dia ya," lanjut Jesii.


"Heum," gumam Ayyara yang tak mau memperpanjang.


"Intan," panggil Ayyara saat melihat gadis itu datang dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


"Busett, habis dari mana Ntan, kayak dikejar apa aja," cetus Jessi


Iyaz "Heheh maaf, kita langsung pulang sekarang kan," ucap Intan. Dia tak ingin berlama-lama di sekolah.


"Buru-buru banget keliatannya Ntan, " shaut Jessi .


"Iya, mommy lagi sakit," ucap Intan lada keduanya.


"Oalah, yaudah kalo gitu gas sekarang aja kalo gitu. Jessi gimana? mau nungguin Atlas?" tanya Ayyara sambil menaik-turunkan alisnya membuat Jessi salah tingkah.


"Gak tau, dia belum dateng juga, mana gak ada kabar. Tadi di chat cuma bilang kalo udah otw aja," jelas Jesi sambil mengecek ponsel nya.


Pria itu ngotot sekali untuk datang menjemput nya. Jesii sempat menolak namun Atlas tetap saja kekeh dengan keinginan nya.


"Yaudah, kalian duluan aja deh, kayaknya Atlas lagi dijalan deh makanya gak bisa dihubungi,"


"Gapapa kamu nunggu,"


"Elah gapapa, bentar lagi kayaknya nyampe dia," balas Jesii.


"Kita duluan ya Jes, nanti kabarin kalo udah jalan sama udah nyampe ya," ingat Intan lada gadis itu.


Ayyara masuk kemobok diikuti oleh Intan. Tepat saat itu juga Mark datang.


"Udah cepet Aya," pinta Intan yang diangguki oleh Ayyara.


"Eh tapi Si Mark manggil tuh Ntan, kayaknya ada yang mau diomongin. Kita berhenti dulu dah,"


Ayyara melihat Mark dari kaca spion, terlihat pria itu berlari mengejar mobil nya yang sudah melaju.


"Jangan, nanti aja dirumah, Intan mau langsung ketemu mommy," harap Intan dengan muka melas nya.


Ayyara tanpa banyak kata, menjalankan mobilnya Kembali sembari melihat kebelakang ternyata Mark masih memanggil.


"Kenapa gak mau langsung temuin aja Ntan, kasian banget itu si Mark Ampe lari kayak begitu," ucap Ayyara tertawa pelan karena belum tau masalah Anata Mark dan Ayyara.


"Iya kan nanti ketemu juga dirumah, lagian kan bang Mark ada latihan basket sekarang," jawab Intan.

__ADS_1


"Iya juga sih," balas Ayyara.


__ADS_2