
"Jess, Lo mau balik sekarang gak?" tanya Steven.
"Baliklah, gak ada gunanya kesekolah udah telat banget kita, yang ada malah dihukum entar," ucap Jesiie. Dia juga tidak mau menjadi nyamuk untuk Steven dan juga Ayyara.
Jessie berpikir jika keduanya pasti akan menghabiskan waktu bolos dan Jessie tak mau menganggu keduanya walaupun sebenarnya dia ingin ikut keluar. Akan lebih baik jika ada Intan.
Jessie sekarang dilanda sedikit masalah, dia harus bisa mencari alasan pada ayahnya
mengapa dia tak jadi pergi kesekolah.
"Yaudah kita anterin Jess dulu kalo gitu," ucap Ayyara yang diangguki oleh Steven.
Diperjalanan ketiganya hanya diam dengan Steven yang menyalakan radio agar keadaan tidak terlalu sunyi.
Hingga tak beberapa lama, akhirnya mereka sampai dirumah Jessie. Jessie segera turun.
"Thanks ya Stev, Aya," ucap Jessie sambil melambaikan tangan nya pada keduanya. Jesiie baru memasuki rumah nya saat mobil milik Steven sudah menjauh dari pekarangan rumah nya.
__ADS_1
"Jessie? Darimana kamu? bolos?" tanya Mamahnya yang ternyata berada dirumah.
"Telat mom, tadi nemuin Intan dulu soalnya dia kena musibah," cerita Jessie.
"Yaudah kamu ganti baju kamu, kita kerumah Tante Rita yah," tawar Fayla pada Putri nya itu.
Jesiie mendengus dalam hati, jika dia tau bakal diajak kerumah calon mertuanya alias rumah Keenan maka dia lebih memilih jadi nyamuk saja diantara Steven dan Ayyara. Itu merupakan pilihan yang lebih bagus.
"Mah, aku mau tidur ih," tolak Jesii.
"Apaan, baru juga tadi bangun masa tidur lagi. Udah cepat gak ada alasan. Lagian kamu gak ada kerjaan kan," perintah Fayla tegas dengan nada yang tak mau dibantah.
"Aku bisa gunain uang kamu kan buat beli buku sama beberapa barang buat Intan," ucap Ayyara meminta izin.
"Ya biasalah, aku kirimin kamu tiap bulan kan biar bisa kamu pake," ucap Steven.
"Ini apa lagi, aku gak tau kalo kamu bikin kartu ATM ini," Balas Steven tak suka.
__ADS_1
Ayyara memberikan nya kartu ATM yang berisi uang Yang selalu dia kirim kan dan Raid mereka mengecek nya dan ternyata Ayyara bahkan hanya mengabiskan sedikit saja dan malah menyimpan nya dan memisahkan nya.
"Biarin lah Stev, nanti kalo aku kesetanan belanja berabe juga, aku gak mau boros apalagi itu bukan uang aku ."
"Apaan sih, udah beberapa kan aku bilang. Jika uang aku itu uang kamu juga. Udah deh sayang jangan kayak gitu, aku juga gak pernah hitung-hitungan kan sama kamu. Pake aja, kalo kayak gini aku merasa kamu gak ngehargain pemberian aku," ketus Steven.
"Gak gitu Steven, kita kan masih pacaran bukan suami istri, beda dong. Gimana kalo jodoh kamu ternyata bukan aku, siapa tau kamu bakal nikah sama yang lain kan," ucap Ayyara yang membuat Steven tiba-tiba mengerem mobil nya secara mendadak.
Untung saja tak ada mobil didepan mereka, jika tidak bisa dipastikan mereka akan menabrak.
"Kamu makin kesini ngomong nya kok kayak gitu, gak ada yah. Jodoh aku tetap kamu. Aku gak mau yang lain," tegas Steven.
"Ya maksud aku kalo,"
"Gak ada kalo, atau apalah itu. Enak aja. Aku are mine, kita bakal tetap nikah dan cuma mau yang harus nikah sama kamu," balas Steven keras kepala.
"Maksa," ucap Ayyara.
__ADS_1
"Bodo amat, kamu punya aku pokoknya! udah jadi gak paten,"
TBC